image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Meniti Jalan Spiritual

image

9 JENIS ROH MANUSIA

Menurut ilmu batin pada diri manusia terdapat sembilan jenis Roh. Masing-masing roh mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Ke sembilan macam roh yang ada pada manusia itu adalah sebagai berikut :

1. Roh Idofi (Roh Ilofi) : adalah roh yang sangat utama bagi manusia. Roh Idofi juga disebut ”JOHAR AWAL SUCI”, karena roh inilah maka manusia dapat hidup. Bila roh tersebut keluar dari raga, maka manusia yang bersangkutan akan mati. Roh ini sering disebut ”NYAWA”. Roh Idofi merupakan sumber dari roh-roh lainnya pun akan turut serta. Tetapi sebaliknya kalau salah satu roh yang keluar dari raga, maka roh Idofi tetap akan tinggal didalam jasad. Dan manusia itu tetap hidup. Bagi mereka yang sudah sampai pada irodat allah atau kebatinan tinggi, tentu akan bisa menjumpai roh ini dengan penglihatannya. Dan ujudnya mirip diri sendiri, baik rupa maupun suara serta segala sesuatunya. Bagai berdiri di depan cermin. Meskipun roh-roh yang lain juga demikian, tetapi kita dapat membedakannya dengan roh yang satu ini. Alamnya roh idofi berupa nur terang benderang dan rasanya sejuk tenteram (bukan dingin). Tentu saja kita dapat menjumpainya bila sudah mencapai tingkat “INSAN KAMIL”.

2. Roh Rabani : Roh yang dikuasai dan diperintah oleh roh idofi. Alamnya roh ini ada dalam cahaya kuning diam tak bergerak. Bila kita berhasil menjumpainya maka kita tak mempunyai kehendak apa-apa. Hatipun terasa tenteram. Tubuh tak merasakan apa-apa.

3. Roh Rohani : Roh inipun juga dikuasai oleh roh idofi. Karena adanya roh Rohani ini, maka manusia memiliki kehendak dua rupa. Kadang-kadang suka sesuatu, tetapi di lain waktu ia tak menyukainya. Roh ini mempengaruhi perbuatan baik dan perbuatan buruk. Roh inilah yang menepati pada 4 jenis nafsu, yaitu :

• Nafsu Luwamah (aluamah)
• Nafsu Amarah
• Nafsu Supiyah
• Nafsu Mulamah (Mutmainah).

Kalau manusia ditinggalkan oleh roh rohani ini, maka manusia itu tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia itu roh rohani yang mengendalikannya. Maka, kalau manusia sudah bisa mengendalikan roh rohani ini dengan baik, ia akan hidup dalam kemuliaan. Roh rohani ini sifatnya selalu mengikuti penglihatan yang melihat. Dimana pandangan kita tempatkan, disitu roh rohani berada. Sebelum kita dapat menjumpainya, terlebih dulu kita akan melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang-kunang. Setelah cahaya-cahaya ini menghilang, barulah muncul roh rohani itu.

4. Roh Nurani : Roh ini dibawah pengaruh roh-roh Idofi. Roh Nurani ini mempunyai pembawa sifat terang. Karena adanya roh ini menjadikan manusia yang bersangkutan jadi terang hatinya. Kalau Roh Nurani meninggalkan tubuh maka orang tersebut hatinya menjaid gelap dan gelap pikirannya.
Roh Nurani ini hanya menguasai nafsu Mutmainah saja. Maka bila manusia ditunggui Roh Nurani maka nafsu Mutmainahnya akan menonjol, mengalahkan nafsu-nafsu lainnya.
Hati orang itu jadi tenteram, perilakunya pun baik dan terpuji. Air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu-ragu dalam menghadapi segala sesuatu, tidak protes bila ditimpa kesusahan. Suka, sedih, bahagia dan menderita dipandang sama.

5. Roh Kudus (Roh Suci) : Roh yang di bawah kekuasaan Roh Idofi juga. Roh ini mempengaruhi orang yang bersangkutan mau memberi pertolongan kepada sesama manusia, mempengaruhi berbuat kebajikan dan mempengaruhi berbuat ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.

6. Roh Rahmani : Roh dibawah kekuasaan roh idofi pula. Roh ini juga disebut Roh Pemurah. Karena diambil dari kata ”Rahman” yang artinya pemurah. Roh ini mempengaruhi manusia bersifat sosial, suka memberi.

7. Roh Jasmani : Roh yang juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Roh ini menguasai seluruh darah dan urat syaraf manusia. Karena adanya roh jasmani ini maka manusia dapat merasakan adanya rasa sakit, lesu, lelah, segar dan lain-lainnya. Bila Roh ini keluar dari tubuh, maka ditusuk jarumpun tubuh tidak terasa sakit. Kalau kita berhasil menjumpainya, maka ujudnya akan sama dengan kita, hanya berwarna merah.
Roh jasmani ini menguasai nafsu amarah dan nafsu hewani. Nafsu hewani ini memiliki sifat dan kegemaran seperti binatang, misalnya: malas, suka setubuh, serakah, mau menang sendiri dan lain sebagainya.

8. Roh Nabati : ialah roh yang mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan badan. Roh ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi.

9. Roh Rewani : ialah roh yang menjaga raga kita. Bila Roh Rewani keluar dari tubuh maka orang yang bersangkutan akan tidur. Bila masuk ke tubuh orang akan terjaga. Bila orang tidur bermimpi dengan arwah seseorang, maka roh rewani dari orang bermimpi itulah yang menjumpainya. Jadi mimpi itu hasil kerja roh rewani yang mengendalikan otak manusia. Roh Rewani ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Jadi kepergian Roh Rewani dan kehadirannya kembali diatur oleh Roh Idofi. Demikian juga roh-roh lainnya dalam tubuh, sangat dekat hubungannya dengan Roh Idofi.

Dari 9 roh yang mengajak meniti jalan spiritual adalah ruh yang ke-2 yaitu Roh Robbaniah. Roh inilah yang menerima pancaran cahaya Illahi. Roh inilah yang mengajak ingat pada Tuhan.

Sebagaimana disebutkan, "banyak jalan spiritual sebanyak jumlah manusia' namun dalam ajaran islam, Tuhan telah dawuh dalam Alqur'an yang artinya: "tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepadaKu".

Ibadah adalah merendahkan diri serta tunduk dan patuh kepada Allah SWT. Dengan cara menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. sedangkan tujuan ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah. Dengan mendekatkan diri pada Allah, manusia senantiasa diingatkan kepada hal-hal yang baik lagi suci.Sehingga akhirnya rasa kesucian seseorang menjadi kuat dan tajam yang akan membawa kepada budi pekerti yang baik dan luhur.  Siapakah yang mengajak kepada kesucian? dalam ilmu batin tak lain adalah Roh Robbani dan Roh Kudus (roh suci). Karena yang ingin disucikan adalah Roh, bukan jasad.

Manusia diciptakan dalam dua unsur yang tersusun, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Tubuh manusia berasal dari materi dan mempunyai kebutuhan-kebutuhan material. Materi yang dibutuhkan juga berasal dari unsur asalnya yaitu sari pati tanah, air dan udara. Sayur mayur, buah-buahan, kacang-kacangan, padi-padian yang tumbuh di tanah, binatang yang makan dari unsur tanah, ikan-ikan yang berasal dari air, dan sejenisnya merupakan makanan yang dibutuhkan jasmani. Sedangkan roh manusia bersifat immateri, juga mempunyai kebutuhan. Kebutuhannya juga bersifat ruhani, yang disebut spiritual. Sifatnya cenderung mengajak kepada kesucian. Menuntut disucikan. Suci dari keburukan material jasad. Kalau seseorang hanya mementingkan kematerian, maka ia mudah sekali dibawa hanyut oleh kehidupan yang tidak bersih, bahkan dapat dibawa hanyut kepada kejahatan. Karena tumbuh dan berkembangnya jasad ditunggangi nafsu-nafsu. Sedangkan kecenderungan nafsu mengajak pada hal-hal negative.

Spiritual yang dibutuhkan ruhani, tidak dapat dipenuhi secara langsung. Namun sedikit demi sedikit, setapak demi setapak sesuai kondisi kejiwaannya. Dalam tahap permulaan dituntun dengan latihan-latihan. Dalam islam ibadahlah yang memberikan latihan rohani yang diperlukan manusia itu. Semua ibadat yang ada dalam islam, Salat, Puasa, Haji dan Zakat bertujuan membuat roh manusia supaya senantiasa tidak lupa pada Tuhan, bahkan senantiasa dekat padaNya. Keadaan senantiasa dekat pada Tuhan sebagai zat yang maha suci, dapat mempertajam rasa kesucian seseorang. Diantara ibadat dalam islam, salatlah yang membawa manusia terdekat kepada Tuhan. Karena di dalam salat terdapat  dialog antara manusia dengan Tuhan. Dialog berlaku antara dua pihak yang saling berhadapan. Dalam dialog dengan Tuhan itu seseorang meminta supaya rohnya disucikan. Dialog ini wajib diadakan lima kali sehari. Dan kalau seseorang lima kali sehari dengan sadar memohon pensucian roh, dan ia memang berusaha ke arah yang demikian rohnya akan dapat menjadi bersih dan ia akan dijauhkan dari perbuatan-perbuatan tidak baik, apalagi dari perbuatan-perbuatan jahat. Sebagaimana doa ruku dan sujud yang dibaca berulang 3 kali. Doa ruku: Subhaana Rabbiyal 'Adziimi Wabihamdih, artinya: Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung dan dengan MemujiNya. Doa sujud: Subhaan Rabbiyal A'laa Wabihamdih, artinya Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan Dengan MemujiNya.

Esensi dari latihan keruhanian adalah mengikuti gerakan-gerakan dari dalam yang bersifat spontan. Banyak orang merasakan kesan yang tenang dan suatu kedalaman dari keterhubungan alami dengan kebijaksanaan, dirinya yang tertinggi, yang Illahi, atau Tuhan. Latihan merupakan suatu katalis (reaksi cepat) yang mengarah pada pengembangan karakter seseorang dan dapat menuntun kehidupan sehari-hari. Ia dapat memperkuat intuisi atau guru di dalam diri. Biasanya, proses transformasi ini berlangsung secara bertahap dan terpadu dengan kebutuhan-kebutuhan praktis dari hidup kita. Di dalam mensucikan ruh bukan hanya latihan-latihan spiritual. Tetapi juga dengan akhlak, perbuatan yang baik, budi pekerti yang luhur dan beramal shaleh. Shalat itu erat kaitannya dengan pendidikan akhlak. Karena di dalam shalat kita dididik untuk melatih moral kita agar berbuat kebaikan sesama manusia dan juga sholat dapat mencegah orang dari perbuatan jahat dan tidak baik. Seperti ayat Al-quran surat Al-Ankabut ayat 45 yang artinya: "Salat mencegah orang dari perbuatan keji dan munkar".

Puasa, haji, Zakat

Puasa juga merupakan pensucian roh. Di dalam berpuasa seseorang harus menahan hawqa nafsu makan, minum, seks dan menahan rasa amarah, serta perbuatan-perbuatan kurang baik lainnya, seperti berkata-kata kotor atau mengumpat. Latihan jasmani dan rohani disini bersatu dalam usaha mensucikan roh manusia.

Rosulullah bersabda yang artinya: "jadi puasa yang tidak menjauhkan manusia dari ucapan dan perbuatan tidak baik tidak ada gunanya. Orang yang demikian tidak perlu menahan diri dari makan dan minum, karena puasanya tidak berguna." Ibadah haji juga merupakan pensucian roh. Dalam mengerjakan haji di Makkah, orang berkunjung ke Baitullah. Sebagaimana dalam sholat orang di sini juga merasa dekat sekali dengan Tuhan. Usaha pensucian roh di sini disertai oleh latihan jasmani dalam bentuk pakaian, makanan dan tempat tinggal sederhana. Selama mengerjakan haji perbuatan-perbuatan tidak baik harus dijauhi. Di dalam haji terdapat pula latihan rasa bersaudara antar semua manusia, tiada beda antara kaya dan miskin semua sederajat.

Zakat, sungguhpun itu mengambil  bentuk mengeluarkan sebagian dari harta untuk menolong fakir miskin dan sebagainya juga merupakan pensucian roh. Di sini roh dilatih menjauhi kerakusan pada harta dan memupuk rasa bersaudara, rasa kasihan dan suka menolong anggota masyarakat yang berada dalam kekurangan.

Sumber:

Tabloid Posmo

Wed, 19 Jun 2019 @08:21


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno