image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

SLINK

Ulama yang Dihukum Cambuk

Diantara kisah yang menakjuban dari kisah para salaf adalah kisah yang ditadankan oleh Imam Ahlussunnah waljamaah, yaitu Ahmad bin Hanbal. Betapa jernih hatinya, betapa bening nuraninya, betapa indah kata dan doanya, orang yang menyaksikannya justru dimintakan ampun olehnya. Inilah akhlak yang dimiliki oleh Imam Ahmad bin Hanbal.

Ibnu Hibban menyebutkan bahwa dia pernah mendengar Ishaq bin Ahmad Al-Qatthan Al-Baghdadi bercerita, bahwa "Di Baghdad kami memiliki seorang tetangga, kami menyebutnya tabib bagi para ahli Qur'an. Ia sering mengunjungi dan memeriksa orang-orang shalih dan ia pernah menceritakan pengalamannya kepadaku, "Suatu hari aku pergi menemui Imam Ahmad bin Hanbal yang sedang bersedih, aku kemudian bertanya kepadanya, "Bagaimana keadaanmu wahai Abu Abdillah?

Ia menjawab, "Aku baik-baik saja"

Aku menyahut, "Baik bagaimana?"

Imam Ahmad bin Hanbal menceritakan, "Aku telah mendapat ujian dengan fitnah (Khalqul Qur'an) sehingga aku dicambuk, hanya saja aku masih merasakan sakit pada tulang punggungku, rasa sakitnya jauh melampaui rasa sakit akibat cambukan yang aku alami."

Ketika keluar dari rumah Imam Ahmad bin Hanbal, aku segera menemui temanku yang menjaga penjara, Kami sama-sama memiliki kelebihan pengetahuan. Aku berkata kepadanya, kalau aku ada keperluan,  bolehkah aku masuk ke penjara?" Ia menjawab, "Masukla."

Aku kemudian masuk ke dalam penjara, aku kumpulkan para pemuda. Saat itu aku membawa beberapa uang dirham yang aku bagi-bagikan kepada mereka, aku pun banyak berbincang-bincang mereka sehingga mereka merasa senang dengan keberadaanku. Lalu aku mencoba bertanya, "Siapa diantara kalian yang paling banyak dicambuk?" Mereka saling membanggakan diri mereka, sehingga akhirnya mereka sepakat pada satu orang yang paling banyak dicambuk dan paling sabar.

Tue, 20 Oct 2020 @08:34


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno