image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Mengambil Hikmah Peringatan Maulid Nabi SAW

image

Di negara kita, perayaan maulid Nabi Muhammad SAW sudah menjadi rutinitas tajunan. Hampir seluruh lapisan masyarakat Islam memperingatinya, mulai dari istana negara sampai suduh mushola di peloksok desa. Sebagian muslimin bahkan memperingati maulid Nabi SAW pada tiap malam senin ataupun jumat dengan membaca berjanji.

Maulid Nabi SAW biasanya diperingati dengan berkumpulnya beberapa orang membaca sholawat dan kisah teladan Nabi SAW sepanjang hidupnya. Kisah itu biasanya berupa karya prosa maupun puisi yang berbahasa arab yang tersusun dalam buku Dibak. Tidak jarang pula acara peringatan maulid diisi dengan cermah agama. Beberapa daerah di Indonesia memiliki ciri khas dalam merayakan maulid Nabi, seperti Yogyakarta yang terkenal dengan grebek maulid, dll.

Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW atau yang sering disebut dengan Maulid Nabi menjadi peringatan sakral, terutama bagi masyarakat Jawa. Tiap tahun, setiap tanggal 12 Rabiul awal atau d kenal dengan nama lain yaitu, bulan mulud, ummat Islam Jawa memiliki tradisi turun temurun, menyelenggarakan agenda hajatan peringatan kelahiran Nabi SAW. Orang Jawa secara umum menyebutnya Muludan.

 

Sego Gurih

Tiap memperingati Muludan, umat Islam membawa berbagai macam makanan, buah-buahan dan yang tidak ketinggalan adalah tumpeng nasi Sego Gurih dan ingkung ayan kampung. Orang Pacitan Jawa Timur biasa menyebut makanan ini dengan nama Nasi suci Ulam Sari.

Sego gurih memiliki makna nasi yang rasanya gurih. Artinya lezat atau nikmat. Hakikatnya adalah, hadirnya Rasulullah Muhammad SAW setiap tindak tanduknya membawa keberkahan yang nikmat, serba enak. Ajaran dan tuntunan yang beliau bawa merupakan ajaran Tuhan SWT yang menuju alam kenikmatan, yaitu surga. Arti Gurih lainnya adalah enak, lezat. Permohonan yamg dipanjatkan kepada Tuhan adalah yang enak-enak. Bahasanya yang enak dan lembut, yang diharapkan adalah Tuhan memberi yang terbaik buat semua hamba-Nya.

 

Nilai dan Makna

Memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW memiliki beberapa nilai dan makna, diantaranya:

Pertama, nilai spiritual. Setiap insan muslim akan mampu menumbuhkan dan menambah rasa cinta pada beliau SAW dengan maulid. Luapan kegemberiaan terhadap kelahiran Nabi SAW merupakan bentuk cerminan rasa cinta dan penghormatan kita terhadap Nabi pembawa Rahmat bagi seluruh alama, sebagaimana di sebutkan di dalam surat Yunus: 58.

Karena figur teladan ini diutus  untuk membawa rahmat bagi seluruh alam (surat Al-anbiya : 107). Kegembiraan Abu Jahal dengan kelahiran Nabi SAW saja dapat mengurangi siksa neraka yang ia cicipi tiap hari senin. Apalagi kegembiraan itu disertai dengan keimanan, dengan memperingati maulid kita akan sendirinya ingat dengan perintah bershalawat kepada Nabi SAW, Allah SWT dan Malaikat pun telah memberi contoh bagi kita dengan selalu bershalawat kepada Nabi SAW (Surat Al-Ahzab: 56)

Kedua, nilai moral dapat dipetik dengan menyimak akhlak terpuji dan nasab mulia dalam kisah keteladanan Nabi Muhammad SAW. Mempraktikan sifat-sifat terpuji yang bersumber dari Nabi SAW adalah salah satu tujuan dari diutusnya Nabi SAW. Dalam peringatan maulid Nabi SAW, kita juga bisa mendapat nasihat dan pengarahan dari ulama agar kita selalu berada dalam tuntunan dan bimbingan agama.

Ketiga, nilai sosial. Memuliakan dan memberikan jamuan makanan para tamu, terutama dari golongan fakir miskin yang menghadiri majlis maulid sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Maha Pencipta. Hal ini sangat dianjurkan oleh agama, karena memiliki nilai sosial yang tinggi (surat Al-Insan: 8-9).

Keempat, nilai persatuan akan terjalin dengan berkumpul bersama dalam rangka bermaulid dan bershalawat maupun berdzikir. Diceritakan bahwa sultan Shalahuddin al-ayubi mengumpulkan ummat Islam dikala itu untuj memperingati maulid Nabi SAW. Hal itu dilakukan oleh panglima Islam ini bertujuan untuk mempererat kekuatan dan persatuan pasukan Islam dalam menghadapi perang salib di zaman itu.


Hikmah Mauludan

Secara substansial, perayaan maulid Nabi adalah sebagai bentuk upaya untuk mengenal akan keteladanan Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa ajaran agama Islam. Tercatat dalam sepanjang sejarah kehidupan, bahwa Nabi Muhammad SAW adalah pemimpin besar yang sangat luar biasa dalam memberikan teladan agung bagi ummatnya.

Dalam konteks ini, Maulid harus d artikulasikan sebagai salah satu upaya transformasi diri atas keshalehahmn ummat. Yakni sebagai semangat baru untuk membangun nilai-nilai profetuk agar tercipta masyarakat madani yang merupakan bagian dari demokrasi seperti toleransi, tranpatansi, anti kekerasan, kesetaraan gender, cinta lingkungan, pluralisme, keadilan sosial, ruang bebas partisipasi dan humanisme.

Dalam tatanan sejarah sosio antropologi Islam, Nabi Muhammad SAW dapat dilihat dan dipahami dalam dua dimensi sosial yang berbeda dan saling melengkapi.

Pertama, dalam perspektif teologis-religius, Nabi Muhammad SAW dilihat dan dipahami sebagai sosok Nabi sekaligis Rasul terakhir dalam tatanan konsep Keislaman. Hal ini memposisikan Nabi sebagai sosok manusia sakral yang merupakan utusan Tuhan di dunia yang bertugas membawa, menyampaikan, serta mengaplikasikan segala bentuk pesan suci Tuhan kepada ummat manusia secara universal.

Kedua, dalam perspektif sosial-politik, Nabi Muhammad SAW dilihat dan dipahami sebagai sosok politikus andal. Sosok individu Nabi yang identik dengan sosok pemimpin yang adil, egaliter, toleran, humanis, serta non-diskriminatif dan hegemonik, yang kemudian mampu membawa tatanan masyarakat sosial Arab kala itu menuju suatu tatanan masyarakat sosial yang sejahtera dan tentram.

Tentu, sudah saatnya bagi kita untuk mulai memahami dan memperingati Maulid secara lebih mendalam dan fundamental, sehingga sehingga kita tidak hanya memahami dan memperingatinya sebatas sebagai hari kelahiran sosok Nabi dan Rasul terakhir yang sarat dengan serangkaian ritual-ritual sakralistik-simbolik keislaman semata, namun menjadikannya sebagai kelahiran sosok pemimpin.

Kontekstualisasi peringatan Maulid Nabi SAW tidak lagi dipahami dari perspektif keislaman saja, melainkan harus dipahami dari berbagai perspektif yang menyangkut segala persoalan, misalnya politik, budaya, ekonomi maupun agama.



PADEPOKAN INTI SEMESTA

Profile Kami klik di sini

Mau belajar spiritual dan metafisika langsung dengan ahlinya? Ayo gabung bersama Kami. Pusat Gemblengan spiritual dan metafisika untuk private dan publik. Dapatkan juga produk-produk spiritual dan supranatural kami di link berikut...

www.padepokanintisemesta.com 

Email: pangeransukmajati@yahoo.com

IG: @pangeransukmajati

Youtube: Pangeran Sukmajati

Office:

Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB
Simpati Hp. 081296609372 (WA) dan XL 081910095431.

Guru Besar Pangeran Sukma Jati

Sun, 12 Apr 2020 @14:02


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno