image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Mengenal Ketokohan Sunan Blongsong di Bumo, Bojonegoro, Jatim. (Dipercaya Salah Satu Putra Sunan Kalijaga)

image

Gaung suara tahlil dan gema shalawatan di bawah pohon beringin besar dan pohon kepoh raksasa depan bangunan makan itu dihadiri segenap Muspicam dan dipimpin langsung Camat Burno M. Hariyanto, MM bersama-sama masyarakat desa Blongsong. Sebelum melakukan doa, tahlil dan tabur bunga, Camat Burno mengatakan bahwa salah satu tuuan ziarah ke makam leluhur yang ada di Kabupaten Bojonegoro termasuk ke Sunan Blongsong ini. Lalu siapakah tokoh yang sumare di makam yang d gelari nama Sunan Blongsong ini? Bagaimana sejarah ketokohannya juga karomahnya?

Menurut legenda rakyat yang dipercaya hingga kini, serta dikutip dalam buku Bunga Rampai Sejarah Bojonegoro pada tahun 1527. Sejarah desa Blongsong tak lepas dari serombongan orang dari tlatah barat yag belum dikenal. Menurutnya seorang yang dimaksud adalah anak dari Sunan Kalijaga yang berasal dari Kerajaan Mataram Islam (1527-1681) berkedudukan sebagai Adipati, yang terusir dan menyembunyikan diri karena konflik antar punggawa kerajaan karena adanga campur tangan pihak kompeni Belanda, dalam penyamarannya menggunakan nama Banu Sumitro.

Konon menurut cerita rakyat yang dipercaya sampai hari ini, Sunan Blongsong ini orang pertama kali yang menyebarkan ajaran islam, saat itu daerah tlatah Burno (aseli dari Bowerno nama yang dicatat pihak Belanda) yang masih menganut ajaran leluhur yang percaya animisme dan dinamisme. Kedatangan Banu Sumitro ini lambat laun, mampu merubah tatanan perilaku dan kepercayaan dari polytheisme menjadi monotheisme yaitu percaya adanya satu Tuhan, Qulhu Allahu Ahad, Allahu Shomad, Lam Yalid Walam Yuulad, Walam Yakun Lahuu Kufuwwan Ahad.

Mbah Banu Sumitro akhirnya menetap di desa Blongsong, setelah meninggal makamnya dikenal dengan nama Sunan Blongsong, makam aselinya terkena terobosan digunakan jalan rel KA, mereka beranggapan sebagai Sunan yang telah membimbing mereka kejalan yang benar. Banu Sumitro membangun Rumah tangga dan salah satu keturunannya menjabat Bupati Madiun beberapa tahun lalu, hal ini terdapat dalam sederet makam berjejer rapi dan berkeramik putih dan adanya plakat pembangunan gerbang pintu masuk makam.

Mitos Ular Naga dan Mbakyu Kemben Ijo

Untuk menuju komplek makam Sunan Blongsong dari arah timur atau Babat berhenti 300an meter dari pasar Pasinan Burno ke Selatan sekitar 400 meter. Kalau dari arah Bojonegoro turun sebelum pasar Pasinan belok arah kanan. Naha disebuah siang usai Jumatan minggu lalu, ditemani Riyanto guru sejarah SMA tanpa hambatan langsung markir motor di bawah pintu gerbang makam yang diyakini masih sakral.

Bayangan awal berkebalikan dengan yang dipikirkan, setelah beberapa langkah di dalam makam, ada sederet makam putih tertulis turunan langsung Mbah Sunan. Ada kelucuan yang terlihat ada suatu makam bersih, rapih beraura adem ada tulisan nama WARISAN Wafat 23 nopember 2006, eEe... Jangan-jangan warisane akeh Cak Ri, kelakar Posmo pada guru muda tersebut sambil senyum sendiri.

"Assalaamu'alaikum pak!" sapa wartawan Posmo pada lelaki hitem gendut yang lesehan di amben pring bawah pohon bringin raksasa dan kepoh, yang berusia ratusan tahun. Setelah dipersilahkan ke halaman bangunan oleh Cak Karsi, karena makam terkunci di dalamnya bersemayam 7 nisan, 2 berukuran makam normal dan 5 berukuran agak kecil. Setelah berkonsentrasi, Posmo mengucap doa-doa guna menyapa dan meminta izin mendeteksi tlatah ini. Seperksekian waktu ada keheningan, ada desis, ada suara srek srek, layak daun bertebrangan. Beberapa saat kejadian itu terulang semakin jelas, akhirnya kembali hening.



Sun, 13 Oct 2019 @20:11


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno