image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Telisik Metafisika Peluang Capres-Cawapres 2019

image

Jokowi Terhalang ‘Leluhur Banten’

Prabowo Butuh Restu Danyang Nusantara

Ma'ruf Amin dan Sandiaga Uno resmi menjadi calon wakil presiden (cawapres) untuk Pemilihan Presiden 2019 yang mendampingi calon presidennya (capres) masing-masing. Ma'ruf Amin terpilih menjadi cawapres Jokowi, Sementara itu, Sandiaga Uno terpilih  menjadi cawapres Prabowo Subianto. Terpilihnya keduanya sebagai Cawapres, menarik perhatian banyak orang. Profil keduanya pun terlihat berbeda jauh, apalagi karir politiknya. Lantas, bagaimana peluang keduanya menurut terawang spiritual? Berikut hasilnya.

Perihal sosok masing-masing cawapres dalam kontestasi Pilpres 2019 mendatang. Ma'ruf Amin memang terlihat jauh lebih senior dibandingkan Sandiaga Uno. Tak hanya dari segi usia, namun sejumlah pengalaman Ma'ruf Amin dalam hal politik juga jauh lebih banyak dibandingkan Sandiaga Uno. Ma'ruf Amin diketahui pernah menjadi wakil rakyat di sejumlah tingkat, mulai dari daerah, tingkat pusat, sampai anggota lembaga tertinggi negara. "Prof Dr Ma'ruf Amin pernah menjadi anggota DPRD, DPR, dan juga MPR RI," ujar Jokowi saat deklarasi capres cawapres, Kamis (9/8/2018) seperti disampaikan pada awak media. Di samping itu, Ma'ruf Amin pun saat ini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres). Ma'ruf Amin juga saat ini menjadi Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Bahkan, Ma'ruf Amin juga tercatat sebagai anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Sementara itu, karir politik Sandiaga Uno ini berkibar usai terpilih menjadi Wakil Gubernur DKI Jakarta mendampingi Anies Baswedan pada Oktober 2017. Sebelum terpilih jadi orang kedua di DKI Jakarta, Sandiaga Uno bergabung dengan Partai Gerindra. Bahkan Sandiaga Uno ini pun menjabat sebagai Wakil Ketua Dewan Pembina. Namun jabatan tersebut harus rela ditanggalkan usai sandiaga Uno maju sebagai calon independen di Pilkada DKI 2017 lalu. Bagaimana nasib cawapres ini secara spiritual? Berikut hasil terawangan Pangeran Sukma Jati (Ki Sukm Jati) sesaat setelah masing-masing kandidat resmi mendaftar ke KPU. Melalui mata bathin terlihat Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin diliputi aura berwarna Putih - Abu. Aura ini mencoba bersinkronisasi satu sama lain, namun rupanya tidak mudah. Aura berwarna Abu terlihat "mencemari" sinkronisasi ini. Sementara aura putih berjuang keras untuk bersatu padu dengan warna lainnya. “Warna putih adalah simbolisasi dari Ma'ruf Amin, sementara Abu adalah simbol dari Jokowi. Kedua warna ini tidak selaras dikarenakan ada "energi lain" yang menghambat keduanya untuk bersatu. Energi ini adalah "energi leluhur". Berdasarkan penelusuran gaib, leluhur KH. Ma'ruf Amin yang notabene berasal dari orang besar di Tanah Banten terlihat kurang merestui keputusannya untuk menjadi Cawapres Jokowi. Hal ini dikarenakan secara keseluruhan, energi mistis Banten sedang mengharapkan "sosok baru" sebagai pemimpin nusantara ini,” ungkap pria yang memiliki kemampuan lebih dalam pembacaan aura manusia.

Lalu, bagaimana dengan energi pasangan lain yakni Prabowo-Sandi? Energi yang menyelubungi kedua calon tersebut dikatakan spiritualis asal Bandung ini adalah Orange - Biru. "Energi ini sinkron satu sama lain, keduanya terlihat harmonis dan cocok. Energi orange berasal dari Prabowo sementara warna biru berasal dari Sandiaga Uno. Secara mistis, Sandiaga Uno mampu mengimbangi kharisma Prabowo, ditambah profilnya sebagai pengusaha muda sukses yang bisa menjadi pendorong kemajuan aspek ekonomi jika terpilih nanti sebagai pemenang di Pilpres 2019 mendatang. Kedua pasangan ini harus berjuang keras untuk bisa memenangkan pemilu mendatang " tambahnya.

Restu Leluhur dan Poros Energi Metafisika

Secara spiritual apa sajakah yang harus mereka lakukan? Secara bathiniyah, seperti dikatakan Pangeran Sukma Jati bahwa Jokowi sebagai Petahana menggandeng KH. Ma'ruf Amin yang berasal dari keturunan orang besar Banten, harus berupaya untuk meraih "Restu Leluhur". "Jokowi harus bisa menyatukan Rakyat Banten dan mengambil simpati dari mereka. Pendekatan secara merakyat harus dilakukan secara mengakar. Juga harus melakukan ziarah ke seluruh makam Para Waliyullah dan penguasa zaman Kesulthanan Banten. Jika restu ini diperoleh maka Jokowi - Ma'ruf Amin akan memenangkan pemilihan tersebut, " tegasnya. Sementara, diungkapkan spiritualis ini bahwa kubu Prabowo-Sandi memiliki energi metafisika yang kuat dan harmonis. "Namun bukan berarti tidak butuh tindakan spiritual. Pasangan ini harus juga melakukan doa dan mengharap restu dari seluruh elemen masyarakat dari dimensi materiil dan spirituil. Pasangan ini harus mendatangi poros-poros energi metafisika Nusantara untuk dimintai restu diantaranya adalah para pendahulu seperti ziarah ke makam Soekarno, Soeharto, Gus Dur dan Wali Songo di Tanah Jawa. Meski secara Materiil pasangan Prabowo-Sandi punya peluang besar, namun jika secara spiritual kurang dipenuhi maka hal ini akan menjadi sandungan bagi pasangan ini. Dikarenakan nusantara ini sudah secara fitrah memiliki dimensi spiritual yang menyelubungi dari Sabang sampai Merauke. Siapapun yang ingin menjadi pemimpin, maka harus mendapat restu dari leluhur dan danyang nusantara. Semoga pemimpin yang terpilih nanti adalah pembawa perubahan yang amanah dan berjiwa ksatria, Aamiin," harap Pangeran Sukma Jati seiring pilpres 2019 yang kian panas.

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 996

Samberlilin99.blogspot.com

Mon, 10 Jun 2019 @21:38


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno