image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Misteri Gelombang Tinggi Perairan Selatan Indonesia

image

Deteksi Gaib Gelombang Tinggi Perairan Selatan Indonesia
Tengara Pembuka Bencana Air di Nusantara

Potensi gelombang tinggi beberapa hari ini hingga ke depan menimbulkan risiko di perairan selatan Indonesia. Gelombang tertinggi di sejumlah wilayah selatan ini diperkirakan mencapai 6 meter. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut potensi gelombang tinggi cukup bervariasi mulai dari barat Pulau Sumatera, selatan Pulau Jawa hingga selatan Nusa Tenggara. Lantas, apa yang sebenarnya terjadi? Berikut deteksi Posmo bersama Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati), spiritualis pakar aura asal Bandung.

Tinggi gelombang diprediksi cukup bervariasi mulai dari 2,5 meter hingga 6 meter. "Potensi gelombang tinggi ini mulai dari 22 Juli hingga diperkirakan 26 Juli bahkan 28 Juli masih akan terjadi," terang Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta, Minggu (22/7). Dwikorita mengatakan puncak gelombang tinggi ini akan terjadi pada 24-25 Juli besok. BMKG memetakan potensi gelombang tinggi ini ke dalam tiga kategori. Pertama adalah kategori "sangat waspada" yang meliputi wilayah seperti Laut Jawa bagian timur, perairan timur Kotabaru, Laut Banda, Laut Flores, Selat Makassar bagian selatan, Kepulauan Wakatobi, Kepulauan Tanimbar, Laut Arafuru, dan perairan Jayapura. Di wilayah tersebut, tinggi gelombang diperkirakan sekitar 1,25-2,5 meter. Kategori kedua memiliki label "berbahaya" yang ketinggian gelombangnya sekitar 2,5-4 meter. Gelombang setinggi ini berada di seputar perairan Aceh, Pulau Simeulue, Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu dan Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali, Selat Lombok, dan Selat Alas bagian selatan. Kategori ketiga adalah perkiraan khusus BMKG untuk tanggal 24 dan 25 Juli yang memprediksi tinggi gelombang sekitar 4-6 meter. Perairan barat dan utara Aceh, perairan Sabang, Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia barat Sumatera, Selat Sunda bagian selatan, Selat Bali, Selat Lombok, dan Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTB merupakan wilayah yang diperkirakan bakal terkena gelombang tertinggi itu.

Sementara, BMKG Stasiun Meteorologi Cilacap meminta masyarakat khususnya pengguna  jasa kelautan mewaspadai gelombang tinggi di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah. Potensi gelombang tinggi ini diperkirakan masih akan berlangsung. Sedang gelombang maksimum terjadi pada Kamis (19/7) mencapai 5-7 meter. Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi BMKG Cilacap, Teguh Wardoyo menjelaskan, gelombang tinggi terjadi sejak Selasa (17/7) di wilayah pesisir selatan Jawa Tengah. Dampak gelombang tinggi telah mengakibatkan sejumlah kerusakan. Beberapa warung dan kapal nelayan di pantai Ayah dan pantai Suwuk Kebumen dihantam gelombang. Berdasarkan pantauan satelit cuaca dan gradien angin pada Rabu (18/7) pukul 19.00 WIB, pada skala Regional terdapat Pusat Tekanan Tinggi di Samudera Hindia sebelah barat Australia (1023 milibar), Pusat Tekanan Tinggi di Samudera Pasifik sebelah Timur Australia (1021 milibar), Badai Tropis "SON-TINH " di sekitar perairan Selatan Vietnam (994 milibar) dan Badai Tropis " AMPIL" di Samudera Pasifik Timur Laut Filipina (996 milibar). Interaksi kondisi tersebut berdampak terhadap peningkatan kecepatan angin dan ketinggian gelombang khususnya di perairan Selatan Jateng. Lantas secara Ghaib apa sebenarnya yang sedang terjadi? Mengingat peristiwa tersebut terjadi di Pantai Laut Selatan yang notabene dikenal sebagai kediaman Kerajaan Ghaib Kanjeng Ratu Kidul? Dalam keheningan bathin, terlihat energi yang sangat dahsyat berwarna hijau dan perak menyembul keluar dari dalam samudera Pantai Laut Selatan, gelombang energi tersebut dilihat Pangeran Sukma Jati dengan mata batinnya hingga saat ini masih aktif dan agresif Energi gaib tersebut disertai keluarnya wujud menyerupai Ular Besar (Naga). “Mahluk ini sepertinya tidak asing, yaitu milik kerajaan Kanjeng Ratu Kidul. Energi tersebut berpencar ke segala penjuru dengan dorongan yang sangat kuat dan cepat, siap melahap apapun yang dia lewati,” ungkapnya. Lantas kenapa hal ini bisa terjadi? Setelah melakukan komunikasi gaib bersama Kanjeng Ratu Kidul, sang spiritualis ini pun akhirnya mendapatkan jawaban berupa informasi gaib dari penunggu Pantai Selatan.

Menurutnya hal ini merupakan peringatan kepada seluruh umat manusia di nusantara agar tidak kelewat batas. Kanjeng Ratu mengatakan kepada Pangeran Sukma Jati yang selanjutnya disampaikan kepada Posmo, bahwa kini gejolak politik di Nusantara sangat kuat, masing-masing kubu berusaha memenangkan partai dan calon yang disusungnya, bahkan akan melakukan cara apapun untuk mencapai tujuan. Upaya yang dilakukan tidak terbilang wajar, ada cara-cara yang melampaui kemanusiaan. "Diantaranya perbuatan curang, fitnah dan manipulasi data dan kata-kata. Hal ini akan mempengaruhi nasib nusantara ke depan. Jika pemimpin yang terpilih adalah yang banyak melakukan kecurangan dan manipulasi, maka bencana akan melanda nusantara ini. Rakyat akan kelaparan, kesengsaraan akan merajalela, terjadi chaso, kekuatan asing akan mendominasi dan kekayaan alam nusantara akan habis dikeruk pihak asing. Kanjeng Ratu melihat indikasi ini sudah ada, oleh karena itu beliau memberikan peringatan kepada seluruh elemen rakyat, termasuk para Sulthan tanah air, kasepuhan, ksatria dan simpul-simpul paku bumi Tanah Air ini". Kisahnya kepada Posmo  usai berkomunikasi dengan Kanjeng ratu Kidul. Berita-berita gaib sudah Kanjeng Ratu kirimkan melalui wangsit kepada para Sulthan dan Para Kasepuhan, " begitulah informasi gaib yang Saya terima mengenai peristiwa tersebut. Suatu peringatan sudah Kanjeng Ratu sampaikan kepada kita. Yakni mengenai calon pemimpin yang akan kita pilih nanti, agar jangan sampai keliru.

Mari pilih pemimpin yang jujur dan membela rakyat. Jangan sampai alam ini murka dan terjadi bencana karena pemimpin yang terpilih adalah tidak direstui para leluhur dan gaib negeri ini. Secara bathin terlihat, ombak yang bergerak setinggi 7 meter adalah akibat kibasan ekor naga tersebut, benda apapun yang mendekat pasti akan hanyut dan terpental. Naga berwarna hijau kebiruan itu adalah panglima dari kerajaan gaib Kanjeng Ratu Kidul, yang selalu siap siaga menjalankan perintah Kanjeng Ratu dan selalu melakukan patroli di kawasan gaib kerajaan. Selain merupakan peringatan dari Kanjeng Ratu Kidul, peristiwa yang terjadi di pantai selatan ini adalah suatu pertanda mulainya bencana dari elemen air. Nusantara akan kembali ditimpa bencana air, baik berupa banjir, tsunami kecil, gelombang laut maupun angin Tornado yang datang dari Samudera. Kita harus waspada dan banyak berdoa agar terhindar dari bencana ini serta diberi keselamatan lahir dan bathin," Tegas Pangeran Sukma Jati sembari mengakhiri informasi ghaib yang diterimanya.

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 993

Samberlilin99.blogspot.com

Tue, 4 Jun 2019 @11:14


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno