image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Misteri Situs Sekaran di Jalur Tol Malang - Pandaan

image

Di Balik Temuan Situs Sekaran di Jalur Pembangunan Tol Trans Jawa Malang - Pandaan, Jatim
Diyakini Perkampungan Empu Senjata Pra Majapahit

Temuan situs yang ditengarai peninggalan era pra Majapahit ditemukan di jalur pembangunan tol Trans Jawa, Malang - Pandaan tepatnya di Dusun Sekaran, Desa Sekarpuro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Konon, lokasi penemuan situs sejak dulu dikeramatkan. Apa sebenarnya yang menjadikannya lokasi ini memiliki energi gaib yang kuat? Berikut telisik Posmo.

Situs yang ditemukan selama proses pembangunan jalur tol Malang - Pandaan ini oleh tim arkeolog dinamakan Situs Sekaran. Selain melakukan proses rekam jejak sejarah, tim arkeolog juga menelusuri cerita cerita dari masyarakat setempat. Sementara diketahui jika lokasi situs sejak dulu telah dikeramatkan. Bahkan, tidak sedikit warga mendapati kisah-kisah sarat mistik seperti halnya penampakan-penampakan makhluk halus. Ada kemajuan besar dalam penggalian situs di tol yang proses pembangunannya dihentikan sementara itu. Arkeolog mengungkap adanya struktur bangunan baru di luar titik awal penggalian. Diperkirakan, situs bernama Sekaran itu menyerupai desa kuno pra-Majapahit. Seperti pantauan di lokasi penggalian, tim arkeolog yang sudah lima hari melakukan penggalian tampak sibuk menyisir susunan batu bata kuno. Peta penggalian diperluas menuju arah barat laut. Susunan batu bata ditemukan terpisah dari titik awal penggalian. Jaraknya sekitar beberapa meter saja. Susunan batu bata tersebut tidak menjadi satu tetapi terpisah. Susunan lain berada lebih jauh yakni radius 25 meter dari titik awal struktur batu bata pertama kali ditemukan. Kepala tim arkeolog BPCB Jawa Timur Wicaksono Dwi Nugroho menyampaikan, penggalian menemukan susunan batu bata yang terpisah. Hal ini menunjukkan bahwa situs Sekaran bukan dalam satu bangunan utuh. Melainkan struktur bangunan yang terpisah-pisah dalam satu kawasan. "Kami menemukan tatanan batu bata yang tidak menyatu dalam satu tempat. Ada tatanan yang kami yakini sebagai pondasi bangunan. Untuk sementara bisa diperkirakan situs ini tanda kutip sebuah desa kuno pra-Majapahit," ungkap Wicaksono di lokasi, Sabtu (16/3/2019) sore seperti dirilis detik.com.

Wicaksono menambahkan, hasil penggalian mengungkap penemuan cukup signifikan. Sehingga nantinya bisa menjadi literasi akademis. Namun, akan lebih terungkap dengan jelas ketika penggalian terselesaikan sampai 21 Maret 2019 mendatang. "Kami memperpanjang waktu penggalian, yang sebenarnya hari ini selesai. Ada kemajuan cukup besar, yang membuat untuk menambah waktu penggalian dari lima hari diperpanjang sampai 21 Maret nanti," imbuh Wicaksono. Menurutnya meski lokasi terpisah, tatanan batu bata yang ditemukan bagian depan diyakini menghadap ke timur atau Gunung Semeru, sementara bagian belakang mengarah ke Gunung Kawi atau barat laut. "Dari posisinya, bisa dikatakan jika tatanan batu bata menghadap ke Gunung Semeru dan belakangnya Gunung Kawi. Namun, apakah ini komplek peribadatan atau petirtaan, apakah pemukiman kita sedang dalami," lanjut Wicaksono. Ia menyampaikan, selama lima hari penggalian arkeolog banyak menemukan tatanan batu bata yang kemudian dilakukan penyingkapan guna mengetahui struktur yang lebih jauh. "Cagar budaya lain belum, hanya pecahan tembikar. Tentunya akan sangat membantu pendataan dari situs ini," ujarnya. Arkeolog turut mengumpulkan pecahan batu bata selama proses penggalian. Proses penggalian juga mengundang kedatangan banyak warga untuk melihat dari dekat. BPCB memasang banner berukuran besar soal aktivitas penggalian Situs Sekaran.

Sang Empu & Satria Piningit Melalui ritual dengan ilmu terawangan yang dilakoni spiritualis Pangeran Sukma Jati didapat informasi bernuansa gaib. Dalam keheningan sarat prosesi sakral, kepada Posmo Pangeran Sukma Jati mengungkapkan bahwa di lokasi temuan secara gaib terlihat suasana situs ini bentangan lahan yang luas mirip sebuah perkampungan. "Mula-mula suasana dipenuhi kabut. Kabut tebal menyelimuti kawasan ini, lalu perlahan-lahan kabut ini tersibak dan nampaklah sebuah pemandangan perkampungan dengan disertai bentuk situs ini di masa lampau," ungkapnya setelah ritual terawangan dilakoni. Lebih lanjut, dikisahkan pria yang kerap melakoni raga sukma ini bahwa suasana perkampungan ini awalnya terlihat damai dan tenang. "Suasananya mencerminkan diam membisu namun penuh makna. Tidak jauh dari situs terlihat pemukiman penduduk yang sedang menjalankan aktivitasnya. Perkampungan ini terlihat memiliki budaya yang tinggi, salah satu di antaranya adalah kemampuan membuat keris dan senjata ampuh bertuah. Hal ini terlihat dari banyaknya aura yang muncul di beberapa tempat di perkampungan tersebut, aura berwarna biru elektrik lambang kekuatan dan daya magis tinggi. Aura biru elektrik berputar-putar seperti pusaran air di sebuah tempat yang disinyalir sebagai tempat pembuatan senjata seperti keris dan tombak," imbuhnya.

Selain warna biru elektrik, Pangeran Sukma Jati melihat juga dengan mata batinnya terdapat juga warna abu kehitaman di sudut yang lain. "Tempat ini memiliki arti tempat pembuatan racun untuk senjata rahasia. Energi tempat ini sangatlah mistis, tempat ini bisa muncul ke permukaan/ditemukan berupa situs dikarenakan ada sebuah siklus energi di kampung tersebut yang sudah saatnya keluar, siklus energi ini berasal dari sumpah dari salah seorang Empu yang ada di kampung tersebut bahwa suatu saat nanti perkampungan ini akan ditemukan kembali oleh anak cucu Saya dan Kita akan kembali dikenang, begitu sumpah empu tersebut. Perlu diketahui, Sang Empu melakukan sumpah ini dikarenakan ada sebuah tragedi pembantaian/peperangan yang membuat para Empu meninggal dunia beserta keluarganya dikarenakan situasi politik di zaman kerajaan tersebut, zaman kerajaan yang dimaksud adalah pra Majapahit," tuturnya sembari menambahkan bahwa salah satu murid dari empu tersebut yang menjadi orang besar adalah Empu Gandring. Ditemukannya kembali situs ini memiliki makna tersendiri seperti dawuh gaib yang diterima Pangeran Sukma Jati dalam proses deteksi, yaitu sebuah keajaiban akan terjadi pada kepemimpinan negeri ini. "Yaitu Satria Piningit akan terpilih dan kestabilan sosial akan terwujud. Energi gaib positif akan keluar dan menstabilkan keadaan bangsa Indonesia ini. Sehingga tercipta suasana adil, makmur, aman dan tentram," tegasnya sembari menaruh harapan atas temuan itu, "Semoga dengan ditemukannya situs ini, dapat menguak sejarah keemasan masa lalu dan menjadikan masa kini sebagai gerbang keemasan terutama saat pemilihan Pilpres 2019 nanti. Aamiin," pungkasnya.

Sumber:

Posmo edisi 1026

samberlilin99.blogspot.com

Fri, 26 Apr 2019 @09:21


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno