image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Fenomena Penampakan Erupsi Gunung Agung

image

Misteri Fenomena Penampakan Saat Erupsi Gunung Agung di Bali

Isyarat Erupsi Lebih Dahsyat

Dalam lebih dari seminggu terakhir ini, Gunung Agung di Bali terus aktif mengeluarkan lahar dan abu di sekitarnya sehingga mengganggu kehidupan masyarakat maupun kegiatan ekonomi seperti pariwisata. Sementara itu, banyak fenomena yang terjadi serta tak jarang sarat nuansa mistis. Berikut telisiknya.

DIBERITAKAN, Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali, erupsi pada pukul 17.20 WITA, Sabtu 25 November 2017. Dari pantauan, asap kelabu kehitaman membumbung setinggi 1,5 kilometer ke arah barat dan barat daya. Menurut Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kasbani, gunung setinggi 3.142 mdpl itu kembali mengalami letusan. "Ya, baru saja terjadi erupsi lagi. Ini lebih tinggi, kurang lebih ketinggian asap 1.500 meter," katanya. Fenomena-fenomena bernuansa mistis pun mengiringi peristiwa tersebut. Demi memaknainya, Posmo mencoba untuk melakukan pendeteksian bersama spiritualis dari Padepokan Inti Semesta, Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati). Dan setelah dilakukan ritual terawangan dan raga sukma, informasi gaib pun diperoleh. Apa itu? Berikut ulasannya:

Gunung Agung di Kabupaten Karangasem, Bali kembali erupsi. Namun, kali ini ada hal aneh yang membuat salah fokus dengan video erupsi Gunung Agung yang diunggah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di akun Twitternya pada Minggu 26 November 2017. Dalam video yang diunggahnya, terlihat cahaya merah diduga lava dari Gunung Agung. Awalnya, Sutopo menyebut bahwa cahaya merah itu disebabkan oleh efek dari sinar matahari yang masuk ke dalam kolom abu vulkanik. Akan tetapi, ia mengonfirmasi kembali dan memastikan jika cahaya merah tersebut adalah lava. "Cahaya itu pantulan dari lava yang ada di kawah. PVMBG sudah mendeteksi adanya lava yang menyebabkan cahaya merah," tulis Sutopo dalam akun Twiternya sutopo_BNPB.

Namun, jika diamati lebih teliti, ada penampakan tak lazim pada cahaya merah itu. Netizen justru dikagetkan dengan penampakan sosok mirip manusia raksasa di atas puncak gunung. Sosok apakah sebenarnya ini? Lantas apa yang sebenarnya terjadi? "Sosok yang muncul pada video dan menyerupai manusia raksasa adalah salah satu makhluk gaib penunggu Gunung Agung dari golongan makhluk raksasa. Ada beberapa macam makhluk gaib yang menunggu Gunung Agung tersebut, diantaranya yaitu berwujud ular, kera, kelelawar, manusia raksasa, tokoh pewayangan dan leluhur. Kemunculan wujud manusia raksasa pada video itu merupakan suatu isyarat, bahwa golongan raksasa pada Gunung Agung hendak memberikan pertanda bagi warga sekitar agar secepatnya meninggalkan Gunung Agung, karena lokasi sekitar Gunung Agung sudah tidak aman untuk ditempati. Makhluk raksasa yang muncul pada video tersebut adalah raja dari golongan raksasa penunggu Gunung Agung. Sosoknya gagah, baik dan peduli kepada manusia yang berada di sekitar Gunung Agung. Raja tersebut dijuluki sebagai Sang Hyang Prabu Agung Laksana. Kemunculannya sebenarnya adalah "terpaksa" karena melihat masih ada warga yang tinggal di sekitar Gunung Agung. Padahal tanda-tanda meletus sudah diberikan beberapa kali. Akhirnya raja tersebut muncul untuk memberikan tanda yang lebih tegas lagi kepada warga sekitar agar segera meninggalkan lokasi tersebut," ungkap sang detektor gaib ini mengurai misteri fenomena yang terjadi mengiringi erupsi. "Raksasa tersebut tidak ingin ada korban jiwa pada manusia yang tinggal di sekitar Gunung Agung, mengingat warga sekitar sangat patuh kepada adat dan menghormati keberadaan gaib di Gunung Agung. Hendaknya peringatan dari raksasa ini diikuti agar semua warga bisa selamat," tambahnya sembari memberikan himbauan kepada warga sekitar Gunung Agung.

Selain sosok manusia raksasa, sosok lain pun muncul pada kepulan asap erupsi gunung tersebut, yaitu sosok tokoh pewayangan Dewi Anjani. "Berdasarkan cerita pewayangan, Dewi Anjani adalah anak sulung dari Resi Gotama di Grastina dengan bidadari Dewi Indradi, bidadari keturunan dari Bahtara Asmara. Parasnya cantik dan menarik hati akan tetapi karena kesalahannya Ia berubah menjadi wujud kera dan menurunkan keturunan bangsa Kera. Ia mempunyai Cupu Manik Astagina, bila dibuka di dalamnya dapat dilihat segala peristiwa yang terjadi di angkasa dan di bumi. Sampai tingkat ketujuh. Cupu tersebut adalah pemberian ibunya dan merupakan pemberian dari Batara Surya pada waktu perkawinan Dewi Indradi dengan Resi Gotama. Kemunculan Dewi Anjani ini juga untuk memberikan tanda bagi warga sekitar agar meninggalkan lokasi Gunung Agung," tuturnya. Disampaikan kepada Posmo, Dewi Anjani sebenarnya sudah memberikan tanda-tanda lain sebelum ini yaitu pada awal akan meletusnya Gunung Agung, berupa banyaknya hewan kera yang keluar dari Gunung Agung menuju pemukiman warga. "Dewi Anjani berharap tidak ada korban jiwa saat ada letupan besar nanti. Wujud yang nampak ini pun adalah kepala raksasa," imbuhnya. Untuk lebih detailnya, sang spiritualis ini pun mengisahkan hasil raga sukmanya. Berikut dialog gaib antara Pangeran Sukma Jati dengan makhluk gaib Gunung Agung:

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 963

Samberlilin99.blogspot.com

Thu, 9 May 2019 @09:43


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno