image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Ngalab Berkah di Makam Keramat Kiai Ageng Gringsing

image

Nama Kiai Ageng Gringsing, begitu melegenda di masyarakat. Beliau merupakan penyebar ajaran-ajaran agama Islam di Batang, penakluk dedemit, Jin di Alas Roban dan para begal. Masa hidup beliau pada sekitaran tahun 1600 M. Nama asli beliau adalah Syeikh Maulana Raden Abdullah Saleh Sunggung, merupakan keturunan dari Majapahit dan Demak.

Sebagai Waliyullah, beliau mempunyai tugas menyiarkan ajaran Islam. Beliau mengembara dari daerah Gunung Pati, Cirebon, Jawa Barat kearah Timur, yaitu ke daerah Jawa Tengah. Dalam perjalanannya menyebarkan agama Islam di wilayah Jateng, Kiai Ageng Gringsing sampai di daerah Gringsing, Kadipaten Batang, tepatnya di Desa Kendalsari Sembung, Kecamatan Limpung.

Kramat Kiai Ageng Gringsing sudah tidak diragukan lagi oleh sebagian masyarakat pesisir laut Jawa, khususnya daerah Batang dan sekitar Gringsing Alas Roban ini. Sosok yang mempunyai jiwa kesatria tinggi dengan semboyannya yang mengabdikan dirinya hanya untuk rakyat kaum cilik. Dakwah beliau dimulai sekitar tahun 1600an.

Sebagai seorang pendakwah ajaran-ajaran Islam di daerah Gringsing Alas Roban, tidaklah mudah, banyak para penyebar agama yang lebih dulu datang. Konon pada waktu itu daerah ini terkenal dengan Mbahnya begal, rampok, bandit dan Garong. Tidak hanya itu saja, konon penghuni makhluk astral daerah ini para demit, Jin dan raja Jin bersinggasana dai daerah ini. Sehingga tidak heran jika Kiai Ageng Gringsing saat berdakwah tidak sedikit halangan dan rintangan dihadapannya. Karena sifat pasrah dan ikhlas lah Kiai Ageng Gringsing mampu menghadapi semuanya, dengan rasa tawakal dan pasrah kepada Allah SWT membuat semangat juangnya membara. Tidak sedikit para begal dan garong yang disadarkan serta di Islamkan oleh beliau.

Berbagai cerita mistis dan kramat beliau, sudah banyak beredar dikalangan masyatakat Gringsing. Yang konon menurut cerita dari masyarakat sekaligus tokoh masyarakat setempat yang bernama Ahmad Zaenal Abidin. Bahwa Kiai Ageng Gringsing merupakan seorang Waliyullah yang ilmunya sangatlah tinggi karena beliau memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Salah satunya, pada waktu beristirahat untuk memghilangkan rasa penat dan capeknya Kiai Ageng Gringsing menancapkan sebuah tongkatnya, dan tiba-tiba tongkat tersebut bersemi menjadi pohon besar yang mampu memberikan rasa sejuk dan adem untuk berteduh. Pohon tersebut sampai sekarang masih berada di tempatnya, pohon tersebut diberi nama pohon Kendalsari, yang diambil dari nama daerah itu.

Secara turun temurun, pohon tersebut dipercaya masyarakat sekitar mampu memprediksi siklus ekonomi masyarakat Gringsing pada khususnya. Dengan tanda dan ciri dari daun pohon tersebut. Jika daun pohon tersebut subur dan tumbuh lebat, maka dipercaya hal itu menandakan perekonomian masyarakat sedang baik dan stabil, namun jika daun pohon banyak yang rontok dan kuning, hal itu pertanda bahwa ekonomi masyarakat sekitar sedang krisis atau susah.

Dalam perjalanannya sebagai seorang penyebar agama, Kiai Ageng Gringsing bertemu dengan seorang gadis yang berparas cantik dan anggun yang bernama Nyai Gringsing, beliau adalah putri dari seorang ulama setempat yang bernama Syekh Agung Tholib. Gadis cantik itu disunting menjadi istrinya.

Namun, untuk mendapatkan gadis pujaannya itu, Kiai Ageng Gringsing yang kala itu masih muda dan tampan, tidaklah mudah. Karena Nyai Gringsing selain berparas cantik dia juga seorang jawara setempat yang mempunyai ilmu tinggi dan sakti mandra guna. Maka dibuka sayembara, siapa yang bisa mengalahkan maka akan menjadi suaminya.

Pertarungan untuk meluluhkan hati Nyai Gringsing berlangsung beberapa hari, yang konon menurut cerita setempat Nyai Gringsing bisa berubah menjadi ular besar dan sedangkan Kiai Ageng Gringsing berubah menjadi sosok harimau yang besar pula. Akhit pertarungan dimenangkan oleh Kiai.Ageng Gringsing, walaupun sempat tergigit kakinya.

Setelah pernikahannya inilah ajaran agama Islam di wilayah Gringsing semakin kuat dan tangguh, karena kehebatan keduanya mampu saling mengisi satu sama lainnya. Satu persatu orang-orang yang awalnya menentang beliau, mampu disadarkan dan kemudian banyak memeluk agama Islam.

Kiai Ageng Gringsing merupakan sosok yang sangat sederhana dan santun, walaupun dari darah bangsawan beliau tidak pernah bersifat congkak dan sombong. Kearifan dan budi pekertinya yang luhur dan tinggi mampu memberikan teladan bagi masyarakat sekitar. Dan konon darah kebangsawanan beliau masih ada keturunan dari Prabu Brawijaya dan Kesultanan Demak.

Setelah beliau wafat, jasadnya dikebumikan di makam umum desa setempat. Namun, sempat beberapa dekade makam peristirahatan beliau menghilang dan tidak d ketahui keberadaannya. Sehingga muncul inisiatif dari seorang ulama yaitu, Syekh Aguslani yang menugaskan tiga orang pemuda santrinya yang bernama Iskandar, Muhyidin dan Nasirin untuk melacak keberadaan makam Kiai Ageng Gringsing yang sebenarnya.

Dan akhirnya ditemukannya makam Kiai Ageng Gringsing yang berlokasi disekitar makam umum Gringsing tepatnya hari Rabu Kliwon 31 Juli tahun 1991 M atau bertepatan dengan bulan Muharam tanggal 19 tahun 1412 H sekitar pukul 14.00 WIB. Hari dipertemukannya makam tersebut dijadikan Haul beliau. Tetapi, perjalanan untuk memperingati acara haul Kiai Ageng Gringsing tidaklah mudah karena banyak pertentangan dari masyarakat sekitar yang menganggap bahwa makam tersebut bukanlah makam seorang ulam, melainkan makam seekor kuda. Dan tidak sedikit yang menyarankan untuk membakar makam tersebut. Yang akibatnya rumah seorang penduduk yang menghasut untuk membakar makam tersebut terbakar dengan sendirinya tanpa diketahui sebab dan musabab yang jelas.

Tidak hanya itu saja, banyak warga yang menyalahgunakan makam kramat itu untuk mengundi nasib mencari nomor togel, sampai-sampai ada yang tela bertirakat dan Tapa di daerah tersebut. Menurut sumber dari beberapa orang yang menyalahgunakan makam ini, tidak diketahui sebab yang pasti ada yang terlempar dengan sendirinya kesawah samping makam.

Sampai sekarang Haul Kiai Ageng Gringsing dilaksanakan setiap bulan Muharam, karena mengikuti dari awal mula penemuan makam tersebut, masyarakat sudah sadar dan menerima keberadaan makam Kiai Ageng Gringsing tersebut dan tidak sedikit pula yang di untungkan dari keberadaan makam tersebut. Kini, makam Kiai Ageng Gringsing sering diziarahi oleh banyak orang, baik dari dalam kota maupun luar kota.



Thu, 7 May 2020 @20:39


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno