image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Tosan Aji/Keramat Menakar Kedalaman Tuwah Keris Sujen Nyawa Sawabnya Celakakan Pemilik Pusaka

Patut untuk dipahami, sejatinya sawab sebilah pusaka itu sepenuhnya tergantung pada yang memesannya. Keberadaan sang emou saat membabar pusaka terlebih dahulu selalu menjalani laku tirakat agar sawab yang bakal dimasukkan pada hasil karyanya benar-benar sama dengan keinginan si pemesannya. Seperti keris Empu Gandring dipesan oleh Ken Arok.

Tapi sebelum keris rampung dikerjakan pembuatannya oleh Empu Gandring, Ken Arok datang mengambilnya. Putra Ken Endhog ini marah besar, karena keris yang dipesannya tidak sesuai dengan keinginan hatinya, terlihat kasar dan juga jelek. Ken Arok pun langsung marah besar, tanpa menunggu waktu, buah karya Empu Gandring itu langsung ditusukkan pada perut Sang Empu pembuatnnya.

Tapi sebelum menemui ajalnya, Empu Gandring sempat berujar kalau keris bikinannya itu akan memakan korban sampai tujuh turunan, termasuk Ken Arok sendiri. Dan kata-kata itu akhirnya terbukti kebenarannya. Pemerhati TasonAji menyebut, sawab sejatinya baik bisa berubah menjadi jahat, manakala empu yang membuatkeris tersebut dalam keadaan gundah, marah dan tersakiti hatinya. Hingga ucapannya menyatu pada sawab atau tuah keris yang dibuatnya.

Ini suatu pelajaran demikian sebut pemerhati tosanaji. Bahwa suasana hati seorang Empu sungguh sangat berpengaruh terhadap sawab dari sebilah pusaka. Karena, suasana hati yang tenang tanpa gejolak atau masalah apapun sangat dibutuhkan demi terciptanya sebuah keris yang tangguh, utuh sekaligus sepuh, tak ada cacat. Baik secara fisik maupun wujud tuannya. Tapi dari serangkaian pusaka ada salah satu jenis pusaka yang harus di hindari oleh siapapun. Artinya pusaka tersebut jangan sampai dirawat. Sebab tuah yang terkandung pada sekjur bilahnya sungguh sangat nyalawadi, yakni menginginkan pemiliknya untuk segera meninggal, dan keris tersebut nama pamornya adalah sujen nyawa. 

 

Dilarung

Pemerhati pusaka menyarankan, apabila memiliki pusaka dengan tuah yang jahat atau tidak bagus, sebaiknya jangan dirawat. Akan tetapi sebaiknya dilarung kelaut atau ke sungai. Caranya, pusaka tersebut dibungkus kain mori disertai kembang kenanga, mawar dan sejenisnya sebelum dilarung.

Selain dilarung, cara lain yang bisa dilakukan dengan membuang atau menguburnya pada suatu tempat yang dirasa jauh dari kehidupan manusia, contohnya di gunung. Oleh sebab itu, agar bisa selamat dari tuah kerus yang dimiliki, sebaiknya orang tersebut paham akan sejarah sekaligus asal-muasal keris itu.

Pemahaman ini menjadi penting, agar yang bersangkutan tak menjadi korban dari keris yang dirawatnya. Cara berikutnya, dengan ditayuh. Tapi tidak semua orang paham akan cara menayuh sebilah pusaka. Sebab itu, tak ada salahnya menanyakan pada ahlinya, agar tidak keliru dengan pusaka yang dirawatnya.

Tue, 10 Dec 2019 @14:12


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno