image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Kisah Syekh Jumadil Qubro Menyebarkan Islam di jawa Mendapat Bantuan Sultan Turki dan Syekh Subakir

Di indonesia Syekh Jumadil Qubro memiliki keturunan yanh mampu mengubah pulau jawa penduduknya beragama Islam. Keturunannya adalah Sunan Ampel (Raden Rahmat) dan Sunan Giri (Raden Paku) konon adalah cucunya. Bagi sunan Bonang dan Sunan Drajad, Syekh Jumadil Qubro adalah Buyutnya. Sementara Sunan Kudus adalah cicitnya (ketrurunan keempat). 

Sasaran kegiatan dakwahnya yang pertama kali adalah di lingkungan kerajaan majapahit, yaitu daerah Trowulan, Mojokerto. Karena memiliki hubungan langsung dengan raja dan para bangsawan.

Selama berdakwah di Nusantara Syekh Jumadil Qubro mendapat dukungan kerajaan Otoman Usmaniah yang berpusat di Turki. Ia pernah menghadap Sultan Muhammad I sebagai penguasa kekhalifahan tersebut.

Setelah berkonsultasi dengan Sultan Muhammad I, kemudian Syekh Jumadil Qubro, dan Sultan Muhammad I lalu mengundang beberapa tokoh ulama dari wilayah Timur Tengah dan Afrika yang memiliki karomah guna membantu perjuangan dalam menyiarkan agama Islam di Nusantara. Mereka terdiri atas sembilan orang ulama yang kemudian disebut Wali Songo.

1. Maulana Malik Ibrahim, ahli Tata Negara dan pengobatan. Berdakwah di Jawa Timur.

2. Maulana Ishak dari Samarkhan, beliau putra dari Sayyid Jumadil Qubro, ahli pengobatan dan berdakwah di Jawa Timur.

3. Maulana Jumadil Qubro, ahli militer. Berdakwah di lingkungan Kerajaan Majapahit.

4. Maulana Ahmad al- Maghroby (Sunan Geseng) terkenal sebagai orang yang kuat dan sakti, beliau berdakwah di Jawa Tengah.

5. Maulana Malik Isroil, ahli Tata Negara beliau berdakwah di Jawa Tengah.

6. Maulana Muhammad Ali Akbar, ahli pengobatan dan pertanian. Beliayu berdakwah di Jawa Tengah.

7. Maulana Hasanuddin, beliau berdakwah di Jawa Barat.

8. Maulana Alayuddin, berdakwah di Jawa Barat dan Banten.

9. Syekh Subakir dari Persia (Iran) ahli supranatural (tumbal tanah angker, mengusir jin syaiton), bertugas di pulau Jawa. Beliau kembalu ke negerinya Persia 1462 M setelah beliau menyelesaikan tugasnya.

 

Pemasangan Tumbal

Rombongan Wali Songo periode I ini menunjuk Syekh Maulana Malik Ibrahim sebagai mufti (pemimpin). Lalu Syekh Jumadil Qubro datang ke Nusantara bersama Wali Songo yang membuat semakin geramnya kekuatan gaib yang selama ini menguasai pulau Jawa sebagai pusat Nusantara saat itu.

Melihat situasi keangkeran pulau Jawa yang semakin menjadi-jadi, Syekh Maulana Malik Ibrahim selaku mufti Wali Songo yang pertama ini memberikan tugas kepada Syekh Subakir salah satu anggota Wali Songo yang ahli dalam bidang supranatural/yang bisa mengusir jin, setan dan sebangsanya.

Untuk segera melakukan tugasnya memasang tumbal pada daerah-daerah angker di Pulau Jawa, sehingga dapat melumpuhkan kekuatan-kekuatan ghaib yang selama ini menguasai Pulau Jawa. Setelah Syekh Subakir memasang tumbalnya di puncak Gunung Tidar, Magelang, selanjutnya Syekh Jumadil Qubro dan semua Wali membagi tugas dakwah mereka. Syekh Jumadil Qubro memilih wilayah dakwah di lingkungan kerajaan Majapahit.

Karena pengaruhnya dalam memberikan pencerahan, maka Syekh Jumadil qubro disegani para pejabat kerajaan Majapahit. Syekh Jumadil Qubro diyakini selain menyebarkan ilmu agama Islam juga menurunkan ilmu kedigjayaan bagi para murid-muridnya.

Hingga akhir hayat berada di Trowulan Mojokerto. Konon Syekh Jumadil Qubro dimakamkan diantara makam pejabat Kerajaan Majapahit seperti tumenggung Satim Singgo Moyo, Kenconowungu, Anjasmoro, dan beberapa patih serta senopati lainnya.

Makam Syekh Jumadil Qubro yang berada satu lokasi dengan situs Trowulan Majapahit menunjukkan jika beliau memiliki kedekatan dengan paejabat kerajaan Hindu terbesar tersebut. Padahal Troloyo, merupakan makam khusus untuk penguburan kerabat raja, atau orang-orang dalam istana Majapahit. Sehingga diyakini jika Syekh Jumadil Qubro telah menyebarkan agama Islam di dalam kerajaan Majapahit diera keruntuhan kerajaan tersebut.

Mon, 2 Dec 2019 @13:01


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2019 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno