image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
WORKSHOP / GATHERING
TESTIMONIAL & GALLERY KEGIATAN

Lencana Foto / Facebook
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372
081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA SUKMA JATI

SLINK

Kisah Sufi Syah Waliyullah Ulama Pemprakarsa Gerakan Pembaharuan

Tokoh ini lahir di Delhi, India pada tahun 1114 H/1702 M pada masa pemerintahan Aurangzep Alamiri dari Dinasti Kesultanan Mughal dan wafat tahun 1176H/1762M. Ayahnya bernama Abdurahman Saleh, seorang ulama yang sangat disegani dan berwibawa dalam masyarakat.

Sejak kecil ia belajar di madrasah yang langsung dipimpin oleh ayahnya. Setelah tamat, beliau membaktikan dirinya pada madrasah yang dipimpin sang ayah. Ilmu Hadits, Tafsir dan Fiqih merupakan keahliannya dalam bidang agama Islam. Pada tahun 1713M Syah Waliyullah menunaikan ibadah Haji dan sempat tinggal di Mekkah dan Madinah selama 3 tahun. Disitu beliau memperdalam ilmu Hadits dan Fiqih di bawah ulama kenamaan serta mendapat informasi tentang keadaan umat Islam di berbagai dunia.

Beliau hidup sezaman dengan Muhammad bin Abdul Wahab, tokoh pendiri Wahabi. Oleh karena itu, banyak orang menghubungkan hasil gagasannya dipengaruhi oleh Muhammad bin Abdul Wahab, walaupun tidak ada buktinya bahwa mereka saling mempengaruhi. Pada masanya, mulai muncul suatu tugas baru dan resmi dari kerajaan yaitu, tugas Hakim dan ia diangkat menjadi hakim yang pertama hingga turun temurun, pada keturunan yang terakhir yaitu al-Syekh Mahmud bin Qiwam al-Din.

Ia adalah seorang ulama yang memprakarsai gerakan-gerakan pembaharuan dikawasan India dan sangat militan. Karya-karyanya dijadikan dijadikan referensi dibeberapa kajian Islam, seperti dalam kajian theologi, fiqih dan mistisisme. Yakni sebuah upaya sintesis yang bersesuaian dengan insitusi dan pendekatan yang khas dengan pemikirannya.

Sebagaimana dalam ungkapannya dalam hujjatullah al Balighah, bahwa sebelum mengarang berbagai kitab, ia mendapatkan isyarat melihat ruh Rasulullah SAW melemparkan sebuah baju, pada saat ia duduk-duduk setelah selesai shalat ashar dan berdzikir kepada Allah SWT.

Kedua kalinya, beliau bermimpi melihat Imam Hasan dan Husein memberinya qolam dan berkata "Ini qolam kakek kami Rasulullah SAW dan pergunakanlah ini untuk menulis risalah sebagai pemberi kabar gembira untuk pemula dan pengingat bagi yang sudah tau".

Dalam bidang politik, beliau berpendapat, bahwa sistem pemerintahan Islam yang tepat adalah sistem kekhalifahan yanh bersifat demokratis atau musyawarah sesuai dengan semangat al-qur'an, seperti pada masa khalifah yang empat, bukan sistem kerajaan yang turun temurun. Karena khalifah Islamiyah dan pemerintahan kerajaan merupakan dua sistem yang berbeda satu sama lainnya, baik prinsip maupun intinya.

Sistem pemerintahan kerajaan menimbulkan banyak dampak negatif dalam kehidupan sosial umat Islam sepanjang sejarah. Sedangkan sistem kekhalifahan Islam akan dapat memberikan dampak positif, sebagaimana telah dinikmati oleh ummat Islam pada masa lalu. Kitab karyanya banyak berisi dan mengecam keras ajaran-ajaran monarkhi serta berseru agar kehidupan khilafah Islamiyah pada masa khalifah empat sahabat agar dihidupkan kembali.

Wed, 12 Feb 2020 @11:17


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno