image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Kisah KH Kholil Bangkalan Belajar di Mekkah Berguru Kepada Syekh Nawawi Al-Bantani

image

KH. Muhammad Kholil dilahirkan pada 11 Jumadil Akhir 1235 H atau 27 Januari 1820 M, di kampung Senenan, Desa Kemayoran Kec. Bangkalan, Kab. Bangkalan, Pulau Madura, Jawa TImur.

Beliau berasal dari keluarga Ulama dan sejak kecil digembleng/dididik langsung oleh ayahnya, menginjak dewasa beliau ta'lim diberbagai pondok pesantren. Sekitar tahun 1850 an, ketika usia beliau mencapai 30, Kiai Muhammad Kholil belajar kepada Kiai Muhammad Nur di pondok pesantren Langitan, Tuban, Jawa Timur.

Dari PonPes Langitan beliau pindah ke PonPes Cangaan, Bangil, Pasuruan. Kemudian beliau pindah ke PonPes Keboncandi, selama belajar di PonPes ini, beliau belajar pula kepada Kiai Nur Hasan yang menetap di Sidogiri, 7 Kilometer dari Keboncandi. Kiai Nur Hasan ini sesungguhnya masih ada tali keluarga dengan beliau.

Sewaktu menjadi santri KH. Muhammad Kholil telah menghafal beberapa matan, seperti matan Alfiyah Ibnu Malik (Tata Bahasa Arab) dan telah menghafal Alquran. Beliau mampu membaca Alquran dalam qira'at Sab'ah (tujuh cara mmebaca Alquran. pada tahun 1276 H/1859 M, KH Muhammad Kholil belajar di Mekkah, di Mekkah KH Muhammad Kholil belajar dengan Syekh Nawawi al-Bantani (Guru Ulama Indonesia dari Banten). Diantara gurunya di Mekkah ialah Syekh Utsman bin Hasan ad-Dimyati, Sayid Ahmad bin Zaini Dahlan, Syekh Mustafa bin Muhammad al-Afifi al-Makki, Syekh Abdul Hamid bin Mahmud asy-Syarwani.

Beberapa sanad hadits yang musalsal diterima dari Syekh Nawawi al-Bantani dan Abdil Ghani bin Subuh bin Ismail al-Bimawi (Bima, Sumbawa). KH. Muhammad Kholil sewaktu belajar di Mekkah seangkatan dengan KH. Hasyim Asy'ari, KH. Wahab Hasbullah dan KH Muhammad Dahlan, namun Ulama-Ulama dahulu punya kebiasaan memanggil guru sesama rekannya, dan KH. Muhammad Kholil yang dituakan dan dimuliakan diantara mereka.

Sewaktu berada di Mekkah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, KH Muhammad Kholil bekerja mengambil upah sebagai penyalin kitab-kitab yang diperlukan oleh para pelajar. Diriwayatkan bahwa pada waktu itulah timbul ilham antara mereka bertiga, yaitu Syekh Nawawi Al-Bantani, Kiai Kholil al-Maduri dan Syekh Saleh as-Samarani (Semarang) menyusun kaedah penulisan huruf Pegon. Huruf Pegon ialah tulisan Arab yang digunakan untuk tulisan dalam bahasa Jawa, Madura dan Sunda.

Huruf Pegon tidak ubahnya tulisan melayu/Jawi yang digunakan untuk penulisan bahasa Melayu. Karena Kiai Muhammad Kholil cukup lama belajar di beberapa pondok pesantren di Jawa dan Mekkah, maka sewaktu pulang dari Mekkah, beliau terkenal sebagai ahli/pakar nahwu, Fiqih, Thariqat ilmu-ilmunya.

 

Mendirikan Pesantren

Untuk mengembangkan pengetahuan keIslaman yang telah diperolehnya, Kiai Muhammad Kholil selanjutnya mendirikan pondok pesantren di Desa Cengkebuan, sekitar 1 kilometer arah Barat Laut Desa kelahirannya. Kiai Muahmmad Kholil al-Maduri adalah seorang ulama yang bertanggungjawab terhadap pertahanan, kekukuhan dan maju-mundurnya agama Islam dan bangsanya.

Beliau sadar betul bahwa pada zamannya, bangsanya adalah dalam suasana terjajah oleh bangsa asing yang tidak seagama dengan yang dianutnya. Beliau dan keseluruhan suku bangsa Madura yang menganut agama yang sama yaitu agama Islam, sedangkan bansa Belanda, bangsa yang menjajah itu memeluk agama Kristiani. Sesuai dengan keadaan beliau sewaktu pulang dari Mekkah telah berumur lanjut, tentunya Kiai Muhammad Kholil tidak melibatkan diri dalam medan perang, memberontak dengan senjata tetapi mengkaderkan pemuda yang berada di pondok pesantren yang di asuhnya.

Kiai Muhammad Kholil sendiri pernah ditahan oleh penjajah Belanda karena dituduh melindungi beberapa orang yang terlibat melawan Belanda di pondok pesantrennya. Beberapa tokoh ulama maupun tokoh-tokoh kebangsaan lainnya yang terlibat memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, tidak sedikit yang pernah mendapat pendidikan dari Kiai Muhammad Kholil al-Maduri.

 

 

 


PADEPOKAN INTI SEMESTA

Profile Kami klik di sini

Mau belajar spiritual dan metafisika langsung dengan ahlinya? Ayo gabung bersama Kami. Pusat Gemblengan spiritual dan metafisika untuk private dan publik. Dapatkan juga produk-produk spiritual dan supranatural kami di link berikut...

www.padepokanintisemesta.com 

Email: pangeransukmajati@yahoo.com

IG: @pangeransukmajati

Youtube: Pangeran Sukmajati

Office:

Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB
Simpati Hp. 081296609372 (WA) dan XL 081910095431.

Guru Besar Pangeran Sukma Jati


Wed, 29 Apr 2020 @07:39


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno