image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Berziarah ke Makam Nabi Yusha' bin Nun

Nabi Yusha' bin Nun merupakan salah seorang Nabi diluar 25 Rasul. Beliau merupakan keturunan Nabi Yusuf AS, beliau diutus Tuhan memimpin kaum Bani Israil, menggantikan Nabi Musa AS. Walaupun namanya tidak disebutkan secara langsung di dalam Alqur'an, tapi Alqur'an mereferensikannya bersama dengan kisah Nabi Musa AS di dalam surat Al-maidah, Al-kahfi dan Al-waqi'ah.

Nabi Yusha' bin Nun memiliki peranan yang cukup penting dalam sejarah. Beliau merupakan murid dan pendamping Nabi Musa AS, bahkan setelah Nabi Musa AS meninggal beliau yang memimpin Bani israel menguasai tanah Palestina (Kana'an) dan menyerbu Kota Yerikho. Nabi Yusha' bin Nun mewarisi ajaran Taurat Musa ketika pertama kali tiba di "tanah yang di janjikan". Beliau mengatur penempatan kedua belas suku Israel setibanya di Kana'an.

Dalam surat Al-maidah disebut bahwa ada dua orang Israel pemberani dan beriman, yakni Yuwsya dari keturunan Nabi Yusuf AS dan Qalib dari keturunan Yehudah, yang memberi semangat kepada Bani Israel untuk memasuki negeri yang ditinggali para raksasa, sementara mayoritas Bani Israel merasa gentar dan memilih untuk diam di padang pasir daripada melawan kaum raksasa. Akibat sikap mereka yang tidak mematuhi perintah untuk mengambil alih tanah Palestina melalui wahyu kepada Nabi Musa AS, Tuhan murka hingga Dia menghukum orang-orang itu berkeliling kebingungan di padang pasir selama 40 tahun. Mereka dihukum karena kurqng memiliki kepercayaan yang kuat terhadap Janji Tuhan mereka, walau berulang kali diselamatkan oleh-Nya dan diberi banyak anugerah-Nya yang tidak diberikan kepada bangsa lain.

Sesudah Nabi Harun AS dan Nabi Musa AS wafat, kaum Bani Israel dipimpin oleh Yusha' bin Nun, yang memang telah ditunjuk oleh Nabi Musa.AS untuk menggantikannya sesaat sebelum kewafatannya. Sebab Yusha' bin Nun adalah pengawal Nabi Musa AS yang setia telah mengiringinya selama perjalanan di padang pasir. Berkat kepemimpinannya Nabi Yusha' bin Nun mereka dapat mengambil alih negeri Palestina dan menggenapi Janji Tuhan kepada Nabi Ibrahim AS, Nabi Ishaq dan Nabi Ya'qub. Namun setelah Nabi Yusha' wafat, mereka terpecah belah.

Dalam ajaran Islam dikatakan bahwa isi kitqb Taurat mereka rubah dan ditambah-tambah. Mereka sering bersilang pendapat sesama mereka senidiri, hingga akhirnya hilanglah kekiatan persatuan mereka, yang mengakibatkan tanah Palestina berulang kali diserbu dan dikuasai oleh bangsa lain. Segi positifnya adalah ketika Beliau meninggal, semua tugas untuk mengatur kedua belas suku tersebut telah selseai sesuai dengan kehendak Allah SWT.


Makam Nabi Yusha' bin Nun

Setelah wafat, jasad Nabi Yusha' bin Nun dimakamkan disebuah bukit terletak di sebelah barat Laut, saat ini menjadi wilayah Kota Salt, Provinsi Balqa sekitar 25 KM arah barat dari kota Amman. Makam beliau berada di atas sebuah bukit yang dikenal oleh penduduk Salt sebagai bukit Yusha', yang tingginya 1130 meter diatas permukaan laut. 

Makam beliau berada dalam ruangan, ruangan itu berada di dalam bangunan Masjid. Makam Nabi Yusha' bin Nun bentuknya panjang sekali. Orang akan mengira bahwa zaman dulu postur tubuhnya memang tinggi. Namun, menurut tour guide bahwa makam dibamgun dengan ukuran yang panjang karena lokasi makam yang sebenarnya tidak bisa ditentukan secara persis.

Seperti makam para Nabi Bani Israil lainnya yang ada di Yordania dan Palestina, Makam Nabi Yusha' diziarahi banyak orang. Khususnya kaum Yahudi.

Dikisahkan, Nabi Yusha' bin Nun membawa ajaran Nabi Musa AS pada pertama kali tiba di Tanah Yang di Janjikan. Ia mengatur penempatan kedua belas suku Bani Israil setibanya Kanaan. Yusha' bin Nun dikenal sebagai Joshua di dalam Taurat. Namanya tidak disebutkan secara langsung tetapi Alqur'an menyebutnya bersama dengan kisah Nabi Musa AS.

 

Matahari Terhenti

Diantara mukjizat Nabi Yusha' bin Nun ialah Allah menghentikan matahari untuk kaum Bani Israil. Ketika itu hari jumat di waktu 'ashar, kaum Nabi Yusha' sedang berperang. Jika sampai matahari terbenam, maka hari sudah masuk sabtu, sehingga perang diharamkan. Karena hari jumat lebih panjang, maka diperbolehkan perang diteruskan. Hal ini karena waktu itu Allah mengharamkan kaum Yahudi berperang pada hari sabtu, karena syariat terdahulu, hari sabtu hanya untuk melakukan ibadat.

Nabi Yusha' bin Nun berdoa agar Allah memberhentikan seketika matahari, sehingga menjadikan hari jumat berjalan lebih panjang, yang membolehkan Nabi Yusha' bersama-sama tentaranya menggempur kota Jericho yang merupakan Tanah Yang di Janjikan.

Thu, 9 Jan 2020 @20:02


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno