image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Syekh Taqiyyuddin An-Nabhani

image

Sejak kecil Syekh Taqiyuddin mendapat didikan ilmu syariah dan agama di rumah dari ayahnya dan datuk (kakek buyut)nya. Ayahnya adalah seorang syekh yang faqih fiddin (arif dalam agama) serta seorang pengajar ilmu-ilmu syariah di Kementerian Pendidikan Palestina.

Datuknya telah mengajarkan hafalan Alquran, sehingga ia bisa hafal Alquran seluruhnya sebelum aqil baligh. Ibunya juga menguasai beberapa cabang ilmu syari'ah, yang diperolehnya dari ayahnya, Syekh Yusuf bin Ismail bin Yusuf An-Nabhani.

Di samping itu Syekh Taqiyuddin juga mendapatkan pendidikan di sekolah-sekolah negeri, seperti saat sekolah dasar di daerah Ijzim. Pertumbuhan Syekh Tqiyuddin dalam suasana keagamaan yang cukup kental itu, ternyata berpengaruh besar dalam pembentukan kepribadian dan pandangan hidupnya.

Sebelum menamatkan sekolahnya di Akka, ia telah bertolak ke Kaherah untuk meneruskan pendidikannya di universitas Al-Azhar, hasil dorongan datuknya, Syekh Yusuf An-Nabhani. Syekh Taqiyuddin kemudian meneruskan pendidikannya di Tsanawiyah Al-Azhar pada tahun 1928 dan pada tahun yang sama, ia meraih ijazah dengan predikat cemerlang.

Lalu, ia melanjutkan pendidikannya di Kulliyah Darul Ulum yang saat itu merupakan cabang Al-Azhar. Di samping itu, ia banyak menghadiri halaqah-halaqah ilmiyah di Al-Azhar yang diikuti oleh Syekh-Syekh Al-Azhar. Seperti Syekh Muhammad Al-Hidir Husain, Seperti yang disarankan oleh daruknya. Hal itu dimungkinkan karena sistem pengajaran lama Al-Azhar membolehkannya.

Ia pun menarik perhatian kawan-kawannya, karena kecermatannya dalam berpikir dan kuatnya berpendapat. Serta hujjah yang ia lontarkan dalam perdebata-perdebatan dan perbincangan-perbincangan fikriyah. Yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga imu yang saat itu di Kaherah dan di negeri-negeri Islam Lainnya.

Syekh Taqiyuddin menamatkan kuliahnya di Darul ulum pada tahun 1932. Pada tahun yang sama, ia menamatkan kuliahnya di Al-Azhar Asy-Syarif. Kemudian, ia aktif menghadiri halaqah-halaqah mefeka mengenai bahasa Arab, dan ilmu-ilmu syari'ah seoerti fiqih, sjsul fiqih, hadits, tafsir, tauhid dan sebagainya.

Dalam forum-forum halaqah ilmiah tersebut, An-Nabhani dikenali oleh kawan-kawan dan sahabat-sahabat terdekatnya dari kalangan Al-Azhar sebagai seseorang dengan pemikiran yang genius, pendapat yang kukuh, pemahaman dan pemikiran yang mendalam, serta berkemampuan tinggi untuk meyakinkan orang dalam perdebatan-perdebatan dan perbincangan-perbincangan fikriyah. Dengan demikian juga, ia sangat bersungguh-sungguh, tekun, dan bersemangat dalam memanfaatkan waktu guna menimba ilmu dan belajar.

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Syekh Taqiyuddin kembali ke Palestina untuk kemudian bekerja di Kementerian Pendidikan Palestina sebagai guru di sebuah sekolah menengah kerajaan di Haifa. Di samping itu, ia juga mengajar di sebuah Madrasah Islamiyah di Haifa.

Syekh Taqiyyuddin telah meninggalkan kitab-kitab penting yang dapat dianggap sebagai kekayaan pemikiran yang tidak ternilai harganya. Karya-karya ini menunjukkan bahwa Syekh TaqiyyuddinAn-Nabhani merupakan seorang yang mempunyai pemikiran bijak dan beranalisis yang cermat.

Karya-karya Syekh Taqiyyuddin yang paling terkenal dan yang memuat pemikiran dan ijtihadnya. Diantaranya Nizhamul Islam, At Takatul Al Hizbi, Mahafim Hizbut Tahrir, An Nizhamul Iqthishadi fil Islami, Nizhamul Hukum fil Islam.

Thu, 19 Sep 2019 @20:22


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno