image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Meniti Jalan Spiritual Menuntut Disucikan dari Material Jasad

Sebagaimana yang disebutkan, banyak jalan spiritual sebanyak jumlah manusia. Namun dalam ajaran Islam, Tuhan telah dawuh dalam Al-Qur'an yang artinya: "tidak kuciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku".

Ibadah adalah tunduk dan patuh kepada Allah SWT dengan cara menajalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Sedangkan tujuan ibadah adalah mendekatkan diri kepada Allah, manusia senantiasa diingatkan kepada hal-hal yang baik lagi suci. Sehingga akhirnya rasa kesucian seseorang menjadi kuat dan tajam yang akan membawa kepada budi pekerti yang baik dan luhur.

Siapakah yang mengajak pada kesucian? Dalam ilmu kebathinan, tidak lain adalah Roh Robbani dan Roh Kuddus (Roh Suci). Karena yang ingin disucikan adalah Roh, bukan Jasad.

Manusia diciptakan dalam dua unsur yang tersusun, yaitu unsur jasmani dan unsur rohani. Tubuh manusia berasal dari materi dan mempunyai kebutuhan-kebutuhan material. Materi yang dibutuhkan, juga berasal dari unsur asalnya, yaitu sari pati tanah, air dan udara. Sayur mayur, buah-buahan, kacang-kacangan, padi-padian yang tumbuh di tanah, binatang yang makan dari unsur tanah, ikan-ikan yang berasal dari air, dan sejenisnya merupakan makanan yang dibutuhkan jasmani.

Sedangkan Roh manuisa bersifat immateri, juga mempunyai kebutuhan. Kebutuhannya juga bersifat Rohani, yang disebut spiritual. Sifatnya yang cenderung mengajak kepada kesucian. Menuntut disucikan, suci dari keburukan material jasad. Kalau seseorang hanya mementingkan kematerian, maka ia mudah sekali dibawa hanyut oleh kehidupan yang tidak bersih, bahkan dapat dibawa hanyut kepada kejahatan. Karena tumbuh dan berkembangnya jasad ditunggangi nafsu-nafsu, sedangkan kecenderungan nafsu mengajak pada hal-hal negative.

Spiritual yang dibutuhkan rohani, tidak dapt dipenuhi secara langsung. Namun sedikit demi sedikit, setapak demi setapak sesuai kondisi kejiwaannya. Dalam tahap pemulaan di tuntun dengan latihan-latihan. Dalam Islam ibadahlah yang memberikan latihan rohani yang diperlukan manusia itu. Semua ibadah yang ada dalam Islam, seperti shalat, puasa, zakat dan haji adalah cara untuk mendekatkan diri pada Tuhan-Nya dan bertujuan agar membuat roh manusia supaya senantiasa tidak lupa pada Tuhan-Nya, bahkan senantiasa selalu dekat kepada-Nya. Keadaan senantiasa dekat pada Tuhan sebagai Zat Yang Maha Suci, dapat mempertajam rasa kesucian seseorang.

Di antara ibadah dalam Islam, shalatlah yang membawa manusia terdekat kepada Tuhan, karena di dalam shalat terdapat dialog antara manusia dengan Tuhan. Dialog berlaku antara dua pihak yang saling berhadapan, dalam dialog dengan Tuhan itu seseorang meminta supaya rohnya disucikan. Dialog ini wajib diadakan lima kali sehari, dan kalau seseorang lima kali sehari dengan sadar memohon pensucian roh, dan ia memang berusaha ke arah yang demikian, rohnya akan dapat menjadi bersih dan ia akan dijauhkan dari perbuatan-perbuatan tidak baik, apalagi dari perbuatan-perbuatan jahat.

Sebagaimana doa ruku dan sujud yang dibaca berulang 3 kali. Doa ruku': Subhaana robbiyal 'adhziimi wabihamdihi. Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Agung dan Dengan Memuji-Nya. Doa Sujud: Subhaana Rabbiyal a'alaa Wabihamdihi, Artinya: Maha Suci Tuhanku Yang Maha Tinggi dan dengan Memuji-Nya.

Esensi dari latihan kerohanian adalah menikuti gerakan-gerakan dari dalam yang bersifat spontan. Banyak yang merasakan kesan yang tenang dan suatu kedalaman dari keterhubungan alami dengan kebijaksanaan, dirinya yang tertinggi, yang illahi atau Tuhan. Latihan merupakan suatu katalis (reaksi cepat) yang mengarah kepada pengembangan karakter seseorang dan dapat menuntun kehidupan sehari-hari. Ia dapat memperkuat intuisi atau guru di dalam diri. Biasanya, proses transformasi ini berlangsung secara bertahap dan terpadu dengan kebutuhan-kebutuhan praktis dari hidup kita.

Di salam mensucikan ruh bukan hanya latihan-latihan spiritual. Tetapi juga dengan akhlak, perbuatan yang baik, budi pekerti yang luhur, dan beramal shaleh. Shalat itu erat kaitannya dengan pendidikan akhlak. Karena di dalam shalat, kita dididik untuk melatih kita agar berbuat kebaikan sesama manusia dan shalat juga dapat mencegah orang dari perbuatan jahat dan tidak baik. Seperti ayat Al-qur'an surat Al-Ankabut ayat 45, yang artinya: "Shalat mencegah orang dari perbuatan jahat dan tidak baik".

 

Puasa, Zakat dan Haji

Puasa juga merupakan pensucian roh. Di dalam berpuasa seseorang harus menahan hawa nafsu makan, minum, seks dan menahan rasa amarah serta perbuatan-perbuatan kurang baik lainnya, seperti berkata-kata kotor atau mengumpat. Latihan jasmani dan rohani disini bersatu dalam usaha mensucikan roh manusia.

Rosulullah SAW bersabda, yang artinya: "Jadi puasa yag tidak menjauhkan manusia dari ucapan dan perbuatan tidak baik dan tidak ada gunanya. Orang yang demikian tidak perlu menahan diri dari makan dan minum, karena puasanya tidak berguna".

Zakat, sungguhpun itu mengambil bentuk mengeluarkan sebagian dari harta untuk menolong fakir-miskin dan sebagainya juga merupakan pensucian roh. Disini roh dilatih menjauhi kerakusan pada harta dan memupuk rasa bersaudara, rasa kasih sayang dan tasa tolong menolong anggota masyarakat yang berada dalam kekurangan.

Ibadah haji juga merupakan pensucian roh. Dalam menjalankan haji di Mekkah, orang berkunjung di Baitullah, sebagaimana dalam shalat, orang disini juga merasakan dekat sekali dengan Tuhan. Usaha pensucian roh disini disertai oleh latihan jasmani dalam bentuk pakaian, makanan dan tempat tinggal sederhana. Selama mengerjakan haji perbuatan-perbuatan tidak baik harus dijauhi. Di dalam haji terdapat pula latihan rasa bersaudara antar semua manusia, tiada beda antara kaya dan miskin, semua detajat sama.

Sat, 26 Oct 2019 @16:51


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno