image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

Kajian Ilmu Hikmah (Menghirup Magnet Cahaya Bintang)

Bicara bintang, secara umum banyak sudut pandangnya. Bisa dalam eksistensinya sebagai makhluk penghias alam, sorot cahayanya sebagai petunjuk bagi manusia, dapat pula menjadi kata kiasan, seperti bintang tamu, bintang lapangan, bintang kelas, bintang pelajar, bintang film dan bintang-bintang lainnya. Makna yang terkandung adalah ter atau paling, misalnya tercantik, tertampan, terhebat, terpandai, terindah, terelok, yang semuanya mengandung magnet lebih/ menonjol sehingga menarik perhatian banyak orang.

Sesuai eksistensinya, banyak ayat dalam Al-Qur'an yang membahas tentang bintang. Setidaknya ada 25 ayat yang tersebar dalam sejumlah surat, yang maknanya berbeda-beda. Bintang sebagai eksistensinya, sebagai planet, sebagai penguat sumpah, ada pula sebagai kiasan. Seperti disebutkan dalam surat Yusuf ayat 4, yang artinya: (igatlah), ketika Nabi Yusuf berkata kepada ayahnya: "Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari dan bulan, kulihat semuanya sujud kepadaku".

Dalam hal ini yang sujud adalah Nabi Ya'kub ayahnya Nabi Yusuf, Ibu dan sebelas orang saudaranya. Mereka melakukan sujud syukur kepada Allah dihadpan Nabi Yusuf setelah menemukan kembali Nabi Yusuf setelah berpisah selama 30 tahun lebih.

Dalam surat An-Nuur ayat 35 Allah juga menjadikan bintang sebagai perumpamaan, sebagaimana ayat ini yang artinya: "Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang banyak berkahnya, yaitu pohon zaitun........ dan seterusnya".

Bintang terlihat dan tampak indah tentu saja bila bercahaya. Cahanya menyala dan terlihat pada malam hari, karena pada siang hari tertutup oleh matahari. Artinya, dengan cahaya bintang-bintang, manusia dapat menjadikan petunjuk arah, sehingga tidak tersesat.

Pun manusia, seseorang akan terlihat menonjol apabila bercahaya, secara harfiyah cahaya seseorang itu bukan wajahnya mengeluarkan sinar terang. Namun budi pekertinya yang luhur, perilakunya yang baik kepada sesama, dermanya yang tak mengenal pamrih, itulah pesona cahaya seseorang.

Sebagaimana dalam surat Al-An'am ayat 97, yang artinya: "Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda kebesaran Kami kepada orang-orang yang mengetahui."

Sebagai ciptaan Tuhan, bintang-bintang bukan hanya dapat dijadikan pedoman arah, namun mereka juga bertasbih kepada pencipta-Nya. Dalam surat Ath-Thur ayat 49 Allah SWT memberitahukan bahwa bintang-bintang di langit pada bertasbih pada-Nya. Sebagaimana bunyi ayat dimaksud yang artinya: "Dan bertasbihlah kepada-Nya pada beberapa saat di malam hari dan di waktu terbenam bintang-bintang (di waktu fajar)."

 

Pelajaran

Kiranya apa yang dapat diambil pelajaran dari bintang-bintang? Cahayanyakah? Kepatuhannyakah? atau Keindahannya sebagai penghias langit pada malam hari bagi orang-orang yang memandang! Sesungguhnya banyak hikmah yang tidak tertulis. Manusia harus merenungi, menggali apa hakikat yang terkandung dibalik baintang-bintang.

Dalam surat Al-Hijr ayat 16 Allah menjadikannya sebagai penghias langit, dengan hiasan bintang-bintang itu, pekatnya malam menjadi indah. Orang-orang yang memandang dan berpikir timbul rasa takjub dalam hatinya, yang mendorongnya bertasbih dan bersyukur kepada Allah. Sebagaimana ayat tersebut yang artinya: "Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandangnya,..."

Di dalam surat Al-Mulk ayat 5 juga diperkuat, yang artinya: "Sesungguhnya Kami yang telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala."

Tuhan menciptakan apa-apa di dunia ini agar manusia mengambil pelajaran, agar mampu memaknai kehidupan dari apa-apa yang kita temui, apa-apa yang kita rasa dan apa-apa yang menimpa kita sebagai hamba Allah SWT. Kemudian kita mengambil manfaat sehingga menjadi bijksana dan bersyukur kepada Allah SWT.

Pada sang bintang kita belajar tentang arti sebuah kepatuhan, cahayanya yang tak pernah lelah berbinar, selalu setia menemani langit malam. Ia tak pernah jengah bersinar, meski cahayanya terampas oleh bias sang rembulan.

Dari sang bintang kita mendapat pelajaran tentang sebuah kebermanfaatan, apa manfaatnya? KIta menjadi cahaya, dengan memberi penerang sekitar kita. Memberikan petunjuk bagi yang mengalami sesat dan kegelapan.

Cahaya terang bintang bukan untuk menunjukkan dan menyombongkan eksistensinya, tetapi cahaya itu digunakan untuk menyinari semua yang ada didekatnya. Meski situasi yang dia hadapi adalah gelap, dingin dan sesak tetap bertahan.

Untuk sang bintang, kita harus belajar, tentang arti kegigihan, terus berjuang, sinar bumi. Memang terkadang ia nampak redup atau bahkan tiada, namun ia tak pernah menyerah berada di langit, ia terus pancarkan cahaya.

Oleh sang bintang, kita mengerti tentang sebuah proses perjalanan, hingga di suatu kala ia hadir sebagai bi ntang yang paling terang, memang betul segalanya butuh proses. Layaknya sang bintang, ia terus memantaskan diri mencapai tujuan utamanya, perlahan ia tapaki langit dengan kegagahan, awalnya ia nampak tiada lalu meredup hingga ia mampu menampakkan keindahan.

Dalam kepemimpinan Jawa, ada salah satu sifat pemimpin  yang mengambil filosofi bintang. Dalam bahasa Jawa bintang disebut Kartika, sebagaimana sifatnya secara alami, bintang dapat menunjukkan arah diwaktu malam. Bintang dapat menggambarkan






 

 


PADEPOKAN INTI SEMESTA

Profile Kami klik di sini

Mau belajar spiritual dan metafisika langsung dengan ahlinya? Ayo gabung bersama Padepokan Inti Semesta Pusat Gemblengan spiritual dan metafisika untuk private dan publik. Dapatkan juga produk-produk spiritual dan supranatural kami di link berikut...

www.padepokanintisemesta.com 

Email: pangeransukmajati@yahoo.com

IG: @pangeransukmajati

Youtube: Pangeran Sukmajati

Office:

Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat.

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB
Simpati Hp. 081296609372 (WA) dan XL 081910095431.

Guru Besar Pangeran Sukma Jati

Mon, 25 Jan 2021 @08:08


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2021 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno