image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Menziarahi Makam Waliyullah Kyai Gede di Kotawaringin

image

Nama Asli

Dikabarkan  bahwa, nama asli Kyai Gede adalah Abdul Qadir Assegaf, beliau berasal dari Demak, Jawa Tengah. Karena kesalahannya, beloau diusir dari Kesultanan Demak, ia mengembara ke Gresik dan langsung ke Kerajaan Banjar.

Perjalanan Kyai Gede selanjutnya, berasama Khatib Dayan dan 40 orang pengikut, oleh Sultan Suriansyah diperintahkan menyebarkan agama Islam ke arah Barat yaitu, Kotawaringin. Hingga akhirnya bertemu dengan Pangeran Adipati Anta Kusuma yang ingin mendirikan kerajaan dan berdirilah Kerajaan Kotawaringin tahun 1598 M. (Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya tulisan berbahasa Jawa yang tertera pada beduk yang ada di Masjid Djami Kotawaringin).

Tujuan orang berziarah, tidak lain memanjatkan doa memohon berkah pada Allah, melalui wasilah para Wali-Nya. Bedanya dengan makam-makam lain di Jawa, disekitar lokasi tidak tampak peminta-peminta, banyak warung penjual makanan kecil yang akan menyambut para peziarah.

Makam Kyai Gede ini terletak di daerah Kotawaringin Lama, tepatnya di Kalimantan Tegah. Makam Kyai Gede ini menjadi tempat wisata sejarah dan bahkan religi, karena merupakan simbol sejarah yang masih bertahan hingga kini dan patut dilestarikan dan di jaga keberadaannya.


Panjang Makamnya 3 Meter

Komplek makam yang tidak jauh dari komplek Astana Al Noorsari, nampak tak berbeda dari kubah lainnya yang mungkin pernah kita saksikan. Namun yang satu ini terlihat kokoh dan permanen, karena baru direnovasi. Tambahan, begitu memasuki ruangan kita pasti langsung terkesima.

Bagaimana tidak, antara dua makam yang terdapat di dalam kubah ada perbedaan yang sangat mencolok menyangkut ukuran. Jika yang satunya berukuran normal, lainnya memiliki panjang hampir tiga meter. Dan makam berukuran lebih panjang inilah tempat persemayaman terakhir Kyai Gede, tokoh penyebar agama Islam di Kotawaringin.

Kuburan Kiayi Gede memang panjang sekali, tidak seperti orang pada umumnya sekitar tiga meteran. Sedang kubur yang satunya adalah makam salah seorang pengikut setianya," ujar pengurus kubah, Abdul Sani.

Itupun, imbuhnya berdasar cerita posisi tubuh Kyai Gese saat dimasukkan dalam peti dan liang lahat, harus dilipat sampai tiga kali agat muat. Bahkan seperti penuturan Ahmad Yusuf (60 th) pemelihara Astana Al Noorsari, jarak antara kedua puting susu Kyai Gede tidak kurang dari tujuh kilan atau setara 1,5 meter. Itulah karena ukuran tubuhnya yang tinggi besar, masyarakat percaya kalau Masjid Djami Kotawaringin yang hingga kini masih berdiri kokoh, adalah hasil karya Kyai Gede.

Masjid Djami, berdasar cerita dibangun Kyai Gede di pedalaman, kemudian dibawanya langsung sendiri ke Kotawaringin," papar Abdullah Sani. 

Tokoh penyebar agama.Islam yang hidup semasa dengan raja pertama Kotawaringin, pangeran Adipati Anta Kusuma, memperkenalkan Islam hingga ke pedalaman dan hulu-hulu sungai. Bahkan menurut buku "Sekilas Mengenang Lahirnya Kerajaan Kotawaringin dan Kabupaten Kotawaringin Barat" yang diterbitkan Humas dan Penerangan Setwilda 2001, Kyai Gede sudah lebih dahulu berada di daerah ini ketika Pangeran Adipati dan rombongan masih berusaha membangun kota baru.


Sejarah Kyai Gede

Kyai Gede berasal dari kesultanan Demak dan masuk kutaringin tahun 1595 M, menurut cerita ini, Kyai Gede bernama asli Abdul Qadir Assegaf yaitu seorang ulama yang berasal dari Demak. Namun karena sikap membangkangnya, akhirnya diusir dan dibuang dari kerajaan. Oleh Sultan Demak ketika itu, Kyai Gede beserta pengikutnya dilarang melakukan peperangan pada hari jumat. Namun perintah Raja ini oleh Kyai Gede dan pengikutnya tak diindahkan.

Ketika melakukan peperangan Kyai Gede dan pasukannya kalah, akhirnya beliau dan pegikutnya harus menanggung konsekuensinya, beliau dihukum dengan cara diasingkan dari kerajaan dan akhirnya terdampar di kerajaan Banjar, setelah sebelumnya sempat melalui Gresik. Pada masa itu, kerajaan Banjar dibawah kekuasaan Pangeran Suriansyah yang sebelum masuk Islam bergelar Pangeran Suryanata.

Oleh Pangeran Suriansyah, Kyai Gede dengan didampingi Khatib Dayan diutus untuk menyebarkan Islam ke Kutaringin Barat, kala itu tahun 1595 M. Dengan pengikut tak kurang dari 40 orang, disertai Khatib Dayan berangkatlah Kyai Gede menyusuri sungai Arut hingga ke pedalaman Sungai Lamandau dan Balantik, Nanga Bulik, Sukamara.

Dalam perjalanannya menyebarkan Agama Islam, akhirnya Kyai Gede bertemu dengan Pangeran Adipati Antakesuma putra Sultan Musta'inubillah Raja Kerajaan Banjar. Selanjutnya berdirilah kerajaan Kutawaringin dengan Kyai Gede sebagai Mangkubumi pertamanya bergelar Adipati Gede ing Kutaringin mendampingi Pangeran Adipati Antikusuma.

Kondisi keIslaman masyarakat Kotawaringin pun akhirnya berimbas pada kebijakan penjajah Belanda menyebarkan misi Zending, pasca ibukota kerajaan pindah dari Kotawaringin ke Pangkalan Bun. Kini kerajaan kutaringin berdasarkan catatan Istana Al Noorsari menjadi istana kuning yang terletak di kabupaten Kotawaringin Barat.

Kyai Gede adalah tokoh mula-mula penyebar agama Islam di Kotawaringin. Walau kini telah lama tiada, pengaruhnya dalam kehidupan, sangat dirasakan masyarakat setempat. Terbukti 90% lebih penduduk Kabupaten Kotawaringin, beragama Islam dengan tradisi Islam yang kental.

Makam Kyai Gede berada di Kecamatan Kotawaringin Lama Kabupaten Kotawaringin Barat Provinsi Kalimantan Tengah, yang selalu diziarahi umat Islam. Kharismanya setara dengan Syekh Arsyad Al Banjary atau Datuk Kalampayan di Kalimantan Selatan.

 

 


PADEPOKAN INTI SEMESTA

Profile Kami klik di sini

Mau belajar spiritual dan metafisika langsung dengan ahlinya? Ayo gabung bersama Kami. Pusat Gemblengan spiritual dan metafisika untuk private dan publik. Dapatkan juga produk-produk spiritual dan supranatural kami di link berikut...

www.padepokanintisemesta.com 

Email: pangeransukmajati@yahoo.com

IG: @pangeransukmajati

Youtube: Pangeran Sukmajati

Office:

Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB
Simpati Hp. 081296609372 (WA) dan XL 081910095431.

Guru Besar Pangeran Sukma Jati

Fri, 10 Apr 2020 @17:03


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno