image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Misteri Buaya Bawa Jenazah ke Tepi Sungai Lempake

image

Misteri Buaya Bawa Jenazah ke Tepi Sungai Lempake, Kaltim
Akibat Buaya Liar, Siluman Buaya ‘Kembalikan’ Jasad Korban

Sebuah video menggambarkan tentang buaya sedang menyeret jenazah yang diketahui bernama Syarifuddin ke tepi sungai yang direkam warga menjadi viral di media sosial. Awalnya diduga buaya tersebut membantu seorang pria yang tenggelam dan mengirimkannya ke tepian. Belakangan diketahui pria tersebut diterkam buaya saat berenang bersama temannya. Benarkah itu adalah upaya Siluman Buaya yang sedang menyelamatkan jasad dari korban terkaman buaya liar? Berikut hasil investigasi gaib yang dilakukan posmo bersama Pangeran Sukma Jati, Gubes Padepokan Inti Semesta. SETELAH melakukan penerawangan dan raga sukma pada malam Jumat, (20/7/2017). Akhirnya, Pangeran Sukma Jati mendapatkan informasi gaib terkait kejadian yang menimpa Syarifuddin (41 tahun) korban diterkam buaya saat mandi di sungai. Kejadian ini terjadi di Sungai Lempake, Kampung Biatan Lempake, Kecamatan Biatan  Kabupaten Berau pada 19 Juli 2017 lalu. Dari informasi gaib itu, diketahui bahwa Sungai Lempake merupakan Istana Siluman Buaya di Kampung Biatan Lempake. Lokasi mistis yang berupa gerbang dengan gambar mulut buaya yang menganga lebar pun berhasil terlihat dari ritual yang dilakoni sang spiritualis asal Bandung ini. “Lokasi tempatnya di dalam perairan sungai berjarak 1 KM dari tempat warga menunggu korban di tepi sungai. Di dalam istana tersebut sebenarnya tidaklah megah. Persis seperti suasana di kampong / pedesaan. Warga gaib hidup rukun dengan aturan dari ketua adat. Mereka pun memiliki ikatan batin dengan pendiri Kampung Lempake. Sehingga sebenarnya tidak ada maksud sama sekali jika ada korban jiwa yang memakan warga sekitar Sungai Lempake,” ungkapnya sembari menambahkan meski faktanya tumbal yang diinginkan pun sebenarnya bukan yang berasal dari Kampung Lempake. “Karena sudah perjanjian diawal saat sesepuh Kampung Lempake membuka lahan tersebut menjadi perkampungan,” tandasnya. Meski sudah tradisinya setiap tahun Siluman Buaya di tempat itu mencari korban sebagai tumbal. “Namun, tumbal yang sesuai syarat saja yang akan diterima oleh adat di istana tersebut. Tumbal yang tidak sesuai syarat akan ditolak dan wajib dikembalikan,” tegasnya. Diketahui, Syarifuddin yang merupakan korban kejadian tragis ini sudah biasa melakukan mandi di sungai. “Saat itu Syarifuddin ditemani oleh beberapa rekannya. Korban Syarifuddin selama hidupnya adalah orang yang baik, suka menolong orang lain dan gemar berdzikir. Namun kejadian naas menimpa korban, seekor buaya menariknya dan membawanya ke dalam sungai,” tambahnya. Untuk mengungkap lebih dalam serta dari informasi gaib yang diterima posmo dari raga sukma yang dilakoni sang spiritualis menyebutkan bahwa, “Buaya yang menerkam Syarifuddin ini adalah buaya liar yang bukan anggota / warga dari Istana Siluman Buaya di sungai itu. Buaya liar ini terdiri dari 3 ekor yang tidak sengaja melewati aliran Sungai Lempake dan tidak "permisi" kepada Ketua Adat / Raja Istana Siluman Lempake. Karenanya buaya tersebut tidak mengetahui aturan yang ada di sana. Kejadian ini diketahui oleh Panglima Buaya yang sedang melakukan "Patroli" dan mengamankan ketiga buaya liar tersebut untuk diadili. Melalui Musyawarah Adat di Istana Siluman itu, yang dipimpin oleh Ketua Adat (Semacam Raja) dan dihadiri oleh warga siluman buaya di sana menghasilkan keputusan agar jasad ini dihantarkan kembali,” kisahnya usai menerima pentunjuk gaib itu.

Berikut dialog gaib Pangeran Sukma Jati dengan Ketua Adat Siluman Buaya Lempake menyoal peristiwa syarat mistik nan aneh itu : Pangeran Sukma Jati (Pangeran) : Assalamualaikum Yaa Ahlul Gaib Muara Lempake?! Ketua Adat atau Raja Istana Siluman Lempake (Siluman) : Waalaikumsalam Pangeran : Maafkan jika Saya tidak sopan kepada sesepuh Ketua Adat. Maksud Saya ke sini adalah ingin meminta petunjuk mengenai musibah yang terjadi kepada saudara Saya Siluman : Ya Pangeran, memang hal itu sudah kami bahas bersama warga di sini. Buaya yang melakukan hal tersebut adalah bukan warga Kami, mereka warga dari luar istana yang menumpang lewat tetapi tidak sempat meminta izin kepada Kami. Mereka sekarang sudah Kami amankan untuk diberi sanksi agar menjadi pelajaran ke depannya. Saya pun memerintahkan agar jasad tersebut di antarkan kepada warga manusia. Saya mengutus 3 panglima Saya untuk mengawal dan menyerahkan jasad tersebut kepada warga yang memang sedang menunggu Pangeran : Terimakasih sesepuh adat atas bantuan dan penjelasannya. Saya undur diri, Assalamualaikum! Siluman : Waalaikumsalam Begitu dialog Pangeran Sukma Jati dengan Ketua Adat bangsa gaib Siluman Buaya Sungai Muara Lempake, dari informasinya bahwa nama Ketua Adatnya adalah: Kyai Banyu Setra.

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 944

Samberlilin99.blogspot.com

Sat, 4 May 2019 @12:58


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno