image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Misteri Batu Bidak Catur di Sukabumi

image

Misteri Batu Misterius di Desa Jayabakti, Sukabumi - Jabar
Jejak Sesembahan Siluman Kera Putih?

Kemunculan susunan batu misterius yang menyerupai bidak catur atau miniatur keraton di aliran sungai, tepatnya di Desa Jayabakti sempat menghebohkan banyak orang. Sejumlah informasi mengaitkan temuan batu dengan hal-hal yang mistis. Informasinya, tumpukan batu yang juga menyerupai miniatur keraton ini telah muncul sekira sejak Senin (29/1/2018) lalu. Benarkah itu bagian dari jejak gaib siluman kera penghuni wilayah tersebut?

Keberadaan tumpukan batu misterius yang menyerupai bidak catur atau miniatur keraton di aliran sungai, tepatnya di Kampung Cibijong RT 01/01, Desa Jayabakti, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mulai terkuak. Dari informasi yang dihimpun Posmo, Sekretaris Desa Jayabakti, Agus Muzamil, mengatakan tumpukan batu itu tidak muncul tiba-tiba, melainkan dibuat oleh warga yang menyalurkan hobinya. Tujuannya, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan sungai. “Supaya sungai ini terbebas dari sampah. Jadi batu disusun oleh warga,” kata Agus, Jumat (2/2/2018). Maka itu, Agus mengingatkan masyarakat agar tidak terpengaruhi isu-isu tak pasti. Terlebih mengaitkan batu-batu itu dengan sesuatu yang berbau mistis. “Warga yang hendak menyaksikan susunan batu tersebut untuk mengutamakan keselamatan. Dikhawatirkan datang air besar yang bisa merugikan dan mencelakakan diri kita sendiri. Kebetulan sekarang lagi musim hujan, ” ingatnya. “Tumpukan batunya tersusun rapi gitu. Kami juga kaget kok tiba-tiba muncul tumpukan batu misteri. Yang pertama nemuin Kang Apep (42), warga di sana. Jumlah tumpukan batu aneh itu sebanyak 99 buah,” terang tokoh pemuda Cidahu, Ruddy Malik.

Berikut pandangan batin Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma Jati), seorang spiritualis asal Jawa Barat ini. Dirinya mengurai bahwa sekilas tumpukan batu tersebut memang menyerupai karya seni berupa batu yang ditumpuk-tumpuk, karya seni ini memang membutuhkan kesabaran dan tingkat ketenangan yang luar biasa. Jika tumpukan batu berjumlah 99 itu tiba-tiba ada kemungkinan besar itu bukan karya seni biasa melainkan "Karya Gaib". Akan tetapi batu ini terlihat sangat rapih dan bentuknya monoton. Ini adalah indikasi bahwa susunan batu ini adalah karya manusia," ungkapnya sembari mengurai bahwa susunan karya itu disebut karya ghaib jika susunannya variatif dan membentuk suatu bangunan candi yang ukurannya lebih besar dan lebih megah. "Dari fakta yang ada, susunan batu ini terlihat monoton sehingga bisa dikatakan ini adalah hasil karya manusia" tegasnya. Dan bila bukan, karya tersebut kemungkinan berasal dari karya Alam Siluman Kera Putih," ungkapnya sembari mengatakan bahwa tumpukan batu tersebut dibuat dalam rangka merayakan hari besar/ hari penting mereka (Siluman Kera Putih). Seperti sesembahan kepada Sang Hyang, atau boleh juga dikatakan seperti Candi," terang pandangan batinnya.

Lebih lanjut, katanya dengan melakukan tumpukkan batu tersebut, Siluman Kera Putih berharap diberkati oleh Sang Hyang. "Selain itu  juga, angka 99 di Negeri mereka dianggap memiliki nilai mistis yang sangat tinggi " jelasnya. Sama seperti kita manusia, oleh Muslim angka 99 merupakan angka penuh makna karena identik dengan Asmaul Husna yang berjumlah 99. Dalam kepercayaan lain pun dikatakan bahwa angka 9 angka Hoki," tandasnya sembari berpesan bahwa dibalik peristiwa ini yaitu kita hendaknya bersama-sama menjaga alam ini dan melestarikan lingkungan, karena yang menempati alam ini bukan hanya manusia saja, melainkan hewan, tumbuhan, benda-benda lain termasuk bebatuan di sungai, juga para mahluk ghaib ciptaan Allah SWT yang tidak kasat mata. "Jangan rusak alam ini dengan seenaknya mengeksploitasi alam karena yang merasakan dampaknya bukan hanya manusia saja tetapi mahluk lain pun akan merasakannya. Mari kita jaga alam ini sebaik-baiknya semoga Allah SWT memberikan rezeki kita yang melimpah dan keberkahan dalam hidup ini, Aamiin Yaa Robbal'alamiin," harapnya dengan ditutup doa.

Sumber:

Tabloid Posmo edisi 973

Sun, 26 May 2019 @22:58


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno