image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Meneliti di Jalan Spiritual Menyelam di Kedalaman Roh Ruhani

image

Menurut sifatnya, rohani berasal dari kata roh, yaitu yang menjadikan segala sesuatu itu hidup. Hidupnya Roh Rohani karena mendapat sawab dari roh utama, yaitu Roh Idhofi, dalam kebatinan jawa disebut Roh Ilapi. Rohani secara maknawi artinya kedalaman hati atau kedalaman qalbu.

Dengan adanya Roh Rohani ini, manusia memiliki kehendak, keinginan. Pada suatu waktu menyukai sesuatu, namun dilain waktu ia tidak menyukainya. Roh ini yang menghidupkan nafsu-nafsu, sehingga manusia berbuat sesuatu sesuai dorongan nafsunya. Terkadang berbuat baik, di waktu yang lain berbuat jahat. Jika kebaikannya yang kuat/menonjol, Muthmainnahnya mendominasi, maka keruhaniannya tinggi dan spiritualnya dalam.

Roh Rohani adalah Roh yang menghidupkan nafsu-nafsu. kalau manusia ditinggalkan oleh Roh Rohani ini, maka manusia itu tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia itu dikendalikan oleh Roh Rohani. Maka, kalau manusia sudah bisa mengendalikan oleh Roh Rohani ini dengan baik, ia akan hidup dalam kemuliaan. Dimanakah kemuliaannya itu? Manusia terjaga dari berbuat maksiat, jauh dari perbuatan angkara murka, jauh dari rakus, pek pinek (mengambil yang bukan miliknya), senantiasa berbuat baik, berlaku makruf, amal shaleh, saling mengasihi dan menyayangi, sehingga dihormati orang lain dan disayang oleh penduduk langit.

Roh Rohani ini sifatnya selalu mengikuti penglihatan yang melihat, kemana pandangan kita tempatkan, di situ Roh Rohani berada. sebelum kita dapat menjumpainya, terlebih dahulu kita akan melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang-kunang, setelah cahaya-cahaya itu menghilang, barulah muncul Roh Rohani itu.

Roh Rohani adalah Roh yang mengendalikan 4 jenis nafsu, yaitu diantaranya: 1). Nafsu Lawwamah (Aluamah), 2). Nafsu Amarah, 3). Nafsu Supiyah, dan 4). Nafsu Muthmainnah.

Nafsu atau kehendak merupakan dorongan yang mempengaruhi manusia untuk melakukan aktivitas atau kegiatan terhadap respon atau rangsangan yang berasal dari luar tubuh manusia.

1. Nafsu Alluwwamah artinya nafsu serakah. Pada dasarnya manusia itu memiliki sifat serakah, apabila nafsunini mendapat getaran Roh Rohani, maka sifat serakahnya muncul. Kemunculan nafsu ini dipancing oleh pancaindera, seperti penglihatan dan pendengaran, yang menyaksikan harta benda, kemegahan, dan sejenisnya. Jika nafsu ini tidak dikendalikan, maka ia berusaha menguasai dan memiliki harta benda sehingga ingin hidup makmur sampai tujuh turunan.

Nafsu ini disimbolkan dengan warna hitam, sebagai perwujudan kulit, warna tanah. Secara ilmiah sifat Aluwwamah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan tanah sebagai salah satu sumber kehidupan. Dengan kata lain, manusia yang berasal dari tanah makanannya adalah zat tanah. Segala sesuatu yang berasal dari tanah, dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung zat tanah.

2. Nafsu Amarah

Jika nafsu ini mendapat siraman Roh Rohani, maka kemarahan seseorang akan bangkit. Sesabar apapun seseorang, ia dapat marah besar, tergantung dari pemicunya. Apabila manusia hanya mengutamakan hawa nafsunya amarahnya saja, tentu akan selalu merasa ingin menanh sendiri dan selalu ribut/ bertengkar dan akhirnya akan kehilangan kesabaran. Oleh karena itu, sabar dan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT adalah tali untuk mengendalikan nafsu ini.

Nafsu amaran ini disimbolkan warna merah sebagai peewujudannya darah merah dan api. Jadi, sesabar apapun manusia di dalam dirinya terdapat sifat amarah. Apabila diganggu orang lain teramat sangat, dan jika tidak dapat dibendung lagi maka ia akan marah.

Secara ilmiah sifat amarah itu menjadi pertanda bahwa setiap manusia hidup membutuhkan api sebagai salah satu sumber kehidupan. Dengan kata lain, manusia tidak ada api dalam tubuhnya, maka akan mati membeku. Dengam begitu dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung api/suhu panas.

3. Nafsu Supiah

Artinya keindahan, manusia itu pada umumnya senang dengan hal-hal yang bersifat indah. Misanya pemandangan, lukisan, perhiasan, gedung megah, rumah bagus, wanita cantik (bagi pria), pria tampan (bagi wanita), surga dan lainnya.

Nafsu Supiyah sebagai perwujudan sahabat hidup manusoa yang selalu menginginkan dan mengajak manuisa kearah pemujaan terhadap kemegahan, kemewahan harta dan benda duniawi saja.

Nafsu ini di simbolkan warna kuning. Jadi seorang alim apapun di dalam dirinya ada keinginan duniawi/kaya walaupun 0,1% saja. Oleh katena itu jangan munafik dengan harta dunia.

Sifat Supiyah itu disimbolkan dengan angin. Sebagai pertandanya bahwa setiap manusia hidup membutuhkan angin/udara O2. Dengan kata lain manusia jika tidak menghirup udara, maka akan mati. Oleh karena itu dapat dipastikan di dalam tubuh setiap orang mengandung undara.

4. Nafsu Muthmainnah

Artinya keutamaan atau kebajikan. Apabila nafsu ini mendapat sorotan cahaya Roh Rohani, maka manusia menjadi bijaksana. Suka bersedekah, berderma, amal sholeh, beribadah, berbuat kebaikan, menolong  orang lain dan sejenisnya. Namun bila melebihi batas, tentu saja tetap tidak baik.

Contohnya memberi uang kepada orang kekurangan itu baik dan bagus. Namun apabila memberikan  semua uangnya sehingga diri sendiri menjadi kekurangan , jelas itu bukan hal yang baik.

Nafsu Muthmainnah sebagai perwujudan sahabat hidup manusia yang selalu menginginkan dan mengajak manusia mengutamakan ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Nafsu ini disimbolkan warna putih sebagai perwujudannya darah putih. Jadi sejahat apapun manusia di dalam dirinya ada keinginan untuk berbuat baik. Prinsipnya tidak ada orang jahat itu 100% jahatnya. Walau hanya 1%, pasti ada baiknya.

Secara Ilmiah Muthmainnah itu sifat air, dalam hal ini bahwa setiap manusia hidup membutuhkan air sebagai salah satu sumber kehidupannya. dengan kata lain, manusia tidak minum air maka akan mati. Dapat dipastikan di dalam tubuh tiap manusia mengandung air. Secara ilmu geologi bumi ini salah satu faktor yang harus ada adalah air.

Nafsu dalam bahasa jawa berarti karep atau kehendak. Nafsu ada karena manusia terlahir di dunia atau karono jagat. Dalam ajaran jawa, jenis nafsu yang empat itu diurai menjadi 9 macam. Yang semuanya memiliki tempat sendiri-sendiri di dalam tubuh manusia.

Sembilan jenis nafsu tersebut, yaitu: Aluwwamah bertempat di Lambung, Nafsu Amarah bertempat di Jantung dan Paruh, Muthmainnah bertempat di Ampela, Nafsu Supiyah bertempat di Hati, Nafsu Rodiah bertempat di Pusar, Nafsu Latifatussiri bertempat di sekujur tubuh, Nafsu Latifatus Sabaiyah bertempat di Kelenjar Tiroid, dan yang ke sembilan adalah Nafsu Kamilah yang bertempat di Otak.

Nafsu Kamilah adalah nafsu yang sudah dileremkan, namanya kamil, bila lebih bening lagi namanya kamil mukamil, artinya sempurnanya sempurna. Makanya nafsu yang sudah mampu di kendalikan disebut dengan nafsu kamilah menjadi kamil, jika lebih terang lagi disebut kamil mukamil, artinya kesempurnaan. Jika seseorang sudah mampu mengendalikan nafsu akan mendapatkan kesempurnaan dalam kehidupannya, yang akhirnya mendapatkan kebahagiaan.

Itulah nafsu-nafsu yang dihidupkan oleh Roh Rohani. Apabila roh ini tidak memiliki daya/kekuatan, artinya roh ini akan meninggalkan manusianya, maka manusia itu tidak memiliki nafsu lagi. Karena nafsu-nafsu tersebut tidur, bahkan mati. Jika manusia kehilangan nafsu-nafsunya, maka hilanglah semangatnya.  Karena nafsu manusia menjadi tenaga penggerak yang seirama dengan fungsi nafsu-nafsu tersebut.

Roh Rohani inilah yang merupakan sarana Tuhan untuk mengilhamkan Qalbu manusia di dalam menggunakan insting memilih jalan negatif atau jalan positif. Dalam Al-qur'an, disebutkan dalam surat Asy-Syams ayat 8 yang artinya "Maka Allah SWT mengilhamkan kepada jiwa itu jalan kefasikan dan ketaqwaannya".

Demikian penjelasan tentang Roh Rohani yang ke-3 yang terdapat di dalam jiwa manusia.

Tue, 24 Sep 2019 @08:02


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno