image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Makna Spiritualitas dibalik Parade Surabaya Juang (Mengingat Perang Benteng Kedung Cowek)

Ribuan warga kota Surabaya tumplekblek memadati sepanjang jalan. Setiap tanggal 10 November selalu memperingati Hari Pahlawan untuk mengenang kembal putra terbaik saat pertempuran heroik 10 November 1945. Sejumlah warga terlihat antusias melihat iring-irigan parade dengan menggunakan kostum perjuangan. Nampak juga mobil jeep jadul melintas, dan warga nampak antusias mengikuti parade juang ini.

Antusiasme warga ini sebagai bentuk kepedulian dan semangat bahwa warga Surabaya sampai detik ini tidak pernah melupakan jasa-jasa para pahlawan dan arek-arek Suroboyo yang gugur dalam mempertahankan kota Surabaya dalam serbuan tentara Inggris yang membonceng tentara NICA. Bahkan para Veteran perang 10 November yang hadir pagi itu pun terlihat bahagia dan terlihat jelas dari wajah mereka bernostalgia di sepanjang rute yang dilalui parade Surabaya Juang.

 

Aksi Heroik Pejuang Surabaya

Pertempuran Surabaya yang menjadi latar belakang sejarah Hari Pahlawan Nasional 10 November, karena pada waktu itu terjadi pertempuran yang dianggap sebagai pertempuran revolusi paling berat dan kemudian menjadi simbol perlawanan bagi tentara Indonesia. Pertempuran Surabaya ini yang dianggap sebagai aksi heroik membantu pihak internasional melihat bahwa kelompok militer dan tentara yang tidak boleh diremehkan. Karena tentara yang paling menakutkan ialah tentara yang tak lagi takut mati, tepat seperti tentara- tentara Indonesia yang bertempur.

Sejarah dimulai pada tanggal 27 Oktober 1945 dimana sebuah pesawat milik Inggris dari Jakarta menyebarkan selebaran di atas Surabaya yang memaksa para tentara dan milisi Indonesia untuk menyerahkan senjata mereka. Hal ini membuat geram pemimpin tentara dan milisi Indonesia karena dinilai sebagai pelanggaran akan perjanjian yang telah dibuat oleh Mallaby. Pada tanggal 28 Oktober serangan terhadap tentara Inggris dilancarkan di Surabaya dan menewaskan sekitar 200 prajurit. Karena hal inilah, pihak Inggris menerbangkan Soeharto, Hatta dan Amir Syarifuddin Harahap untuk bernegosiasi tentang gencatan senjata. Bahkan setelah gencatan senjata disepakati kedua pihak, pertempuran kembali berlanjut karena masalah komunikasi dan kedua pihak yang saling tidak percaya satu sama lain.

Pada tanggal 30 Oktober 1945, A.W.S Mallaby sedang melakukan perjalanan ke Surabaya dengan tujuan menyebarkan berita tentang persetujuan gencatan senjata kepada tentaranya. Ketika mobilnya mendekati pos tentara Inggris di gedung Internasional dekat Jembatan Merah, tiba-tiba sekelompok milisi Republik Indonesia mengepungnya dan menembak Mallaby. R.C. Smith yang melihat kejadian itu melempar granat daru mobilnya kearah dimana ia kira penembaknya bersembunyi. Meskipun ia tidak tahu apakah granat tadi mengenai target, ledakan granat menyebabkan terbakarnya kursi belakang dari mobil tadi, yang mengakibatkan Mallaby tewas pada waktu itu.

Mendengar kabar itu, Philip Christison yang saat itu menjabat sebagai Letnan Jendral murka luar biasa. Karena hal ini, pihak Inggris mengirimkan pasukan tambahan yang dipimpin oleh Mayor Jendral Robert Masergh bersama Sherman dan tank Stuart, 2 Cruiser dan 3 kapal penghancur sebagai pendukung. Pada tanggal 10 November, pasukan Inggris mulai maju secara metodikal di sepanjang kota dengan menggunakan bom bardir laut dan udara sebagai pelindung mereka.

Perang terus berkecamuk, jihad terus berlangsung, meski darah para pahlawan berceceran begitu mudahnya dan memerahi sepanjang kota Surabaya selama tiga minggu, hampir seluruh kota Surabaya berhasil diduduki dan pertempuran diakhiri pada 29 November. Akan tetapi, Inggris yang saat itu menyandang sebagai pemenang Perang Dunia II itu akhirnya kalah. Bahkan dalam peperangan, salah seorang Jendral tewas, dan hal itu tidak pernah terjadi dalam sejarah Negara atau bangsa manapun, kecuali di pertempuran 10 November yang terjadi di Surabaya.

Dalam pertempuran yang maha dahsyat itu, manunjukkan keheroikan para arek-arek Suroboyo dalam melawan pasukan Inggris dan sekutunya. Merdeka atau mati, sehingga dalam pertempuran tersebut mengambil nyawa 6.300 hingga 15.000 tentara Indonesia dan perkiraan 200.000 orang yang kabur dari kota tersebut sementara Inggris hanya 600 jiwa.

Itulah sejarah hari pahlawan yang terjadi di kota Surabaya, yang mengugurkan banyak pahlawan.

 

 

 


Tue, 20 Oct 2020 @08:35


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno