image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

Menengok Tradisi Hombo Batu di Nias ( Syarat Nikah Harus Bisa Lompat Batu)

Lompat Batu atau biasa disebut Hombo Batu merupakan tradisi khas Nias, dan yang boleh melakukannya adalah laki-laki, yang merupakan salah satu uji ketangkasan bagi para pemuda Nias. Siapa saja yang behasil melakukan lompatan batu setinggi 2 meter, akan merasa telah menjadi pria Nias sejati, dan mereka belum boleh menikah jika belum lulus ujian dalam lompatan batu.

Pemuda yang akan menikh diharuskan lulus ujian lompat batu ini, dan setiap pemuda yang berhasil melimpati batu tersebut dianggap sudah dewasa dan matang secara fisik. Jika belum berhasil, maka ia dinilai belim dewasa dan tentu belim diiznkan untuk menikah. Setiap lak-laki di Nias dilatih sejak kecil, tujuannya agar bisa melompati batu setinggi 1,5 meter. Mula-mula mereka berlatih batu setinggi setengah meter, kemudian tinggi 1 meter, kemudian seterusnya sampai berhasil melompati tinggi yang sesungguhnya, yakni 2 meter.

Dalam acara resmi, para pemuda yang mengikuti atraksi lompat batu harus mengenakan pakaian adat, mereka kemudian bersiap-siap mengambil ancang-ancang, berlari, lalu menginjak batu penopang kecil, kemudian melompat tinggi, melayang melewati tumpukan batu besar. Tinggi batu itu 2 meter dan lebar 90 cm, disusun seperti piramida dengan permukaan atas datar. Inilah batu sesungguhnya, setelah melewati tumpukan batu kemudian menjatuhkan tubuhnya dalam keadaan berdiri.

Para pemuda tidak hanya harus bisa melewati batu tersebut, tetapi juga harus mengetahui teknik mendarat yang tepat agar tidak cedera. karena, melakukan lompat batu tak selamanya mulus, ada yang nyangkut di tengah, dan yang paling parah mendarat dengan posisi kaki yang salah tentu saja resiko maksimal patah tulang. Maka itu, persiapan melakukan lompat batu tidaklah main-main.

Uniknya, meski sudah berlatih dengan keras tapi tidak semua pemuda berhasil melewati undukan batu bersusun itu. Tak jarang dari mereka ada yang sampai patah tulang karena tersangkut ketika mencoba melewati batu tersebut, dan tak jarang juga ada pemuda yang hanya berlatih sekali dua kali langsung mampu melewati batu tersebut.

Menurut kepercayaan setempat, hal ini dipengaruhi oleh faktor genetika, jika ayahnya atau kakeknya seorang pemberani dan dapat melompati batu maka diantara para puteranya pasti ada yang dapat melompat batu. Kalau ayahnya dahulu adalah seornag pelompat batu semasih muda, maka anak-anaknya pasti dapat melompat walaupun latihannya sedikit. Bahkan ada yang mencoba satu dua kali, lau langsung bisa melompat dengan sempurna tanpa latihan dan pemanasan dahulu.

Kemampuan dan ketangkasan melompat batu juga dihubungkan dengan kepercayaan lama. Seseorang yang baru belajar melompat batu, ia terlebih dahulu memohon restu dan meniati roh-roh para pelompat batu yang telah meninggal. Ia harus memohon izin kepada arwah para leluhur yang sering melompati batu tersebut. Tujuannya untuk menghindari kecelakaan atau bencana bagi para pelompat ketika sedang mengudara melompati batu itu, lalu menjatuhkan diri ke tanah, sebab banyak juga yang melompat tapi gagal dan mendapat kecelakaan.

Keberhasilan melompati batu itu tidak hanya memberikan kebanggaan bagi diri sendiri, tetapi juga keluarga. Oleh karena itu, keluarga yang anaknya telah berhasil melompati batu akan mengadakan pesta dengan menyembelih beberapa ekor ternak. Satu lagi yang perlu diketahui, ternyata tidak semua wilayah Nias ada tradisi lompat batu. Bagi anda yang ingin melihat tradisi ini secara langsung bisa berkunjung ke Desa Bawomataluo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. Desa ini memegang teguh adat istiadat leluhurnya yang sekaligus menjadi sebagai salah satu destinasi wisata andalan di Nias.

Dari informasi yang didapat dari warga setempat, dulunya Nias merupakan kerajaan dan lompat batu adalah suatu tes yang harus dilakukan oleh para prajurit, untuk melatih ketangguhan para prajurit di medan perang. Kerajaan-kerajaan di Nias pada zaman dulu biasanya memiliki pagar yng tinggi untuk melindungi wilayahnya. Para prajurit diharuskan terlebih dahulu untuk bisa melompati batu agar bisa menembus pagar-pagar tersebut.

Ketangkasan ini hanya dikenal dikalangan warga Nias saja, dan sekarang tradisi ini telah dikenal di dalam maupun di luar negeri, serta kini dikemas menjadi obyek wisata untuk menarik bagi para wisatawan agar mengunjungi Nias.

 

itu adalah sejarah awal mulanya tradisi lompat batu yang ada di daerah Nias, Sumatera Utaraa.

 

 

 

 

PADEPOKAN INTI SEMESTA

Profile Kami klik di sini

Mau belajar spiritual dan metafisika langsung dengan ahlinya? Ayo gabung bersama Padepokan Inti Semesta Pusat Gemblengan spiritual dan metafisika untuk private dan publik. Dapatkan juga produk-produk spiritual dan supranatural kami di link berikut...

www.padepokanintisemesta.com 

Email: pangeransukmajati@yahoo.com

IG: @pangeransukmajati

Youtube: Pangeran Sukmajati

Office:

Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB
Simpati Hp. 081296609372 (WA) dan XL 081910095431.

Guru Besar Pangeran Sukma Jati

Sat, 31 Oct 2020 @12:05


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno