image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Meniti Jalan Spiritual Zikir Suwul Jemput Fenomena Gaib

image

Pengertian mujahadah secara umum adalah berjuang, bersungguh-sungguh, berperang melawan musuh. Menurut istilah ahli hakikat adalah memerangi nafsu bis-suu' (nafsu jahat). Mujahadah dilakukan dengan riyadhoh, yaitu latihan penyempurnaan diri secara terus menerus melalui zikir dan pendekatan kepada Allah SWT, dalam istilah kebatinan disebut semadi.

Jadi, semadi merupakan jalan pendekatan kepada Tuhan, mendekatkan diri pada Allah SWT merupakan perintah. Sebagaimana disebutkam dalam surat Al-maidah, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan siri kepada-Nya, dan berjihadlah pada jalan-Nya supaya kamu mendapat keberuntungan".

SEMEDI

Semedi adalah pemusatan pikiran dan perasaan (dengan meniadakan segala hasrat jasmaniah). Kirata bahasa semadi diambil dari istilah Jawa, "Emeleh kanti manunggal marang sang hyang widi", atau secara garis besarnya semadi adalah proses untuk penyatuan jiwa dan pikiran kepada sang pencipta dengan penuh rasa tawaduk dan khidmat mengharapkan karunia, maupun berkah dari Tuhan Pencipta Alam.

Jadi, yang disatukan dengan Tuhan adalah jiwa dan pikiran. Buka penyatuan secara fisik, yang menyangkut jiwa dan pikiran adalah rasa. Dengan begitu, ritual batin merupakan ritual rasa. Rasa jiwa dan fikiran, perjalanan jiwa atau rohani, karenanya sulit didefinisikan, namun sangat nyata dirasakan.

Ritual semedi terlebih dahulu diawali dengan berbagai ibadah atau bacaan-bacaan zikir, atau amalan untuk menunjang dalam kesempurnaan semedinya. Syarat yang harus dilakukan dalam semedi adalah mandi terlebih dahulu untuk membersihkan bagian luar jasad, dan mensucikan bagian dalam jasad. Kemudian manjalankan shalat hajat, tahajjud atau shalat batin. Setelah shalat, dilanjutkan membaca wirid/zikir atau bacaan amalan sesuai petunjuk.

Setelah menyudahi berzikir, baru kemudian melakukan latihan pernafasan. Biasanya proses ini dilakukan disaat pertengahan malam atau sileping jalmo, karena dibutuhkan suasana yang benar-benar hening untuk mencapai puncak kesempurnaan.

Tahap awal dalam menjalani semedi, berusaha melakukan keselarasan pikiran dan hati atau disebut ning nong ning gung, artinya mengheningkan hati, menenangkan pikiran, manembah kepada Yang Maha Agung. Tanpa ada keselarasan pikiran dan hati tidak akan menemukan irama yang pas, sehingga susah terhanyut kedalam lantunan zikir-zikir yang keluar dari kantunan qolbu.

Tahap berikutnya adalah melakukan pati roso dengan menutup sembikan lubang yang ada dijasad kita. Pati roso atau mematikan rasa adalah syarat mutlak untuk mencapai keberhasilan di dalam semedi. Karena dengan mematikan rasa, maka akan mencapai ketenangan dalam bersemedi.

Untuk latihan awal bisa dilakukan ditempat gelap yang banyak nyamuknha, cobalah duduk berkonsentrasi sampai merasakan gigitan nyamuk tidak terasa. Bahkan merasa nyaman tidak terganggu adanya gangguan nyamuk tersebut. Meskipun merasakan namun lebih merasakan nikmatnya menjelajahi dimensi batin dengan lantunan zikir-zikir batin.

Untuk mendapatkan keselarasan, ada teoriyang menganjurkan latihan membaca bacaan, seperti al-quran, kitab atau buku dalm situasi ramai. Bila tidak terganggu konsentrasinya di dalam membaca, maka sudah berhasil melawan gangguan dari hawa luar.

Ada juga melatih pati roso dengan memfokuskan pendengaran dengan mendengarkan suara yang volumenya paling rendah diantara volume suara paling tinggi. Seperti mendengarkan suara detikkan di jam dinding, atau yang lebih halus lagi adalah mendengarkan detak jantungnya sendiri. Hal ini tujuannya agar dalam proses semedi tidak terjebak oleh gangguan-gangguan dari luar yang bisa mengagalkan proses semedi. Karena disaat semedi, benar-benar merasakan buta, tuli, lupa kalau memiliki jasad fisik, yang ada hanya cipta tunggal (konsentrasi total). Saat itu seakan hidup dalam proses matinya jasad, disitulah yang dinamakan "mati sak jroning urip", merasakan hidup yang sesungguhnya di dalam matinya rasa jasad kita.

Proses semedi, duduk besila, mata dipejamkan, lidah dilipat ke atas (ujung lidah menyentuh langit-langit), bibir mingkem, tangan sedekap atau diletakkan di atas kedua paha, kemudian konsentrasi, menenangkan hati dan mengosongkan  pikiran. Setelah semua tenang, baru kemudian mengatur pernapasan, mengatur keluar masuknya napas. Diusahakan saat menarik napas dan mengeluarkan napas sepelan mungkin.

Setelah keluar masuknya napas seirama, baru diisi zikir. Zikir sirri, tanpa suara. Banyak kalimat zikir yang biasa dibaca. Namun utamanya zikir ruh dan rasa. Yaitu ketika menarik napas, menyebut Huu...., saat mengeluarkan napas menyebut .. ALLAAh. Zikir demikian harus dilakukan terus menerus.

Zikir yang mengikuti alurnya napas ini, disebut zikir Suwul. Artinya zikir menelan, Suwul (bahasa Jawa) artinya menelan. Ada banyak macam zikir Suwul. Maknanya, kalimat zikir ditelan dimasukkan pada titik tertentu. Misalnya hati, mata ajna, hilangnya nafsu dan lainnya.

Macam zikir Suwul, diantaranya:

1. Zikir dari ketenangan bernafas (Zikir Suwul),

2. Zikir dari pemusatan dan berdiri diantara kedua alis/mata ajna, disebut zikir suwul Islah.

3. Zikir dengan hilangnya keilmuwan atau kepandaiannya, dinamakan Zikir Islah Ru'yah.

4. Zikir dengan hilangnya segala nafsunya, dinamakan zikir Suwul ngeski.

5. Zikir dengan hilangnya segala keadaan yang ada hanyalah tinggal wujudullah, di dalam tempat isbat yaitu keadaan yang nyata di dalam Dzatullah yang disebut shalat tanpa waktu, segala puji tanpa tiada henti, syahadat tanoa asyhadu, yang ada shalat dhaim, zikir daim dari mulai selembar rambut dan seluruh badannya memuji, menyatu manunggal dengan Allah. Inilah dinamakan Zikir Naqsabandiyah. Proses ini harus diimbangi dengan sabar. Mengurangi makan dan tidur, menahan nafsu karena bisa menghilangkan kekuatan batin, mencegah sifat keragu-raguan, karena bisa membikin hati gelap dan pemikiran yang kurang terang. Dan menghikangkan sifat iri, dengki, karena merupakan musuhnya kekuatan gaib. Pada akhirnya nanti, dalam proses semedi akan banyak mengalami fenomena yang tidak pernah dilihat atau mendengar sesuatu yang belum didengar. Apa yang dilihat dan atau didengar itulah yang disebut pengalaman gaib.

Tue, 5 Nov 2019 @10:47


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno