image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Kisah Pandawa-Kurawa Dewi Banuwati Semakin Memikat bagi Aswatama

Sejenak hening di sekitar mereka. Aswatama membiarkan saja perasaan Banuwati melayang-layang. Namun Aswatama sudah tahu, apa pikiran yang membayang dirongga kepala Banuwati. Tetapi tak lama suasana hening itu berlangsung, kemudian Banuwati memecahlan kesunyian.

"Bila begitu yang akan terjadi, apapun yang menurut Rama Prabu Salya lakukan, hendaknya dilakukan. Tetapi yang aku sesalkan, kenapa baru sekarang Kanda Prabu hendak berdamai setelah kekalahan nampak dipelupuk matanya. Perdamaian yang sebelumnya telah membawa banyak korban!" Sejenak Dewi Banuwati terdiam, kemudian ia menyambung. "Tetapi baiklah, Aswatama, kapan kita hendak berangkat?"

"Sinuwun Prabu Duryudana tidak mau membuang-buang waktu lagi. Malam ini juga hamba dititahka untuk segera mengantarkan Kusuma Dewi kehadapannya". Jawab Aswatama setelah menarik nafas panjang. Kelegaan memenuhi dadanya, setelah sekian lama merasa tertindih beban yang begitu berat.

"Kita perlu pengawal untuk perjalanan malam ini Aswatama!"

"Tidak perlu Gusti Ratu, ini akan memperlambat perjalanan kita, sedangkan malam terus berjalan dan akan semakin larut bila waktu dibuang untuk mempersiapkan segala sesuatu. Toh besok kita sudah kembali lagi ke Astina". Berpikir tangkas Aswatama segera menolak usul yang disampaikan Dewi Banuwati. "Baiklah Aswatama, kita pergi sekarang!"

Maka dengan persiapan singkat, Dewi Banuwati berganti busana dan segera menaiki kuda. Dan Aswatama menaiki kudanya pula. Tak kecurigaan apapun ketika mereka melewati penjagaan demi penjagaan, pengawalan terakhirpun telah melepasnya. Dan tak terasa malam semakin merambat dan perjalanan mereka semakin cepat. 

Batas negara telah terlewat dan sawah kemudian ladang pegagan sudah mereka lalui. Hujan yang turun sore tadi telah lama reda, langit hanya menyisakan awan bergumpal di sana sini. Namun, sebagian masih menampakkan bintang-bintang yang berkelipan malu-malu. Kemudian tibalah mereka di padang perdu dan kemudian hutan dengan tumbuh kayu besar yang makin pepat. Dan malam semakin merambat larut, sementara perjalanan terus berlanjut.

 

 

Bersambung.......


Sat, 28 Sep 2019 @10:55


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno