image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

Tasawuf dan Pengembaraan Batin Orang Jawa (Menyelami Nilai & Spiritual Serat Wirid Hidayat Jati Karya Raden Ngabei Ronggowarsito)

Dengan mengutip ajaran Kanjeng Nabi Muhammad dan gurunya Al-Ghazali menyimpulkan bahwa kehidupan kita ini sesungguhnya hanya terdiri dari tiga tarikan nafas saja.Satu tarikan telah lewat membawa amal perbuatan yang dikerjakan tatkala menarik nafas itu. Satu nafas sedang dijalankan, dan satu nafas lagi belum tahu apakah kita bisa melakukan karena kemungkinan datangnya ajal saat sedang betnafas yang kedua tadi. Jika demikian halnya maka secara hakikat, sesungguhnya yang hanya satu tarikan nafas saja yang kita miliki, bukan jam, bukan hari, umur kita secara hakukat hanyalah satu tarikan nafas saja.

Betapa luar biasa kekuasaan Dzat Allah tersebut, sehingga dalam banyak doa dan sabdanya Kanjeng Nabi Muhammad SAW sering mengawali dengan kalimat: Demi Dzat yang jiwaku yang senantiasa dalam genggaman-Nya", atau "Demi Dzat yang membolak- balikkan hati", atau "Demi Dzat yang Maha Pengasih" dan lain sebagainya. Semuanya menggambarkan betapa seluruh nasib, kehidupan dan jiwa raga kita senantiasa di dalam genggaman kekuasaan Gusti Allah.

Oleh sebab itu, maka kita harus senantiasa berserah diri sekaligus bergantung kepada Yang Maha Menghidupkan dan menghidupi kita, dengan usaha atau ikhtiar yang sesuai dengan aturan-aturan Yang Maha Hidup, senantiasa berdoa memohon perkenan, perlindungan, dan pertolongan-Nya, serta mengatur kehidupan kita. Dalam rangka itu kita diizinkan membulatkan cipta dan karsa kita, mengungkapkan cita-cita dan keinginan kepada-Nya, sesudah itu selanjutya berserah diri akan kuasa dan kehendak-Nya.

Demi menggalang penghayatan yang seperti itu, kita dianjurkan untuk membiasakan pada setiap saat dalam berbagai keadaan dan dimana pun berada, berdzikir menyebut setidaknya dua Asma Allah yakni Yaa Hayyu Yaa Qayyuum (Yang Mahahidup - Yang Mahaberdiri dengan sendiri-Nya), dengan segenap pemahaman, keyakinan dan penghayatan sebagaimana uraian di atas. Yakinilah, "Hasbunallah wanikmal wakil, cukuplah Allah yang menjadi penolong kami". Inilah maqam mulia yang diidamkan para salik, yang bersuluk mengenal Gusti Allah dengan sebenar-benarnya mengenal.

Dalam banyak tulisan mengenai penyebaran Islam di Pulau Jawa, baik yang di blog media massa maupun buku-buku Pengembaraan Batin Orang Jawa di Lorong Kehidupan, Memaknai Kehidupan, Bertasawuf di Zaman Edan dan Islam Mencintai Nusantara: Jalan Dakwah SUnan Klijaga, saya sering menyinggung dua hal, yaitu perihal ruh dan pertemuan Islam dengan peradaban Jawa.

Soal ruh, dalam buku Memaknai Kehidupan dari halaman 18-28, misalkan sya awali dengan mengutip firman Allah untuk menjadi pegangan supaya kita tidak menyeruak ke sana sini tanpa manfaat, yaitu Surat Al-Isra, ayat 85: "Dan mereka bertanya kepada engkau perihal ruh. Katakanlah, ruh itu urusan Tuhanku, dan tidaklah diberikan kepada kamu ilmu mengenainya melainkan sedikit."

Buya Hamka dalam Tafsir Al-Azhar yang enak dibaca menuturkan, ada satu riwayat yang diterima dari Ibnu Abbas bahwa ruh yang dimaksud tadi adalah Malaikat. Memang ada beberapa ayat dalam Al-Qur'an yang menyebut ruh itu sebagai Malaikat (Al-Qadar: 4 dan AN-Naba: 38). Tetapi sebagian besar ahli ta'wil menyatakan ruh yang ditanyakan dalam ayat tersebut adalah ruh yang ada dalam tubuh manusia, yang merupakan suatu perkara besar yang ilmu manusia tidaklah sampai kepadanya. Tuhan hanya memberikan ilmu yang sekelumit supaya manusia insyaf bahwa tidaklah kita mempunyai upaya untuk mengetahui hakikat diri kita sendiri, usahakan mengetahui hakikat orang lain, apatah lagi Tuhan. Demikian Buya Hamka.

Beberapa ayat Al-Qur'an lainnya yang juga menjelaskan soal ruh antara lain: Al-A'raaf: 172 tentang perjanjian Allah SWT dengan Ruh, As-Sajadah: 9 tentang peniupan Ruh ke dalam janin manusia, Az-Zumar: 42 tentang pemeliharaan Ruh oleh Tuhan, Al-Jumu'ah: 7-8 tentang kematian.

Dari ayat-ayat di atas kita dapat merumuskan sebuah uraian tentang Ruh sebagai berikut: "ALlah meniupkan Ruh ciptaan-Nya ke dalam tubuh manusia ketika masih dalam kandungan. Allah mengambil kesaksian atau membuat perjanjian dengan Ruh tersebut tentang keEsan Allah, dan Allah mengilhami jiwa tersebut dengan kefasiqan, dan Allah mengujinya dengan kebaikan dan keburukan, dan tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati.

Allah memegang jiwa atau Ruh manusia tatkala tidur dan ketika mati. Dan apabila Allah mengambil nyawa atau Ruh seseorang, tak seorang pun yang dapat jiwa manusia akan mengetahui apa yang diperbuatnya sewaktu di dunia dan Allah akan menyempurnakan pahala-Nya sesuai dengan amalanya sendiri-sendiri, tidaklah dirugikan sedikitpun dan tidak pula dianiaya." (Klasifkasi Kandungan Al-Qur'an, Choiruddin Hadiri, SP, Gema Insani Press, 1999).

KIta semua sependapat bahwa manusia terdiri dari dua unsur, yaitu ruh dan tubuh. Tetapi mengenai ruh dan jiwa sulit dipisahkan dan dibedakan, meskipun demikian, sebagian pengikut tasawuf membedakan ruh dengan jiwa. Sebab jiwa itu merupakan perpaduan antara ruh dengan tubuh, dengan jasad lahir. Jadi jiwa adalah kesatuan ruh dengan jasad (Nihayah al-'alam, DR. M. Mutawalali Asy=Sya'rawi, terjemah Indonesia, Rahasia Allah di Balik Hakikat Alam Semesta, Pustaka Hidayah 1994).

 

 

 

PADEPOKAN INTI SEMESTA

Profile Kami klik di sini

Mau belajar spiritual dan metafisika langsung dengan ahlinya? Ayo gabung bersama Padepokan Inti Semesta Pusat Gemblengan spiritual dan metafisika untuk private dan publik. Dapatkan juga produk-produk spiritual dan supranatural kami di link berikut...

www.padepokanintisemesta.com 

Email: pangeransukmajati@yahoo.com

IG: @pangeransukmajati

Youtube: Pangeran Sukmajati

Office:

Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB
Simpati Hp. 081296609372 (WA) dan XL 081910095431.

Guru Besar Pangeran Sukma Jati

Sun, 22 Nov 2020 @09:46


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2020 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno