image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Kajian Ilmu Hikmah Menapaki Hidup Setelah Mati Kafan dan Parfum Surga Sambut Jiwa Mulia

image

 

Dalam sebuah sabdanya, Rasulullah SAW mengatakan :"Bila telah sampai ajal seseorang, maka masuklah satu kelompok malaikat ke dalam lubang-lubang kecil dalam tubuh orang itu, kemudian para malaikat itu menarik rohnya dari kedua telapak kakinya sehingga sampai lutut. Kemudian mereka keluar, setelah itu datang lagi sekelompok malaikat yang lain masuk menarik roh dari lutut hingga sampai ke perut dan kemudian mereka keluar. Datang lagi satu kelompok malaikat yang lain masuk dan menarik rohnya dari perut hingga sampai ke dada dan kemudian mereka keluar,"

"Dan akhirnya datang lagi satu kelompok malaikat masuk dan menarik roh orang itu dari dadanya hingga sampai ke tenggorokan, itulah yang dikatakan saat nazak," Rasulullah menjelaskan. Bagian jasad yang telah ditarik rohnya, maka menjadi dingin dan kaku, sudah tidak merasakan sakit sama sekali, seandainya dipotong juga tidak akan merasakan sakit.

Dalam hadits yang lainnya yang diriwayatkan Imam Ahmad dari Bara bin Azib dari Nabi SAW bahwa beliau bersabda, "Apabila seseorang telah terputus dari dunia, maka para malaikat langit turun bersama malaikat juru pati."

Sebagaimana sabda beliau, yang artinya :"Sesungguhnya seorang hamba yang beriman, ketika terputus dari dunia dan memulai (kehidupan) akhirat, para malaikat turun kepadanya dari langit, wajahnya putih, wajah mereka seperti matahari. Bersamanya kain kafan dari surga dan minyak dari surga. Para malaikat itu duduk sampai sejauh mata memandang. Kemudian didatangkan malaikat maut alaihissalam, lalu dia duduk dikepalanya seraya mengatakan "Wahai jiwa yang baik, keluarlah menuju ampunan dan keridhoan Allah SWT. Maka ruh keluar/lepas seperti tetesan air yang mengalir dari tempat minuman. Maka dibawanya ruh itu dengan sepenuh perhatian tidak lengah sedikitpun. Lalu dibawa dan diletakkan dikafan itu dengan minyak wangi, sehingga keluar darinya bau sangat wangi yang didapatkan di atas bumi.

Rasulullah SAW bersabda, "Kemudian dia dibawa naik olehnya, yang melewati sekumpulan malaikat, yang mana mereka mengatakan "Siapa gerangan ruh yang baik ini?" mereka menjawab "Ini Fulan bin Fulan" dengan menyebutkan nama terbaiknya yang mereka namakan di dunia. Hingga selesai dari langit dunia, lalu mereka meminta izin untuk dibukakan pintu langit baginya, dan dibukakanlah pintu untuk mereka, dan setiap makhluk di langit ikut menghantarkan sampai ke langit berikutnya, terus sampai selesai ke langit tujuh. Maka Allah SWT berfirman "Tulislah kitab hamba-Ku ini di Illiyyin dan kembalikan dan nanti Saya ciptakan darinya dan ia kembalikan dan nanti akan dikeluarkan lagi. Maka ruhnya dikembalikan ke jasadnya, sampai datang dua malaikat dan mendudukannya.."

Kalau mencabut roh orang buruk, orang kafir, Malaikat maut berkata:"Keluarlah wahai jiwa yang buruk, dahulu engkau berada di tubuh yang buruk. Keluarlah dalam kondisi yang hina. Beri kabar gembira dengan Hamim dan Gossak dan lainnya berbentuk berpasangan. Senantiasa dikatakan seperti itu sampai (ruhnya) keluar, ia dibawa dengan kian kafan yang buruk dan bau busuk. Kemudian dinaikkan ke langit, tidak dibukakan pintu baginya. Malaikat penjaga langit bertanya, "Siapa ini?" mereka menjawab "Fulan bin Fulan", dengan nama terjelek yang mereka namakan di dunia. Dijawab, Tidak ada selamat datang dengan jiwa yang buruk, dahulu ditubuh yang jelek. Keluarlah dalam kondisi hina, sesungguhnya dia tidak dibukakan pintu-pintu langit. Maka dilemparkannya dari langit kemudian sampai ke kuburan". (Dishahihkan Al-Albani dalan Shahih Ibnu Majah).

Rasulullah SAW bersabda: "Sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka surga, hingga untuk masuk kelubang jarum." (QS. Al-A'raf:40).

Maka Allah Azza Wajalla berfirman, "Tulislah kitabnya di Sijjin di Bumi yang bawah. Kemudian dilemparkan ruhnya begitu saja dan dibacakan ayat: "Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah SWT, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh." (QS. Al-Hajj : 31)

Pada dua ayat tersebut, ada penjelasan kondisi ruh setelah mati dan sebelum dikubur. Yaitu jika ruh seorang hamba mukmin, maka para Malaikat memberikan kabar gembira sebelum dicabut dengan ampunan dan keridhoan Allah SWT. Kemudian diolesi minyak wangi, kemudian diangkat dalam kondisi bahagia menghadap Tuhan Subhanahu wata'ala. Maka Allah berfirman,  "Catatlah kitab hamba-Ku di illiyyin dan kembalikan dia ke Bumi." Kemudian ruh dikembalikan ke jasad asalnya. Kemudian pemiliknya ditanya di kuburan, maka Allah kuatkan dengan jawaban yang pasti dan dihamparkan kuburannya sejauh pandangan mata.

Kalau ruh orang kafir, maka para Malaikat memberi kabar gembira dengan neraka dan kemurkaan Allah, kemudian dinaikkannya dalam kondisi busuk, hina dan ketakutan. Pintu-pintu langit tidak dibukakan. Kemudian dilemparkan ke bumi dan dikembalikan ke jasadnya. Pemiliknya mendapatkan fitnah dikuburannya dan disempitkan dan didatangkan panas dan hembusan neraka. Saat itulah kehidupan di alam kubur dimulai.

Masa antara dicabut ruh dan dikuburkan serta pertanyaan dikubur bagi orang beriman adalah Rihlah (perjalanan) pertama kali menuju kebahagiaan selamanya. Karena dia diberi kabar gembira dengan surga dan kenikmatan yang kekal. Ditulis pada kitabnya di Illiyyin, disana ruh gembira dan bahagia, tidak sengsara selamanya.

Sementara bagi orang kafir, itu adalah awal perjalanan hidup yang sengsara karena siksaan dialami selamanya. Karena Allah SWT murka kepadanya dan tidak diizinkan membuka pintu rahmat baginya. Ditulis di kitab Sijjil, disana ruhnya sengsara, tidak bahagia selamanya.

 

Sebab Kematian

Pada Kisah yang lain telah dikatakan bahwa Allah Ta'ala menjadikan banyak sebab untuk kematian manusia. Malaikat Izrail menjalankan perintah Allah SWT dengan sempurna. Dia tidak diutus hanya untuk mencabut roh orang sakit saja ataupun roh orang yang mendapat kecelakaan dan bencana. Kematian terjadi karena sebab bencana seperti gempa bumi, banjir, kebakaran dan ada juga matinya karena kecelakaan, infeksi berbahaya seperti kanker, jantung, AIDS, demam berdarah dan lainnya.

Seseorang yang sedang sakit keras, menjadi rahmat yang tinggi nilainya karena Allah SWT masih memberi peluang agar mereka sadar, dan bertobat atas kesalahan yang mereka lakukan selama hidup di dunia. Masa sakit merupakan kesempatan untuk bertobat dari dosa dan kesalahan. Begitu juga halnya dengan orang matimendadak karena kecelakaan. Ia memberi pengajaran dan peringatan kepada mereka yang masih hidup agar berhati-hati dan tidak lalai dalam berusaha memperbaiki diri. Allah SWT menjadikan sebab kematian itu untuk memenuhi janji-Nya kepada Malaikat Maut.

PADEPOKAN INTI SEMESTA

Profile Kami klik di sini

Mau belajar spiritual dan metafisika langsung dengan ahlinya? Ayo gabung bersama Padepokan Inti Semesta Pusat Gemblengan spiritual dan metafisika untuk private dan publik. Dapatkan juga produk-produk spiritual dan supranatural kami di link berikut...

www.padepokanintisemesta.com 

Email: pangeransukmajati@yahoo.com

IG: @pangeransukmajati

Youtube: Pangeran Sukmajati

Office:

Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB
Simpati Hp. 081296609372 (WA) dan XL 081910095431.

Guru Besar Pangeran Sukma Jati

Fri, 14 Feb 2020 @11:00


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno