image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Misteri Geliat Fenomena Alam Melanda Nusantara

image

Waspada! Geliat Fenomena Alam Melanda Nusantara
Pulau Jawa dalam Ancaman Murka Naga Bumi

Sinyal alam telah merambah ke Pulau Jawa dengan berbagai fenomena alam seperti gempa. Sinyal apakah yang diberikan leluhur nusantara? Berikut hasil terawangan Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati) dalam menelusuri fenomena ini.

Melalui meditasi ilmu terawangan tingkat tinggi, didapatkan informasi gaib berikut: Gempa bumi mengguncang laut daerah Jawa Timur, khususnya wilayah timur laut Situbondo. Gempa magnitudo 6,0 (setelah dimutakhirkan dari magnitudo 6,4 ) ini terjadi Kamis (11/10/2018) pagi.

Dalam keheningan meditasi yang dilakoni Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati), nampak bumi yang menunjukkan rupanya. Rupa yang terlihat bagaikan sosok yang tua renta, lemah tak berdaya dan nyaris roboh. "Visualisasi berupa sosok tua renta ini mengindikasikan bahwa bumi ini sudah benar-benar tua dan hampir roboh. Semua yang terjadi pada bumi tentu tidak lepas dari ulah tangan manusia. Apalagi gempa yang terjadi baru-baru ini berlokasi di Pulau Jawa, tempat bertebarannya Para Wali Allah dan Wali Qutub.

Tapi kenapa Pulau Jawa bisa sampai terdampak gempa?," ungkapnya sembari mencari misteri yang terjadi. Ini pasti ada makna dan pesan yang disampaikan oleh para leluhur dan para "suci" di Nusantara. "Jawa sebagai pulaunya Para Wali semestinya terjaga dan steril dari semua kemaksiatan. Eksplorasi besar-besaran terhadap alam pun termasuk perbuatan yang melanggar Sunatullah. Apalagi jika secara bersamaan perilaku maksiat kian berani muncul ke publik. Misalnya kasus LGBT yang semakin marak dan mulai terang-terangan dalam membentuk komunitasnya, suasana politik yang saling fitnah dan menyebar kebohongan/Hoax. Pembegalan disertai pembunuhan yang membabi buta, seolah-olah nyawa manusia yang murah harganya. Tindak pidana mega korupsi yang disembunyikan oleh para penguasa dan elit negara. Hal ini tentu semakin mengotori bumi khususnya di Pulau Jawa ini.

Bumi yang semakin kotor karena maksiat ulah sekelompok manusia ini berakibat secara menyeluruh. Jika suatu negeri diberikan azab maka tentu bukan hanya orang yang berdosa saja tetapi orang sholeh pun terkena dampaknya. Jika suatu negeri ditimpa musibah maka siapapun yang ada di sana maka akan terkena dampaknya, tidak pandang bulu dan tidak pilih kasih. Oleh karena itu, ini menjadi tanggung jawab bersama, kesadaran bersama untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan serta menghindari perbuatan maksiat ini," tegasnya memaknai fenomena alam yang menimpa Pulau Jawa.

Ketika bumi marah dengan bergoncang dan membinasakan semua yang ada di atasnya, jelas sang spiritualis maka ini menjadi masalah yang sangat serius. "Segala upaya yang dilakukan manusia tidak akan mampu meredam kuatnya alam. Atas perintah Allah SWT bumi memberikan peringatan agar Kita semua menghentikan maksiat dan segera mengingat Allah SWT. Tangani secara serius kasus LGBT agar tidak semakin menjadi-jadi, karena penyakit LGBT ini jika dibiarkan akan membinasakan manusia baik cepat atau lambat. Dalam penampakan gaib terlihat pusat gempa wujud Naga Bumi yang menggeliat mengobrak-abrik lempengan bumi dengan kibasan ekornya," tegasnya.

Naga bumi ini saat ini memang sedang berada di Pulau Jawa. Oleh karena itu kita harus hati-hati. "Naga Bumi akan diam jikalau manusia menyadari kesalahannya dan menghentikan kemaksiatan. Saat azan berkumandang, Naga Bumi ini akan berhenti untuk sementara waktu. Lalu aktif lagi setelah Azan selesai. Selain Naga Bumi, terdapat pula Paku Bumi Pulau Jawa yang sudah kendor. Ibarat kedalaman 10 cm, Paku Bumi Pulau Jawa sudah mengendor sebesar 2 cm. Tentu ini mengancam Pulau Jawa, yang rentan akan hancurnya Pulau Jawa. Jika kenaikan Paku Bumi ini sampai 5 cm saja, maka Bumi Jawa akan porak-poranda," tandasnya.

Lantas apakah tidak ada tuah leluhur? "Tuah leluhur Pulau Jawa justru yang selama ini menjaga, jika tdk ada Karomah dan Tuah Pulau Jawa dari Para Wali, maka Pulau Jawa ini sudah hancur sedari dulu. Hal yang bisa menggentikan musibah adalah amal ibadah dan jauhi maksiat. Maka Pulau Jawa akan kembali tenang dan musibah akan berhenti. Oleh karena itu mumpung belum terlambat mari kita bersama-sama perbaiki diri. Hentikan maksiat dan bertaqwa kepada Allah SWT. Insya Allah kita akan selamat lahir dan batin. Aamiin

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 1005

Samberlilin99.blogspot.com

Thu, 25 Apr 2019 @09:44


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno