image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Ramalan Gempa dan Tsunami pada Akhir Februari 2019

image

Di Balik Isu Ramalan Gempa dan Tsunami pada Akhir Februari 2019 Jelang Pilpres 2019
Ratu Kidul Beri Tanda Nusantara Diguncang Energi Negatif "Pilpres 2019"?

Santer beredar isu di beberapa media akan datangnya gempa dan tsunami pada akhir Februari ini. Namun, hal itu dibantah Badan Klimatologi Metereologi dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang, Sumatera Barat. Lantas, bagaimana pandangan spiritualis Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati) dengan kepekaan batinnya melihat fenomena alam tersebut. Benarkah Kanjeng Ratu Kidul menyampaikan dawuh khusus kepada negeri ini? Berikut laporan prosesi terawangan selengkap dari narasumber posmo.

DALAM keterangan persnya, Kepala BMKG Padang Panjang Irwan Slamet mengatakan menanggapi berita terkait isu akan terjadi gempabumi dan tsunami besar pada akhir Februari yang disebabkan megathrust Mentawai di beberapa media tidaklah itu benar. “Ramalan gempa bumi itu tidak dipertanggungjawabkan karena cakupan dan dampak yang disebutkan sangat luas dan sulit diterima dalam ilmu kegempaan (seimologi),” kata Irwan melalui keterangan tertulis yang diterima Okezone, Jumat (15/2/2018) dikutip Posmo. Indonesia memang menjadi wilayah aktif dan memiliki potensi gempa bumi. “BMKG tidak pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi,” ujarnya. Irwan juga mengatakan, sampai saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi terjadinya gempa bumi dengan tepat (kapan, di mana, dan berapa kekuatannya). “Rencana pemasangan sensor 50 Unit Earthquake Early Warning System (EEWS) merupakan program BMKG yang sudah lama dan tidak ada kaitannya dengan isu gempa bumi tersebut,” paparnya.

Masyarakat juga diimbau untuk tidak terpancing isu yang beredar mengenai gempa dan tsunami di akhir Februari. Berita yang membuat warga ketakutan itu setelah Website prediksi khusus gempa.
Gejalanya diprediksi mulai muncul bertepatan dengan Hari Valentine, 14 Februari. Ditrianum yang dikelola peneliti gempa bumi dari Belanda, Frank Hoogerbeests membuat ramalan mengenai gempa bumi besar seperti dilansir www.express.co.uk, pada Senin 11 Februari 2019.
Penyelarasan planet yang dimulai pada Hari Valentine membuat beberapa peneliti gempa bersiaga. Para peneliti percaya bahwa getaran dahsyat “mega-thrust” sedang dalam perjalanan. Planet Uranus, Mars, Venus dan matahari semuanya saling tarik-menarik dengan Planet Bumi dan berpotensi melepaskan getaran besar.

Planet-planet akan memiliki tarik-menarik gravitasi di seluruh sistem tata surya dan akan menarik dari semua sisi di lempeng tektonik Bumi.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyatakan bahwa berita itu tidak benar, itu adalah berita bohong (hoaks)," kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG, Daryono, kepada Viva.co.id, Jumat (15/2/2019) dikutip Posmo.
Menurut Daryono, ramalan gempa yang dimuat oleh sejumlah media tersebut jelas belum dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Konsep pemicu gempa akibat benda luar angkasa hingga saat ini masih bersifat spekulatif dan belum terbukti secara empirik.
Hingga saat ini pun BMKG belum pernah mengeluarkan informasi prediksi gempa bumi. Teknologi yang dapat memprediksi terjadinya gempa secara akurat di mana, kapan, dan seberapa besar pun belum ada.

Setelah melakukan deteksi metafisika melalui ilmu terawangan, Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati) kepada Posmo memperoleh informasi berikut ini. "Sesungguhnya isu gempa yang akan terjadi pada akhir Februari ini insya Allah tidak akan terjadi. Namun apakah pertanda dari peristiwa gempa yang terjadi di Laut Selatan?," ungkapnya terkait informasi gaib yang dilihatnya dengan mata batin. "Dan setelah melakukan dialog dengan penguasa laut selatan, diperoleh informasi bahwa Kanjeng Ratu Kidul sedang memberikan tanda kepada manusia bahwa alam sedang marah dan energi bumi sedang tidak stabil. Energi negatif di bumi muncul dikarenakan panasnya nusantara saat ini karena pertarungan energi di dunia perpolitikan tanah air. Baik Pilpres maupun Pileg, hal ini terjadi pertarungan energi untuk saling unggul. Sejauh ini, Kanjeng Ratu Kidul mengatakan tidak akan terjadi tsunami di akhir Februari ini. Namun, potensi gempa sepanjang tahun 2019 ini masih kemungkinan terjadi. Dan potensi tsunami masih akan terjadi meski bukan di akhir Februari ini. Kanjeng Ratu Kidul juga berpesan, agar Bangsa Indonesia hati-hati dalam memilih pemimpin, terutama di PILPRES 2019 ini. Jangan termakan hoax dan serangan fajar atau rayuan sesaat. Karena jika salah memilih pemimpin, maka akan membuat bangsa ini penuh bencana dan sengsara selama 5 Tahun," pungkasnya memaknai dawuh gaib yang diterima dari Kanjeng Ratu Kidul.

Sumber:

Tabloid Posmo Edisi 1022

Samberlilin99.blogspot.com

Sat, 27 Apr 2019 @15:47


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno