image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Tengara Tsunami Pantai Anyer Banten

image

Tengara Tsunami Pantai Anyer Banten

Bencana Penutup Nusantara, Peredam 'Tahun Panas'

Kejadian alam berupa Tsunami terjadi di kawasan Pantai Anyer, Banten. Sekitar pukul 21.15 WIB, tiba-tiba air laut di kawasan Pantai Anyer naik dan sejumlah bangunan hotel roboh. Akibat peristiwa alam itu, masyarakat yang berada di sekitar lokasi langsung melarikan diri ke tempat tinggi. Tengara apa di balik peristiwa tersebut? Berikut hasil deteksi Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati), pakar aura asal Bandung.

Pantauan kumparan, Hotel Salsa Beach di kawasan Pantai Karang Bolong porak poranda. Air laut masuk ke dalam hotel. Jarak antara permukaan tanah di hotel dengan air laut sekitar 2 meter. Gerakan air yang naik ke permukaan dengan cepat dengan kecepatan tinggi membuat mobil-mobil pengunjung yang terparkir terombang-ambing dan terseret air laut. Mobil-mobil pun rusak karena terbawa air lantaran menabrak tembok dan pohon. Pihak BMKG dan BNPB sudah memastikan bahwa bencana ini Tsunami bukan gelombang tinggi. Baik BMKG maupun BNPB sudah meralat informasi dan juga menghapus postingan di media sosial yang menyatakan bahwa bencana di Banten dan Lampung adalah gelombang tinggi. BNPB menyampaikan informasi akibat Tsunami ini ada 43 orang tewas dan 584 orang luka, serta ratusan rumah rusak. Tsunami ini diduga dipicu letusan Anak Gunung Krakatau. Akibat peristiwa itu, bassist band Seventeen, Bani dan Aa Jimmy menjadi korban tewas akibat bencana Tsunami di Tanjung Lesung, Banten. Mereka diketahui ikut tersapu Tsunami saat mengisi acara gathering pegawai PT PLN (Persero). Pihak Seventeen juga telah memberikan keterangan resmi terkait peristiwa tersebut. Bencana itu melanda ketika mereka sedang berada di atas panggung untuk menghibur para penonton yang hadir.

"Keterlibatan kami dalam acara gathering perusahaan PLN di Tanjung Lesung mengalami bencana alam. Pada 22 Desember sekitar pukul 21.30 WIB air pasang menyapu bersih panggung yang letaknya sangat berdekatan dengan laut," ungkap manajemen Seventeen dalam keterangan resminya, Sabtu (23/12/2018) Karena bencana itu, pemain bass Seventeen M Awal Purbani yang biasa disapa Bani serta Road Manajer Oki Wijaya menjadi korban tewas. Kejadian berlangsung saat lagu kedua Seventeen sedang dibawakan. Kemudian air pasang naik ke permukaan dan menyeret seluruh orang yang ada di lokasi.  Selain itu, AA Jimmy yang menjadi pembawa acara dalam kegiatan itu turut menjadi korban tewas. Hal tersebut disampaikan oleh Ifan 'Seventeen'. "Aa Jimmy meninggal dunia, kebetulan saya lihat sendiri jenazahnya di pantai," kata Ifan 'Seventeen' yang melakukan sesi wawancara bersama salah satu TV Swasta Nasional, Minggu (23/12). 

Peringatan Tobat Maksiat Menelisik bencana tsunami di wilayah Pasundan ini berdasarkan informasi gaib yang diperoleh spiritualis Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati), bahwa bencana ini adalah penutup dari bencana yang terjadi di tanah air. "Bencana yang terjadi ini adalah hakikatnya untuk memberi peringatan kepada seluruh Bangsa Indonesia khususnya masyarakat setempat agar segera bertaubat dan berhenti melakukan kemaksiatan. Wilayah pantai tentu sangat strategis untuk segala jenis transaksi, saat orang pergi berlibur keinginan menghibur diri terkadang melampaui batas sehingga terpeleset melakukan kemaksiatan. Jadi bencana ini juga menjadi teguran agar selalu waspada dan tidak berlebih-lebihan saat kita pergi berlibur," ungkapnya sesaat usai melakoni ritual terawangan. Pesannya, "Tetap lakukan ibadah yang benar dan hindari kemaksiatan, khawatir ajal menjemput kita dalam keadaan maksiat kepada Allah SWT Naudzubillah. Tapi jika kita waspada maka semoga saja kita tetap dalam keadaan Husnul Khotimah. Aamiin". Menyoal bencana di Anyer ini adalah penutup dari bencana di nusantara. "Elemen air sebagai penutup bencana ini menandakan ada unsur api yang sedang bergejolak. Elemen air berpasangan dengan api. Air bisa diartikan sebagai kehidupan, ketenangan, dinamis, dingin, sejuk, diam dan memendam sesuatu. Sedangkan api bisa diartikan sebagai semangat, hasrat, hangat, panas, egois, dominan, kekuatan dan berlebihan. Maknanya adalah selama ini elemen api yang dominan adalah keserakahan, sifat ingin menguasai yang lain, mendominasi, berlebihan dan huru-hara. Energi yang keluar adalah energi panas yang mencapai puncak sehingga mempengaruhi aktivitas Gunung Anak Krakatau yang meletus. Oleh karena hawa panas yang terlalu besar ini, alam secara otomatis mencari keseimbangan dengan mengirimkan elemen air sebanyak-banyaknya ke permukaan tanah, daratan atau tempat hidup manusia. Jika keseimbangan sudah tercapai maka bencana ini akan reda dengan sendirinya. Begitupun informasi gaib yang Kami terima melalui komunikasi gaib dengan Penunggu Pantai Laut Anyer ," imbuhnya.

Gaib Anyer memberi informasi, "Bahwa pendatang yang berkunjung terlalu sompral dan tidak menjunjung etika. Meski diketahui bahwa setiap tahunnya sering ada korban di Pantai Anyer, namun pengunjung seolah-olah menutup mata. Mereka terlarut dalam kesenangan sehingga bebas melakukan apapun termasuk tidak menghargai entitas gaib yang ada di sekitar Pantai. Gaib Penunggu Pantai Anyer ini berwujud seorang Puteri, berwajah cantik seperti bidadari dan berilmu tinggi. Gaib ini masih ada kekerabatan dengan Kanjeng Ratu Kidul Pantai Selatan, meski memiliki daerah otonom. Gaib Pantai Anyer menjalin hubungan baik dengan Kanjeng Ratu Kidul dan saling menghargai batas-batas wilayah masing-masing. Terjadinya Tsunami ini pun merupakan reaksi atas kemarahan gaib Pantai Anyer tersebut. Oleh karena itu kita hendaknya segera bertaubat dan memperbaiki diri agar kita bisa bersinergi dengan alam. Terutama Kita ingat kepada kuasa Allah SWT Sang Maha Pencipta agar tidak berlebih-lebihan dalam segala hal. Lakukan segalanya dengan wajar dan cukup. Maka alam pun akan memberikan kesimbangan kepada kita semua. Semoga bencana di Banten ini segera berakhir. Semoga bencana nusantara ini segara berakhir. Turut berduka cita atas korban Tsunami Anyer, semoga Husnul Khotimah dan yang masih hidup diberi ketabahan, kekuatan dan keselamatan lahir bathin," pungkas Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati).

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 1015

Samberlilin99.blogspot.com

Mon, 29 Apr 2019 @21:14


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno