image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Tengara Gempa dan Tsunami Sulawesi Tengah

image

Deteksi Metafisika Peristiwa Gempa & Tsunami di Sulawesi Tengah
Tengara "Palu Arit" Mencengkram Nusantara

Gempa dan Tsunami kembali menyerang tanah air. Ada beberapa titik terjadinya gempa seperti Donggala dan Tsunami di Palu, Sulawesi Tengah. Apa tengara yang diperoleh dari informasi yang tertangkap? Berikut hasil deteksi Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati) usai menggelar ritual deteksi metafisika dalam keheningan meditasi.

TERKAIT peristiwa alam itu, warga Palu dan Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, sontak panik saat tanah yang mereka pijak berguncang, yang kemudian disusul gelombang pasang setinggi 2-6 meter dengan kecepatan 200-400 km/jam, yang menerjang dari Laut Selat Makassar pada Jumat, 28 September 2018 sore menjelang malam WITA. Gempa yang disusul Tsunami itu menyebabkan lebih dari 800 orang tewas dan ratusan lainnya terluka, hingga saat ini tercatat sebanyak 832 orang tewas dan kemungkinan data korban tewas akan berkembang, boleh jadi mencapai 1000 orang. Hal ini menjadikan bencana tersebut sebagai salah satu yang paling tragis dalam sejarah Indonesia. Pemerintah pusat pun turun tangan untuk membantu pemerintah daerah di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah, guna menangani korban terdampak gempa dan Tsunami. Hal itu diperlukan mengingat, bencana tersebut menyebabkan kehancuran infrastruktur secara signifikan. Namun, kerusakan infrastruktur menghambat proses distribusi bantuan. Situs koran Inggris, The Guardian juga menyorot bencana tersebut dengan menulis berita berjudul "Indonesia Tsunami: cries for help from rubble amid fears thousands dead." "Wakil Presiden RI Jusuf Kalla memperkirakan jumlah korban tewas akibat gempa dan tsunami yang menghantam pulau Sulawesi, bisa mencapai ribuan orang," tulis The Guardian mengutip Wapres JK. "Gempa menghancurkan ribuan rumah di Kota Palu, termasuk hotel delapan lantai, rumah sakit, dan pusat perbelanjaan ... Tsunami dilaporkan mencapai enam meter yang menerjang daratan dengan kecepatan mencapai 400 km/jam," lanjut The Guardian dalam pemberitaan lain. Situs televisi India, NDTV, memasang judul berita "832 Killed In Indonesia Quake, Tsunami; Food Shortage, Looting Reported." "Jumlah korban tewas akibat gempa bumi dahsyat dan Tsunami di Indonesia melonjak menjadi 832 pada Minggu. Sementara itu, orang-orang yang terseok-seok untuk berjuang hidup, berupaya menjarah makanan dan air," tulis NDTV.

Berdasarkan analisis sementara dari para ahli Tsunami di Institut Teknologi Bandung (ITB), LIPI, dan BPPT, Tsunami pascagempa disebabkan oleh dua hal. Pertama, adanya longsoran sedimen dasar laut di kedalaman 200-300 meter. "Sedimen dari sungai-sungai yang bermuara di Teluk Palu belum terkonsolidasi kuat, sehingga runtuh atau longsor saat gempa, dan memicu tsunami. Hal ini terindikasi dari naik turunnya gelombang dan air keruh," jelas kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPN Sutopo Purwo Nugroho, seperti dilansir dari situs resmi BNPB, Sabtu 29 September 2018. Penyebab kedua terjadinya Tsunami di Palu, Donggala, dan sekitarnya disebabkan oleh gempa lokal. Gempa ini terjadi di bagian luar dari Teluk Palu. Begitulah penyebab Gempa dan Tsunami di Palu secara lahiriyah. Lantas bagaimana menurut pandangan bathiniyah? Apa yang sebenarnya terjadi? Dalam keheningan bathin, spiritualis ini nampak sebuah informasi, berupa simbol-simbol visual dan bisikan gaib.

Simbol visual terlihat berupa gambaran benda perkakas Palu dan Arit yang mencengkram nusantara. "Gambaran tersebut bukan berarti menandakan bahwa Kota Palu identik dengan Palu dan Arit. Meski ada kemiripan nama, tetapi maksudnya adalah secara nasional negeri ini sedang dihadang bahaya yang sangat besar berupa Partai berlambang Palu Arit. Meskipun keberadaan partai ini sudah dilarang pemerintah dan secara nyata belum terlihat. Namun gerakan-gerakan tersembunyi dari kader partai ini seolah-olah menunjukkan eksistensi mereka. Gerakan-gerakan mereka tercium melalui berita-berita yang ada di medsos yaitu ditemukannya beberapa orang yang memakai kaos berlambang Palu Arit dan atribut lain yang serupa. Semua musibah jelas dan pasti atas kehendak Allah SWT Yang Maha Perkasa, merupakan ujian bagi kita manusia sebagai hambanya. Namun kita semestinya bisa ambil hikmah dari musibah ini, datangnya gempa dan Tsunami ini mungkin adalah akibat dari diri kita sendiri dan teguran dari Allah SWT atas dosa-dosa dan maksiat yang kita lakukan," ungkap Pangeran Sukma Jati. Kembali lagi mengenai simbol Palu Arit tadi, "Kejadian gempa dan Tsunami pada tanggal 28 September, mengingatkan kita pada sebuah tragedi masa silam yakni Gerakan 30 September (G30S PKI). Kejadian gempa tersebut berdekatan dengan tanggal 30 September, hanya selang 2 hari. Secara bathin, ini memang berhubungan. Maknanya adalah Indonesia ini sedang dihadang oleh ancaman bangkit kembalinya partai tersebut. Kita hendaknya berhati-hati dalam memilih pemimpin, jangan sampai perpolitikan negeri ini dicampuri kembali atau bahkan dikuasai oleh Partai Komunis seperti masa silam," tambahnya. Dimaknainya, "Perkakas Palu berfungsi untuk memukul Paku (Paku Bumi), gempa memiliki asosiai dengan Paku Bumi. Paku Bumi yang dihantam oleh Palu terus menerus menjadi gembur sehingga terjadilah gempa. Perkakas Arit jika dibalik maka akan membentuk lengkungan menyerupai ombak. Ombak berarti lautan. Hal ini memiliki asosiasi Tsunami yang terjadi. Simbol-simbol ini ketika diartikan secara bathin ternyata memiliki makna tersebut di atas," tukasnya. Lantas bagaimana kita menyikapinya "Hendaknya kita hati-hati dalam memilih pemimpin nanti, dalam waktu dekat kita akan melakukan Pemilu Presiden. Pilihlah yang benar dan sesuai dengan hati nurani. Evaluasi kinerja pemerintahan yang sudah berlalu, jika terasa baik maka lanjutkan tetapi jika terasa tidak baik maka diganti lebih baik," sarannya. Palu adalah negeri yang disayang Allah SWT. Musibah ini adalah tanda teguran pada hamba-hamba yang disayang Allah SWT. "Semoga musibah dan bencana ini segera berakhir, semoga yang menjadi korban berada dalam akhir yang baik/ husnul khotimah. Mari kita doakan agar negeri ini aman dan tentram, mari kita berdoa agar bencana di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah segera berakhir. Mari kita beri bantuan materi dan spiritual-doa kepada saudara kita yang di Palu dan Dongala. Semoga bencana di negeri ini segera berakhir. Mari hadiahkan AlFatehah kepada para korban bencana di Palu. Dan kita bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW semoga kita semua mendapatkan syafaat agar bencana ini segera berakhir. Aamiin Yaa Allah Yaa Robbal'alamiin," harapnya sembari menghaturkan doa kepada Sang Pencipta.

Bentrokan Energi Metafisika Gempa dan Tsunami yang terjadi diakui spiritualis ini juga ada hubungannya dengan Pilpres mendatang. "Kampanye hitam adalah penyebab dari gempa tersebut. Kubu yang memiliki pendukung garis keras melakukan fitnah besar-besaran baik secara media sosial maupun nyata. Fitnah berupa pemutarbalikan fakta dan kata-kata. Selain itu, perang gaib pun terjadi. Beberapa pendukung rela menempuh jalur hitam. Yaitu bersekutu dengan golongan syaithan. Melalui ritual gelap. Di antara ritual yang dilakukan yaitu dengan menyumbangkan nyawa manusia untuk kemenangan suatu calon. Ritual tersebut mereka yakini akan memenangkan calon yang mereka dukung dengan mengorbankan nyawa manusia. Cara ini sungguh keterlaluan, karena berdampak kepada banyak jiwa manusia yang terkorbankan. Sementara calon lainnya melakukan ritual putih, yang masih tergolong dalam cara-cara wajar dan manusiawi. Dua kubu ini saling berperang secara gaib, akhirnya muncul bentrokan energi metafisika dalam skala nasional. Selain perang energi, dampak gempa dan Tsunami adalah sebuah pertanda akan harus dihentikannya rezim yang membawa kesengsaraan bagi rakyat. Rezim ini sudah harus berganti dan diganti. Jika terus menerus berkuasa maka bisa berakibat hancurnya nusantara baik secara materil maupun spirituil," tegasnya memaknai gempa dan Tsunami di Palu. "Sebagai bagian dari bangsa Indonesia, mari kita pintar dalam memilih. Jadilah bijaksana dan beranilah melakukan perubahan. Demi Indonesia yang lebih baik, aman tentram dan damai. Aamiin," pesannya.

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 1003

Samberlilin99.blogspot.com

Sat, 4 May 2019 @11:35


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno