image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Terapi Minum Madu Cara Mengobati Sakit Perut dan Diare

image

Sakit perut pada anak merupakan hal yang sering dijumpai ibu sehari-hari, anak yang aktif bermain sangat memungkinkan si anak untuk terpapar sakit perut.

Ada sebuah hadits yang begitu populer dikalangan penggemar dan praktisi ath-thibun nabawi, yakni yang terkait dengan bagaimana Nabi SAW memberi petunjuk praktis dalam menerapi seorang sahabat yang sedang terserang penyakit perut. Dalam shahih Al Buhkari dan Muslim disebutkan sebuah Hadits dan Abul Mutawakkil, dan Abu Said Al Khudri: Ada seorang laki-laki yang datang menemui Nabi SAW. Laki-laki itu mengadu, "Saudaraku terserang penyakit perut melilit".

Dalam riwayat lain diceritakan, "perutnya melilit-lilit." Rasulullah SAW menjawab, " Minumi madu." Lalu laki-laki itupun pulang ke rumah, tak lama dia kembali lagi dan berkata, "Sudah ku minumi madu, tetapi belum juga sembuh." Dalam riwayat lain dikisahkan, "malah penyakitnya semakin bertambah parah."

Demikian dikisahkan bahwa laki-laki itu pulang dan kembali hingga dua atau tiga kali setiap kembali., Rasulullah SAW selalu bersbda,"Minumi Madu."

Pada yang ketiga atau keempat kali, beliau menambahkan, "Sungguh Maha Benar Allah dan sungguh perut saudaramu yang berdusta."

Terkait dengan Hadits ini, Ibu Qayyim memberi penjelasan tentang manfaat medis dan madu yang diminumkan kepada Sahabat tadi, "Madu juga berfungsi membuka simpul-simpul pembuluh darah dan membersihkan kotorannya. Bila dijilat bisa mengeluarkan dahak, menyucikan lambung, dan menyingkirkan kotorannya, bisa juga menghangatkan tubuh secara stabil dan membuka ganjalan-ganjalan dalam tubuh."

Hadits ini sering digunakan sebagai petunjuk praktis atau terapi teehadap penyakit perut bukan hanya untuk orang dewasa tetapi juga untuk anak. Dan itu benar, karena demikianlah kenyataannya, hanya persoalannya penyakit perut jenis apakah yang dianjurkan untuk diterapi dengan madu., seperti yang digambarkan dalam hadits tersebut.

Masyarakat awam nyaris tidak bisa membedakan antara penyakit perut pada anak yang satu ataupun dengan yang lainnya. Bahkan sulit membedakan antara sakit pada perut yang memang merupakan penyakit perut, atau hanya gejala dan adanya penyakit lain. Kesemuanya nyaris mereka anggap sama. Sementara yang lebih dianjurkan dalam hadits ini adalah dengan cara pengobatan yang tersirat dengan hadits itu dengan mengkonsumsi madu secara langsung tanpa campuran air, dengan dosis yang tepat adalah kasus sakit perut yang murni, yang bukan merupakan gejala dan penyakit yang lain, atau bukan jenis penyakit spesifik yang bersarang dibagian perut (lambung atau usus)), seperti kanker, tumor dll. Diare dan disentri, selain dari kondisi mencret termasuk dari jenis penyakit perut yang dapat diterapi dengan madu kental.

Artinya, untuk jenis penyakit perut tidak murni atau jenis spesifik, pengobatan tersebut tidak terlalu dianjurkan, itu bukan berarti tidak baik, tapi menjadi kurang efektif atau kalaupun dianjurkan harus disertai dengan berbagai upaya penyembuhan cara lain, agar dapat diterapi secara optimal.

Ada empat kandungan yang terdapat di dalam madu:

Pertama, kadar gula di dalam madu yang tinggi akan menghambat pertumbuhan bakteri sehingga bakteri tersebut tidak dapat hidup dan berkembang.

Kedua, tingkat keasaman madu yang tinggi (pH 3.65) akan mengurangi pertumbuhan dan daya hidupnya sehingga bakteri tersebut mati.

Ketiga, adanya senyawa radikal hidrogen peroksida yang bersifat dapat membunuh mikroorganisme patogen.

Dan keempat, adanya senyawa organik yang bersifat antibakteri. Senyawa organik tersebut tipenya bermacam-macam, yang telah teridentifikasi antara lain seperti polyphenol, flavonoid dan glikosida.

Salah satu penyebab munculnya penyakit magh adalah adanya bakteri yang menyebabkan infkesi helicobacter pylori yang mengakibatkan kemampuan dinding lambung menahan asam lambung jadi berkurang.

Untuk dosisnya, sangat dianjurkan untuk menyesuaikannya dengan kondisi tubuh secara umum, dan kondisi penyakitnya secara khusus, yaitu 2-3 sendok makan madu 2 x sehari sudah cukup memadai untuk menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun, untuk.penyembuhan atau pengobatan, takarannya harus diperbesar. Terutama bila madu dijadikan sebagai unsur basic sebagai obat, bukan sekedar bahan campuran seperti dalam kasus terapi penyakit perut ini. Yakni penyakit lambung atau usus, penyakit magh atau radang usus.

Menurut sebagian pakar medis, madu lebih baik dikonsumsi dalam bentuk larutan dalam air karena akan memudahkan penyerapannya di dalam tubuh. Namun untuk kasusu terapi penyakit perut, harus sesuai de ngan petunjuk Nabi tadi, karena sangat jelas bahwa Nabi SAW memerintahkan madu itu diminum begitu saja, tanpa campuran air. 

 

 


Wed, 27 May 2020 @06:46


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno