image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Misteri Terbakarnya Gunung Penanggungan Jelang Pilpres 2019

image

Misteri Di Balik Terbakarnya Gunung Penanggungan, Pasuruan, Jawa Timur
Reaksi Gaib Hilangnya Energi Chi untuk Pemenangan Pilpres 2019

Si jago merah melalap hutan lindung di kawasan Puncak Gunung Penanggungan. Gunung yang diyakini suci ini memiliki banyak misteri, antara lain misteri jalan melingkar hingga sampai ke puncak gunung, misteri altar di puncaknya dan misteri bangunan tersembunyi di Gunung Penanggungan yang menggambarkan pakem kraton asli Nuswantara. Lantas, misteri apa yang menyelimuti peristiwa terbakarnya Penanggungan? Berikut deteksinya.

MENYOAL kejadian itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Mojokerto M Zaini menuturkan, kebakaran terjadi hari Senin (1/10/2018). Sekitar 90 hektare hutan lindung di kawasan puncak Gunung Penanggungan hangus terbakar. Zaini melanjutkan, hutan lindung yang terbakar masuk dalam kawasan petak 1 BKPH Penanggungan RPH Ngoro. Ia merinci secara administratif wilayah itu masuk Desa Kunjorowesi dan Wotanmas Jedong, Kecamatan Ngoro, serta Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas. Api baru dapat dipadamkan setelah dua hari berselang. "Api berhasil kami padamkan," ujar Zaini, Rabu (3/10/2018).

Zaini menjelaskan, sebanyak 370 personel dari berbagai unsur terlibat dalam proses pemadaman. Ia menyebutkan 370 personel tersebut di antaranya dari BPBD Mojokerto, warga, Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Tamiajeng, Perhutani, polisi, relawan, Tahura R Soerjo, Koramil Ngoro hingga Masyarakat Peduli Api Seloliman. "Kami memadamkan api secara manual. Lalu kami juga membuat sekat supaya api tak merembet," katanya. Terkait penyebab terjadinya kebakaran, Zaini tak ingin berspekulasi. Pihaknya masih mendalami. "Kami masih belum bisa memastikan. Kami masih meneliti penyebabnya," jelasnya. Meski api berhasil dipadamkan, beberapa jalur pendakian seperti Tamiajeng, Trawas sementara masih ditutup. Ia pun mengimbau agar para pendaki tak nekat mengambil jalur pendakian lain. Hal itu dilakukan, lantaran puncak gunung yang biasa disebut Pawitra masih berpotensi kebakaran. Tentunya jika nekat mendaki, akan mengancam keselamatan jiwa. "Saya yakin belum padam semua. Pasalnya yang terbakar juga pohon-pohon, sisa bara mungkin masih ada. Kami ingin memastikan segala sesuatunya aman baru dibuka kembali jalur pendakian," pungkas Khoirul Anam selaku Sekretaris LMDH Sumber Lestari yang mengelola pos pendakian Tamiajeng, Trawas dikutip dari Tribunnews.

Penyebab kebakaran ini menurut para ahli belum diketahui penyebabnya. Lantas bagaimana menurut sudut pandang metafisika? Berikut informasi gaib yang diterima Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati), seorang metafisikawan pakar aura ini melalui ritual ilmu terawangan.

Dalam keheningan batin, terlihat suasana gunung yang mencekam. Kering dan gundul. "Gambaran ini seolah-olah menunjukkan bahwa gunung tersebut sedang mengalami ketidakseimbangan. Ketidakseimbangan tersebut dari sisi energi metafisika. Chi yang ada di gunung banyak disedot oleh kelompok orang yang memanfaatkan energi tersebut untuk memenuhi keinginannya. Kelompok orang tersebut adalah suruhan dari salah satu pihak parpol pendukung Capres. Chi tersebut digunakan untuk menyerang rival dalam pemenangan Capres. Terutama pihak yang gampang menggunakan senjata Hoax. Melalui Chi ini mereka harapkan agar Hoax yang dibuat akan semakin "membara" meluas dan melenyapkan lawannya. Akibat Chi disedot, maka gunung kehilangan sebagian chi positifnya. Sehingga muncullah penunggu gunung yang berupa Raksasa Merah. Raksasa Merah memiliki unsur api. Memiliki mulut yang bisa menyemburkan api," ungkap Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati). Kebakaran ini, lanjut sang spiritualis adalah ulah Raksasa Merah yang sengaja menyemburkan apinya. "Raksasa merasa kesal dan marah terhadap ulah sekelompok orang tersebut. Makhluk ini tidak berkenan Chi yang ada di gunung digunakan untuk hal negatif.

Selain karena raksasa, kebakaran ini juga merupakan reaksi alam dari pertarungan energi metafisika dalam Pilpres 2019 yang semakin memanas. Peran yang dilakukan para Sengkuni Parpol masing-masing pendukung dalam menyebar kebohongan jelas-jelas membuat energi metafisika saling bertabrakan. Saling berusaha mendominasi, sayangnya kedua energi ini sama-sama negatif. Akhirnya alam lah yang menjadi korban," tambahnya sembari berharap semoga kebakaran di gunung tersebut segera teratasi dan suasana gunung segera pulih kembali. "Semoga segala musibah di Negeri ini segera berakhir," harapan dan doanya. Gunung Penanggungan secara gaib memilki energi yang kuat, "Penunggu gunung ini dipimpin oleh Raksasa Merah tadi. Gunung ini memiliki mistik tersendiri yaitu biasa digunakan oleh pawang untuk pesugihan. Di lokasi gunung tersebut terdapat goa yang digunakan untuk ritual pesugihan hitam. Ketika malam tiba, lelembut gunung ini sangat ganas. Bisa membuat para pendaki tersesat dan linglung (kena Akar Mingmang). Karena energi mistik yang kuat ini, maka Gunung Penanggungan akan memberikan reaksi ketika terjadi rangsangan energi dari eksternal. Baik rangsangan dalam lingkup lokal maupun nasional. Contoh rangsangan tersebut yaitu persaingan para Sengkuni pada perang PILPRES 2019 mendatang," pungkas Pangeran Sukma Jati memaknai peristiwa gaib terbakarnya Gunung Penanggungan.

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 1004

Samberlilin99.blogspot.com

Sun, 5 May 2019 @13:41


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno