image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Kisah Mistis dari Pelabuhan Karangantu, Pelabuhan Besar Banten Lama Hantu dalam Guci Nongol Berujud Tuan Belanda

image

Itulah mitos yang diyakini akan kebenarannya oleh masyarakat Banten, terlebih mereka yang tinggal dikawasan pesisir dan berprofesi sebagai nelayan di pelabuhan tersebut. Tapi seiring berjalannya waktu nama Karangantu oleh Pemda setempat di ubah menjadi kampung nelayan. Namun demikian, sisa-sisa kolonial masih terlihat jelas di kampung nelayan tersebut, demikian juga dengan nama Karangantu itu sendiri. Masyarakat khususnya para orang-orang tua dan tokoh masyarakat setempat paham betul dengan sejarah pelabuhan yang ada di kotanya itu.

Wajah pelabuhan Karangantu memang tak sekumuh dulu lagi, semuanya lebih tertata rapih. Bangunan-bangunan liar tak lagi ada, perahu nelayan tertambat di bibir pantai saat tidak sedang melaut. Perahu-perahu itu naik turun mengikuti irama ombak yang menerpanya. Saat malam tiba, sinar rembulan menerangi hampir sepanjang bibir pantai, seakan restui langkah nelayan yang akan pergi melaut untuk menjaring ikan sebanyak-banyaknya. Tapi dibalik semua itu jika ada salah satu nelayan yang di temui hantu yang dulu keluar dari dalam guci tuan Belanda itu, dipercaya menjadi isyarat jika tangkapan hari itu di yakini akan melimpah. Jati diri sang hantu itu terkadang menampakan wujudnya seorang tuan Belanda berpakaian serba putih dengan topi laken dan tongkat berwarna hitam di tangan kanannya.

 

Malaka Jatuh Ke Portugis

Dikisahkan pada tahun 1511 saat Malaka jatuh ke tangan Portugis, para pedagang muslim yanh berasal dari Arab, Persia dan Gujarat lebih memilih daerah Banten yang terletak di ujung barat bagian Pulau Jawa ini sebagai jalur pelayarannya karena Banten dinilai memiliki nilai ekonomis dan geografis yang bagus. Terlebih lagi para pedagang itu tidak menyukai Portugis yang saat itu sudah menguasai wilayah Malaka. Maka lahirlah sebuah pelabuhan yang besar dengan nama Pelabuhan Karangantu.

Pelabuhan Karangantu ini pada jamannya menjadi pelabuhan terbesar kedua setelah Pelabuhan Sunda Kelapa di Jayakarta ungkap Tom Pires, seorang pedagang yang juga ahli obat-obatan dari Portugal. Hal ini tercatat dalam buku "Mengenal Peninggalan Sejarah dan Purbakala Kota Banten Lama" oleh Uka Tjandrasasmita, Hasan M.Ambary dan Hawany Michrob.


Fri, 15 May 2020 @21:57


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno