image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Tragedi Maut dalam Drama Kolosal 'Surabaya Membara' di Surabaya

image

Telisik Supranatural Tragedi Maut dalam Drama Kolosal 'Surabaya Membara' di Surabaya

Arwah Penjajah & Penghianat Bangsa Minta Tumbal

Drama kolosal 'Surabaya Membara' telah memakan korban jiwa. Drama yang mengangkat kisah-kisah perjuangan 10 November yang digelar setiap tahun dalam memperingati kepahlawanan pejuang arek-arek Surabaya ini pun diwarnai sisi mistis. Benarkah? Apakah itu! Berikut penelusuran dan deteksi metafisik narasumber terpecaya posmo.

DRAMA kolosal 'Surabaya Membara' merupakan pertunjukan drama yang digelar rutin sejak 2011 di Kota Surabaya. Ini adalah salah satu cara untuk memperingati perjuangan rakyat melawan Belanda dan sekutu yang ingin menjajah Indonesia.
Seperti dilansir Antara, guna memperingati Hari Pahlawan pada setiap 10 November, drama kolosal tersebut ditampilkan setiap 9 November di kawasan Tugu Pahlawan. Ketua Dewan Kesenian Jawa Timur Taufik 'Monyong' Hidayat merupakan penulis untuk drama tersebut pada tahun ini. Taufik juga adalah ketua panitia penyelenggara pertunjukan drama kolosal tersebut. Sebelumnya, Pemprov Jawa Timur memberikan dana bantuan untuk penyelenggaraannya. Namun, tahun ini Pemprov Jawa Timur tidak memberikan bantuan.

Seperti dilansir pelbagai media, penulis drama dalam hal ini memberikan visualisasi pertempuran yang pernah terjadi di kota tersebut. Pertunjukan dimulai setiap pukul 18.00 WIB dan berlangsung selama 90 menit.
Drama tersebut selalu mengangkat kisah-kisah perjuangan orang yang terlibat dalam pertempuran melawan penjajah. Pada 2015, kisah yang ditampilkan adalah perjuangan Tentara Rakyat Indonesia Pelajar (TRIP) yang membantu perjuangan rakyat Surabaya.  Dua tahun berikutnya, diangkat lakon Cak Roeslan Abdulgani, sementara tahun ini mengenai 'Gubernur Suryo'. Dalam beberapa tahun terakhir, viaduk rel kereta api di Jalan Pahlawan Surabaya menjadi tempat menonton warga Surabaya. Terkait dengan tabrakan kereta api dengan penonton drama itu kemarin,  Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pihaknya tak pernah memberikan izin terkait dengan pementasan tersebut. Diketahui, sejumlah warga tertabrak kereta api saat menonton drama tersebut pada Jumat malam.

Polisi menyatakan sedikitnya tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Diketahui, saat teater kolosal Surabaya Membara berlangsung, beberapa penonton yang duduk di viaduk tersambar kereta api yang tengah melintas. Belasan orang jadi korban dalam insiden viaduk 'Surabaya Membara' Jalan Pahlawan, Surabaya. Dari belasan itu, tiga di antaranya meninggal dunia. Korban tewas dan terluka tersebar di tiga rumah sakit, yakni RSUD Dr Soewandie, RSUD Dr Soetomo dan Rumah Sakit PHC Surabaya. Penonton drama kolosal 'Surabaya Membara' yang ada di lintasan kereta api berusaha membubarkan diri ketika melihat kereta api melintas. Sayangnya, beberapa penonton drama kolosal 'Surabaya Membara' tak dapat menghindar tepat waktu. Akibatnya, 3 penonton drama kolosal 'Surabaya Membara' tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Pukul 19.30 WIB, pembawa acara mulai membacakan sekolah-sekolah yang mengikuti drama kolosal 'Surabaya Membara'. Di tengah pembacaan pembukaan doa, sang pembawa acara drama kolosal 'Surabaya Membara' berteriak bahwa kereta akan melewati jalur jembatan atas yang penuh dengan warga. Tak lama, pembawa acara drama kolosal 'Surabaya Membara' berteriak histeris saat melihat beberapa penonton telah jatuh dan meminta bantuan paramedis. Acara drama kolosal 'Surabaya Membara' pun ditunda sementara, pembawa acara berteriak melalui mikrofon meminta bantuan paramedis untuk menolong korban. Paramedis datang dan mengangkat dua kantong jenazah, satu dari atas jembatan rel, dan satu dari bawah jembatan bertutupan koran dan kardus coklat. Kemudian semakin banyak mobil ambulans datang ke lokasi jembatan, banyak jumlah korban terluka masih belum diketahui.

Beberapa menit setelah kecelakaan terjadi, penonton drama kolosal 'Surabaya Membara' lainnya langsung membubarkan diri. Padahal, saat itu acara drama kolosal 'Surabaya Membara' tersebut masih berlangsung. "Pulang mbak, ada yang meninggal," kata Safitri, warga sekitar yang buru-buru pergi meninggalkan lokasi acara.
Tragedi ini telah merenggut tiga nyawa, yakni Erikawati, bocah berusia sembilan tahun asal Jalan Kalimas Baru No 61, Surabaya yang jatuh dari atas viaduk.  Kemudian Helmi Surya Wijaya, bocah berusia 13 tahun asal Desa Karang Tembok Gang 5, Surabaya yang terlindas kereta api. Serta Bagus Ananda, bocah berusia 17 tahun asal Jalan Ikan Gurami 6/27 Surabaya yang juga jatuh dari atas viaduk. Itulah kronologis secara lahiriyah kejadian tragedi 'Surabaya Membara' yang menimbulkan korban Jiwa.

Lantas bagaimana yang sebenarnya terjadi jika dilihat dari sisi bathiniyah? Dalam keheningan bathin, nampak rimbunan arwah-arwah korban peperangan di tempat tersebut bermunculan. Dengan melalui ritual terawangan dan raga sukma diperoleh informasi gaib:
"Di antara arwah tersebut ada yang meninggal dalam keadaan baik dan ada juga yang penasaran. Selain arwah orang kita, juga terlihat arwah orang-orang Belanda yang terlihat dalam keadaan penasaran dan memprihatinkan. Arwah-arwah tersebut turut hadir dalam acara pesta Perayaan Hari Pahlawan tersebut. Bahkan tiap tahunnya setiap ada even Perayaan Hari Pahlawan, banyak arwah-arwah yang hadir. Arwah-arwah tersebut hadir sebagian karena memang diundang melalui ritual yang sengaja dibacakan oleh Sang Pawang/Spiritualis dengan tujuan mengenang kembali tragedi heroik di masa silam. Sebagian lain merupakan arwah yang tidak diundang yakni arwah para Penjajah, Para Penghianat Bangsa dan arwah liar yang ikut nimbrung di acara tersebut," ungkap Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati) dalam ritual deteksinya. Kata sang spiritualis ini, bahwa insiden jatuhnya korban dari viaduk kereta api tersebut bukan hanya semata-mata karena faktor hiruk-pikuk dan kepanikan melainkan ada peranan arwah penasaran yang sengaja meminta korban jiwa dari pesta tersebut. "Dikarenakan terhanyut oleh rasa senang dan hawa nafsu insani, para penonton rupanya terbisukan, tertulikan dan terlena sehingga tidak sadar, tidak aware terhadap bahaya di sekelilingnya. Seharusnya para penonton masih ada kesempatan untuk menyelamatkan diri namun karena ditutupi oleh arwah penasaran, penonton yang ada di viaduk menjadi terlena dan akhirnya menjadi korban pada peristiwa itu," tambahnya.

Ungkapnya, arwah penasaran yang melakukan tindakan itu adalah dari orang Belanda. Mereka mendorong korban sehingga terjatuh. "Beberapa korban juga dipegang kakinya, diinjak kepalanya, dibuat bingung dan disuruh melompat oleh arwah-arwah tersebut," jelasnya.
Beberapa warga yang selamat dari insiden itu katanya dikarenakan masih ingat dan masih bisa menguasai diri sehingga bisa menyelamatkan diri.
"Jumlah arwah yang hadir saat even tersebut adalah puluhan kali lipat dari jumlah penonton yang hadir. Jadi jika penonton yang hadir adalah 2000 orang maka arwah yang hadir kurang lebih 20.000 arwah. Arwah-arwah datang berduyun-duyun dari arah barat, merujuk kepada tempat bersejarah saat tragedi 10 November 1945 silam, saat arek-arek Suroboyo beserta seluruh Rakyat Indonesia  mempertahankan Kemerdekaan Indonesia dari Penjajah Belanda. Secara batiniyah saat acara berlangsung memang terlihat padat sekali hampir tidak ada ruang sedikitpun yang tersisa, aura di tempat itu pun terlihat mencekam berwarna merah gelap disertai biru keunguan. Aura ini memang memiliki efek yang dramatis bagi sebuah pagelaran, namun juga memiliki daya tarik kepada energi-energi dan entitas lain yang liar. Akibatnya terjadilah insiden tersebut. Semoga korban yang meninggal dunia diberi ampunan dan mendapatkan rahmat Allah SWT. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan. Aamiin," pungkasnya.

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 1009

Samberlilin99.blogspot.com

Sat, 4 May 2019 @08:54


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno