image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Signal Gaib Fenomena Awan Gelombang Tsunami Makassar

image

Menangkap Signal Gaib Fenomena Awan Berbentuk Gelombang Tsunami di Makassar
Isyarat Naga Bumi & Langit sedang Redam Bencana Air

Masyarakat di Makassar dibikin heboh gara-gara kemunculan awan berbentuk gelombang tsunami di langit pada Selasa (1/1/2019). Signal apa yang mengisyaratkan fenomena unik ini? Berikut telisik Posmo bersama spiritualis bernama Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati).

Tak sedikit, di berbagai media sosial, fenomena alam kemunculan awan berbentuk gelombang tsunami di Makassar itu masih jadi topik perbincangan, Kamis (3/1/2019). Beberapa warganet membagikan potret penampakan awan berbentuk gelombang tsunami di Makassar. Selasa (1/1/2018), akun Instagram @makassar_info membagikan potret penampakan awan berbentuk gelombang tsunami.

Dalam unggahan tersebut terlihat awan hitam pekat yang menggulung menyerupai gelombang tsunami di sekitar Pantai Losari, Makassar. Selain foto, akun tersebut juga mengunggah sebuah video yang memperlihatkan potret awan berbentuk gelombang tsunami di sekitaran Pantai Losari. Seseorang yang merekam video tersebut mengatakan bahwa orang-orang menyebut awan ini sebagai awan tsunami. Menurut penjelasan BMKG, awan yang menyerupai gelombang tsunami ini disebut dengan awan kumolonimbus. Biasanya, kemunculan awan kumolonimbus disertai dengan hujan deras, petir dan angin yang kencang. BMKG juga mengatakan bahwa awan 'gelombang tsunami' atau awan kumolonimbus ini sangat berbahaya. Terutama untuk lalu lintas penerbangan di udara.

Melansir dari Kompas.com, saat awan 'gelombang tsunami' itu muncul di langit Kota Makassar, ada lima pesawat yang hendak melakukan pendaratan di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Kelima pesawat itu pun terpaksa berputar-putar di ruang udara Makassar selama 20 menit dan baru bisa mendarat setelah cuaca mulai membaik. Hal itu disampaikan oleh General Manager AirNav Indonesia cabang Makassar Air Traffic Service Centre (MATSC) Novy Pantaryanto. Saat awan kumulonimbus menggulung di langit Kota Makassar, Selasa (1/1/2019) sore, "Ada lima pesawat yang mengalami penundaan mendarat di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat itu berputar-putar terlebih dahulu di atas sekitar 15 hingga 20 menit, lalu mendarat setelah cuaca mulai membaik,” ungkap Novy. Karena di dalam gumpalan awan kumolonimbus itu terdapat partikel-partikel petir, es dan lain-lain yang membahayakan penerbangan. Novy juga menyebutkan bahwa awan kumolonimbus ini adalah hal yang paling dihindari para pilot lantaran di dalam awan itu juga terdapat pusaran angin. "Sangat mengerikan itu awan kumolonimbus. Kalau kita liat angin puting beliung, ekor angin itu ada di dalam awan kumolonimbus" jelas Novy. Novy menambahkan jika awan kumolonimbus atau awan 'gelombang tsunami' ini juga dapat membekukan mesin pesawat karena di dalamnya banyak terdapat partikel-partikel es. "Awan ini juga dapat membekukan mesin pesawat, karena di dalamnya terdapat banyak partikel-partikel es. Terdapat partikel petir dan sebagainya di dalam awan itu" tandasnya. Karena dianggap membahayakan, Novy mengatakan jika pihaknya telah mempunyai alat khusus yakni radar cuaca pada rute penerbangan. Alat ini bisa melacak cuaca hingga radius 100 kilometer. Oleh karena itu, jika terlihat awan kumolonimbus pada radar, pihaknya dapat langsung menyampaikan hal itu dan pilot akan membelokkan pesawat hingga 15 derajat. Saking bahayanya awan 'gelombang tsunami' atau awan kumolonimbus, tidak ada pilot yang berani menembusnya. “Tidak ada pilot yang berani menembus awan kumulonimbus. Jadi kita mempunyai radar cuaca dan berkoordinasi dengan BMKG sehingga data dari BMKG yang diperoleh terkait cuaca buruk akan disampaikan kepada pilot. Jadi cuaca buruk yang terjadi, aman bagi lalu lintas penerbangan,” terangnya. Di akhir, Novy menambahkan awan kumulonimbus berada diketinggian 1.000 hingga 15.000 kaki sehingga penerbangan dengan ketinggian 30.000 hingga 40.000 kaki aman bagi pesawat. “Jadi, lalu lintas penerbangan aman jika ada cuaca buruk yang mengancam,” tambahnya.

Begitulah secara lahiriyah penyebab munculnya awan tsunami, lantas bagaimana pandangan batiniyah menyoal fenomena ini? Dalam keheningan meditasi ilmu terawangan. Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati) memperoleh signal gaib dari peristiwa tersebut. "Terlihat sinar menyerupai garis-garis putih pada awan tersebut, awalnya semua tampak tertutup. Namun perlahan-lahan, permukaan awan tersebut tersibak dan menunjukkan sebuah jalan masuk ke dalamnya. Suasana di dalam awan nampak seperti pemandangan langit, biru terang dan luas membentang. Dari kejauhan terdengar suara dengusan mahluk astral dan hawa panas yang menyertai dengusan tersebut. Setelah memperjelas pandangan batin, terlihat di sisi kanan dan kiri ada penampakan sosok Naga. Sebelah kiri terlihat sosok Naga berwarna coklat kemerahan dengan sisik kuning emas, rambut kuning terang dan alis berwarna putih serta kumis berwarna putih, tidak lain ini adalah sosok Naga Bumi," ungkapnya menjelaskan soal pemandangan gaib yang baru saja dilihatnya sesaat melakoni ritual gaib. Lalu, dalam 'penglihatan' lainnya. "Sebelah kanan terlihat sosok Naga berwarna biru dengan sisik kuning emas, rambut merah, alis dan kumis berwarna putih, ini adalah sosok Naga Langit. Kedua Naga ini sedang melakukan penyelarasan dan keseimbangan energi alam dari kedua elemen yaitu Tanah dan Angin. Kedua elemen ini sedang bersinergi karena terpicu oleh elemen air yang sedang bergejolak. Elemen air sedang berusaha menghantam bumi untuk mendinginkan aura panas yang ada, dengan kata lain berpotensi menjadi tsunami. Bertemunya kedua Naga ini adalah untuk terjadinya penyelarasan dari elemen tanah dan angin untuk meredam elemen air agar tidak terjadi tsunami yang berlebihan. Kedua Naga saling melepas energi dengan gerakan yang sangat cepat sehingga menimbulkan gumpalan-gumpalan energi menyerupai awan tsunami," tambahnya.

Kemunculan awan tsunami ini, menurut Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati) merupakan sebuah pertanda bahwa masih ada kemungkinan tsunami terjadi, "Disebabkan karena elemen air yang masih terus terdorong ke daratan dan memiliki energi potensial yang besar. Oleh sebab itu, kedua Naga Bumi dan Langit sedang meredam energi ini, agar alam nusantara kembali seimbang. Kedua Naga ini tergerak karena doa-doa keselamatan dan ritual ruwat para sesepuh nusantara, para kyai, ulama, spiritualis, tokoh-tokoh agama dan Raja - raja nusantara. Jika gejolak elemen air ini tidak terbendung, maka kemungkinan yang akan terjadi adalah bencana air berupa tsunami, banjir, gelombang tinggi, air pasang, angin topan, tornado bahkan longsor. Mengawali 2019 ini semoga bencana-bencana tersebut bisa teredam, marilah bersama-sama berdoa agar semua itu tidak terjadi dan kita diberi keselamatan dan kekuatan oleh Allah SWT. Aamiin," pungkasnya.

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 1020

Samberlilin99.blogspot.com

Sun, 28 Apr 2019 @22:22


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno