image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Kisah Sunan Bonang Wirid di atas Batu Pasujudan Membentuk Bekas Telapak Kaki Kiri

image

Putra Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila ya g lahir pada tahun 1465 ini meninggalkan berbagai jejak spiritualnya di sebuah bukit.

Ketika usianya masih muda mendapat tugas berdakwah di Tuban hingga Lasem. Sunan Bonang pergi ke hutan Kemuning yang masih merupakann wilayah Desa Bonang.

Dalam kesendirian selalu bermunajat kepada Sang Khalik, setiap shalat Sunan Bonang beralaskan pada sebuah batu yang kini dikenal dengan Batu Pasujudan Sunan Bonang yang berada di Kecamatan Lasem Kabupaten Rembang. Karena saking khusyuknya serta kemakrifatannya kepada Sang Illahi sampai-sampai batu yang dipergunakan sebagai alas wirid membuat bekas telapak kaki kiri.

"Ketika Sunan Bonang berwiridan usai shalat, kaki kanannya diangkat dan tidak tahu pasti berapa tahun sehingga membentuk bekas telapak kaki kiri," terang KH. Abdul Wahid, Juru Kunci Petilasan Sunan Bonang yang dipercaya sebagai bukti karomah kewaliannya ketika bermunajat kepada illahi.

Dikisahkan, setelah lama melakukan laku spiritualnya akhirnya Sunan Bonang kembali ke Ampel untuk menemui untuk menemui ayahandanya. Namun, dalam keinginannya itu beliau tidak bertemu. "Sampai-sampai Sunan bonang menjadi pengurus pesantren di kawasan Ampel," tutur Kiai Abdul Wahid ketika ditemui di rumahnya di Desa Bonang.

Pertemuan yang diharapkan itu akhirnya terwujud, keduanya dipertemukan tapi sayang keinginan Sunan Bonang untuk kembali bersama-sama keluarganya ditolak oleh ayahandanya lantaran diperintah untuk berdakwah di Bonang.

"Tidak perlu pulang, kembalilah ke Bonang," imbuhnya Kiai Abdul Wahid mengenai perintah Sunan Ampel untuk membuka tanah Bonang sebagai misi dakwahnya. Akhirnya Sunan Bonang kembali ke Lasem. Kemudian pasujudan itu di manfaatkan Sunan Bonang untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Dimana lokasinya berada diatas bukit dan pinggir laut.

Bila melakukan sujud di pasujudan, Sunan Bonang sangat lama sehingga batu tersebut terdapat bekas sujud Sunan Bonang. Disini pula Sunan Bonang banyak mendidik para mualaf menjadi pemeluk Islam yang teguh. Suluk-suluknya seperti Suluk Wujil menyebutkan bahwa beliau bukan saja mengajarkan Ilmu Fikih dan Syariat di tempat serta theologi melainkan juga kesenian, sastra, seni karya dan ilmu tasawuf. Sementara tasawuf diajarkan kepada murid-muridnya yang pandai, jadi tidak diajarkan kepada sembarangan murid.

Selanjutnya, keahlian yang lain yakni dibidang geologi dipraktekan dengan menggali banyak sumber air dan sumur untuk perbekalan air penduduk serta untuk irigasi pertanian lahan kering. Disini Desa Bonang bekas sumur peninggalan Sunan Bonang berbentuk kotak," ujar Kiai Abdul Wahid mengenai banyak bangunan tua berupa sumur peninggalan Sunan Bonang.

 

Dikeramatkan

Sunan Bonang tanpa mengabaikan ilmu-ilmu Islam yang lain, lebih condong pada tasawuf dan kesusastraan. Sumber-sumber sejarah Jawa termasuk suluk-suluknya sendiri menyatakan bahwa beliau sangat aktif dalam kegiatan sastra, mistik, seni lakon dan seni kriya. Dakwahnya Sunan Bonang melalui seni dan aktivitas budaya merupakan senjatanya yang ampuh untuk menarik penduduk Jawa untuk memeluk agama Islam.

Maka, Pantas jika seiring waktu misi syiarnya di Desa Bonang sekitar 17 KM dari Rembang, Jateng banyak kedatangan murid pesohor diantaranya Sultan Mahmud (Raja Kerajaan Minangkabau), Putri Campa dan murid dari luar wilayah Lasem. "Bahkan Sultan Mahmud rela menyerahkan tahtanya kepada adiknya demi menuntut ilmu pada Sunan Bonang.

Kini Pasujudan Sunan Bonang tersebut dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Juga banyak dimanfaatkan untuk istighosah serta ngalab Barokah. Hal tersebut sebagai bukti kewalian Sunan Bonang di Desa Bonang yaitu Pasujudan.

Selain itu, di lokasi Pasujudan Sunan Bonang terdapat pula makam Putri Campa yaitu, Dewi Indrawati (Ibunda Raden Patah Sultan Demak) yang menjadi mubalighan di Bonang hingga akhir hayatnya. Keunikan makam tersebut mempunyai alas tiang berupa umpak dari tulang ikan Paus.

Namun menyoal keberadaan petilasan, adapula yang mengaku dengan bermunajat ala Sunan Bonang berbagai keinginan duniawi dapat terkabul. Seperti yang dialami Syaifudidin Juhri pengalab barokah berasal Lampung ini mengurai keberhasilannya usai menjalani laku ritual yang disebutnya sebagai laku "Sekolah Batin". "Dari sepuluh permintaan sembilan diantaranya telah terkabul selama saya melakukan ritual spiritual berkah disini," kenangnya dalam menapaktilas di jejak Sunan Bonang yang berada khususnya di Bukit Desa Bonang.

 

 

 

 

 

PADEPOKAN INTI SEMESTA

Profile Kami klik di sini

Mau belajar spiritual dan metafisika langsung dengan ahlinya? Ayo gabung bersama Kami. Pusat Gemblengan spiritual dan metafisika untuk private dan publik. Dapatkan juga produk-produk spiritual dan supranatural kami di link berikut...

www.padepokanintisemesta.com 

Email: pangeransukmajati@yahoo.com

IG: @pangeransukmajati

Youtube: Pangeran Sukmajati

Office:

Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB
Simpati Hp. 081296609372 (WA) dan XL 081910095431.

Guru Besar Pangeran Sukma Jati


Fri, 24 Apr 2020 @11:49


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno