image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

Kisah Sunan Giri Sewaktu Muda (Berguru Kepada Sunan Ampel Hingga Maulana Ishaq)

Sunan Giri adalah putera dari Maulana Ishaq, seorang ulama besar yang dipercaya berasal dari Samarkand, Rusia Selatan, yang sekarang adalah Uzbekistan. Sunan Giri terlahir dari Ibu Dewi Sekardadu, puteri dari Raja Blambangan, Menak Sembuyu. Dewi Sekardadu diperistri Maulana Ishaq setelah berhasil menyembuhkan sakit yang dideritanya. Namun pengaruh Maulana Ishaq di Blambangan membuat Menak Sembuyu mengusirnya. Padahal waktu itu Dewi Sekardadu sedang mengandung tiga bulan. Ketidaksukaan Menak Sembuyu kepada Maulana Ishaq juga dilampiaskan kepada anak turunannya. Sunan Giri yang baru saja lahir di buang ke laut setelah sebelumnya dimasukkan ke peti. Dan peti itu akhirnya ditemukan oleh Nyai Ageng Pinatih, seorang saudagar asal Gresik. Mengetahui isi di dalam peti adalah bayi, gembiralah Nyai AGeng Pinatih karena ia selama ini belum mempunyai keturunan.

Oleh Nyai Ageng Pinatih, bayi itu diberi nama Joko Samudero, karena ditemukan ditengan samudera. Dalam masa pengasuhan Nyai Ageng Pinatih, Joko Samudero tumbuh menjadi anak yang cerdas. Umur 12 tahun, Joko Samudero diserahkan kepada Sunan Ampel untuk nyantri. Selama menimba ilmu di Ampel, pengetahuan Joko Samudero bertambah luas. Semua ilmu dengan cepat ia serap. Sunan Ampel juga mengetahui hal itu, merasa Ampel terlalu kecil untuk Joko Samudero, Sunan Ampel menyuruhnya berguru kepada seorang ulama besar di Pasai bernama Syekh Awalul Islam.

Akhirnya diketahui jika Syekh Awalul Islam adalah Maulana Ishaq yang tak lain adalah ayah Joko Samudero. setelah bertemu ayahnya, Joko Samudreo berganti nama menjadi Raden Paku. Nama itu adalah nama yang diamanatkan Maulana Ishaq kepada Dewi Sekardadu saat meninggalkan Blambangan. Usia belajar darai Pasai, Raden Paku mendapat gelar Maulana Ainul Yaqin. Pulang dari Pasai, Ainul Yaqin mendirikan Pesatren di Giri yang kelak menjadi Giri Kedaton. Dan penguasa pertamanya adalan Sunan Giri dengan Gelar Prabu Satmata. Dalam masa pemerintahan Demak, Giri Kedaton mendapat kedudukan sebagai daerah istimewa.

Berbicara tentang Giri adalah berbicara tentang sebuah kerajaan Islam kecil bernama Giri Kedaton. Dan memang pada masanya, Giri Kedaton adalah Pusat Islamdi Pulau Jawa, tetapi pengaruhnya meluas hingga ke seluruh Nusantara. Disebut Giri Kedaton karena letaknya yang memang berada di atas Giri (bukit) yang sekarang ada di Desa Giri, Kebomas. Letak Giri Kedaton memang berada 150 meter dari permukaan tanah, permukaan tanah itu sendiri juga berada di atas bukit yang lain. Meski sudah hancur termakan usia, peninggalan Giri Kedaton masih bisa dilihat hingga sekarang.

 

Malam Selawe

Sunan Giri wafat pada malam Jumat, 24 Rabiul Awal tahun 913 Hijriah atau 1428 Saka atau 1506 Masehi dalam usia 63 tahun. Makam Sunan Giri berada di Cungkup berukuran 4x4 meter. Dan Cungkup itu masih diberi Cungkup lagi uang berukuran 8x8 meter. Tak terhitung sudah berapa banyak yang datang untuk berziarah ke Giri. "Sebelum Ramadhan banyak peziarah yang datang, juga pada bulan Rajab dan Ruwah atau Sya'ban." Djawir.

Pada Ramadhan sendiri, peziarah yang datang pada siang hari relatif sedikit, justeru peziarah banyak datang pada malam hari yang dimulai pada tanggal 17 Ramadhan atau malam Nuzulul Qur'an. Dan lepas dari tanggal 20 Ramadhan atau saat tanggal ganjil, Giri semakin ramai didatangi peziarah yang ingin melaksanakan salat Tasbih.

Mereka berbondong-bondong datang untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. Puncaknya adalah malam 25 atau lebih dikenal dengan nama malam selawe adalah puncak dari peziarah melaksanakan salat Tasbih. Mereka percaya pada malam itu akan turun Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan. Malam Selawe itu sekarang menjadi tradisi tersendiri di Gresik. Sepanjang jalan menuju ke Giri telah berubah seakan menjadi pasar malam. Meski melenceng ke arah konsumerisme, namun makna malam selawe di atas bukit Giri tetaplah sama. Tengah malam, masih banyak yang melaksanakan salat Tasbih di sana "Malam berikutnya peziarah mulai berkurang, biasanya pada malam 27 Ramadhan peziarah geser ke Ampel, dan pada malam 29 Ramadhan peziarah geser ke Malik Ibrahim".

 


Sun, 15 Nov 2020 @18:29


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno