image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Fenomena Serangga Invasi Masjidil Haram

image

Fenomena Serangga Invasi Masjidil Haram, Kota Suci Makkah, Arab Saudi
Masjidil Haram Terlindungi "Energi Kakbah"?

Sebuah fenomena langka terjadi di Masjidil Haram, Kota Suci Makkah, Arab Saudi. Jutaan jangkrik dan belalang entah dari mana datangnya "menginvasi" Masjidil Haram dan rumah-rumah warga sekitar. Apa yang terjadi? Berikut telisik metafisika Posmo bersama Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati), spiritualis asal Bandung.

Dari pemberitaan yang dirilis, serangga-serangga tersebut beterbangan hingga hinggap di lantai, tembok dan dinding masjid dan rumah warga sekitar. Akibatnya, aktivitas warga hingga kegiatan ibadah jemaah umrah terganggu. Dalam satu pekan ini, beredar video dan foto jutaan jangkrik dan belalang di Masjidil Haram yang ramai dibagikan dan diperbincangkan di media sosial. Dalam foto dan video, tersebut terlihat jangkrik-jangkrik dan belalang yang mayoritas berwarna hitam tersebut merayap ke pakaian jemaah hingga mati di lantai. Berbagai spekulasi pun bermunculan soal invasi jutaan jangkrik dan belalang di Masjidil Haram. Sebagian besar menghubungkan kejadian tersebut dengan ramalan hari akhir, atau pertanda kiamat. Di media sosial seperti Twitter banyak netizen yang menuliskan postingan dengan menyertakan foto-foto invasi serangga tersebut, dan menyebutnya sebagai tanda kiamat.

Seorang profesor fisiologi dari Umm Al-Qura University, Hamed bin Mohamed Metwally menjelaskan kepada media Palestina, bahwa keberadaan jangkrik dan belalang memang bisa meningkat pada waktu dingin dan akan menghilang dalam empat hingga enam minggu kemudian. Ditambah lagi, saat ini Makkah sedang dalam fase "dingin". Berdasarkan data cuaca dari situs Accu Weather, cuaca di Makkah sejak awal 2019 sampai sekarang berada di kisaran antara 31 derajat celcius di siang hari dan sekitar 22 derajat celcius di malam hari. Biasanya, kota suci umat Islam ini punya temperatur sangat tinggi di musim panas, bahkan sering kali mencapai lebih dari 40 derajat Celcius di siang hari. Sementara pada bulan November hingga Januari, biasanya turun hujan ringan di Makkah. Pemerintah Kota Makkah juga menjelaskan bahwa jangkrik dan belalang itu dalam tahap migrasi saat musim dingin. Warga dan jamaah umrah mengakui fenomena itu terjadi setiap tahunnya di Makkah. Namun, tahun ini jumlah serangganya terbilang cukup banyak. "Saya pikir, ya, biasanya juga begitu kalau lagi musim dingin serangga pasti nongol dari saluran pembuangan air. Nanti juga habis," kata Saev Anwar yang rutin pergi ke Makkah itu. "Biasanya sedikit. Ini mah banyak banget, mungkin lagi musimnya," kata dia lagi. Agar suasana ibadah jamaah umrah kondusif, Makkah membentuk 22 tim yang terdiri dari 138 orang untuk membasmi jangkrik dan belalang itu. Mereka membawa sekitar 111 alat pembasmi.  Dalam foto-foto yang beredar, para petugas tersebut menyemprotkan asap di Masjidil Haram dan sekitarnya sehingga membuat jangkrik-jangkrik itu mati. Sementara petugas lainnya menyapu bangkai-bangkai serangga.

Lalu, bagaimana secara batiniyah apa yang sebenarnya terjadi? Apakah ada tanda-tanda khusus mengenai peristiwa ini? Dalam keheningan meditasi saat ritual terawangan, terlihat suasana Makkah yang bercahaya. "Cahaya tersebut berwarna Putih keperakan, cahaya berputar mengelilingi Ka'bah seperti sedang melakukan Thawaf. Cahaya ini adalah energi positif yang berada di pusaran Makkah, khususnya Ka'bah," ungkap Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati) dalam penglihatan batinnya. Setelah sekian lama meditasi barulah terlihat warna lain yang muncul di pinggiran cahaya putih keperakan tersebut, "Yaitu cahaya abu bercampur hitam," tambahnya. Dijelaskan, bahwa cahaya abu - hitam ini adalah aktualisasi dari energi negatif yang ada di sana. "Cahaya ini kelihatannya hanya sementara dan akan hilang pada waktunya, cahaya hitam ini bisa juga diartikan sebagai "teguran" kepada umat Islam secara umum, namun secara khusus adalah menandakan bahwa teguran ini ditujukan kepada Para Pemerintah Negara Arab Saudi yang bertanggung jawab terhadap Kota Makkah ini.

Terlihat ada energi yang bersifat tidak stabil, hal ini bisa jadi berasal dari ulah oknum yang hadir di sekitar Masjidil Haram yang melakukan maksiat dan perilaku menyalahi adab. Selain perilaku tersebut, juga karena ada oknum Pemerintah Arab yang terlalu berlebihan dalam kemaksiatan di antaranya berfoya-foya dan pesta. Dengan kelakuan tersebut membuat Allah SWT murka dan memberi teguran dengan mendatangkan ribuan serangga di Masjidil Haram, kejadian seperti ini adalah kali pertama di Masjidil Haram. Semoga semua oknum tersebut menyadari dan bertaubat dari kesalahannya sehingga tidak mendatangkan azab yang lebih keras lagi," tegasnya memaknai peristiwa usai melakoni ritual terawangan sembari mengajak agar kita semua berlindung dari murka Allah SWT, "Dengan memperbanyak Istighfar dan Taubatan Nasuha. Aamiin Yaa Robbal'alamiin," pungkasnya.

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 1019

Samberlilin99.blogspot.com

Mon, 29 Apr 2019 @09:04


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno