image

Pangeran Sukma Jati

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

Napak Tilas Sesepuh di Kawah Rengganis di Tanah Sunda Saksi Bisu Pertemuan Leluhur

Kawah Rengganis menjadi saksi bisu pertemuan para leluhur sunda sejak ratusan tahun lalu. Konon, salah satu leluhur yang disebut sebagai Uyut Saratus Bojol Tilu itu kerap melakukan pertemuan rutin. Persoalan agama dan masalah kehidupan merupakan salah satu pembicaraannya.

"Kawasan Kawah Rengganis dulunya merupakan salah satu bale paguneman (tempat pertemuan) Uyut Seratus Bojol Tilu, konon setiap tempat memiliki karomah (kehormatan) seperti di Gunung Sanggabuana, Galunggung, Glambir, dan salah satunya di kaki Gunung Sepuh ini," ujar Asep

Asep mengungkapkan, para leluhur yang bertandang ke tempat itu untuk membahas persoalan keagamaan yang ketika itu masih didominasi oleh ajaran Hindu. Perlahan agama Islam dibahas seiring dengan kehadiran Prabu Kian Santang yang gencar melakukan syiar Islam di Tanah Sunda. Titisan Prabu Siliwangi itu juga ikut dalam bale pagunamen di Kawah Rengganis.

Menurut Asep, napak tilas para leluhur tersebut membuat Kawah Rengganis banyak dikunjungi oleh wisatawan atau peziarah asal Bali, terutama menjelang Hari Raya Nyepi. "Ibadahnya seperti itu, mereka membawa air suci dari marta air disini, jadi tak hanya peziarah yang beragama Islam saja yang datang ke sini, semua agama bisa masuk, hanya ritualnya saja yang berbeda," kata Asep juru pelihara generasi ketujuh.

Awalnya kata Asep, ada beberapa pantangan peziarah atau wisatawan untuk datang ke Kawah Rengganis. Mereka tidak dianjurkan untuk berkunjung pada Jumat atau Sabtu. "Sekarang pantangan itu sudah tidak dijalankan lagi, bagi wisatawan silahlkan datang kapan saja, tapi untuk peziarah tidak dianjurkan pada hari-hari tersebut," jelasnya.

Semula, hanya ada tiga bangunan di Kawah Cibuni pada tahun 1920an, satu milik rumah juru kunci, mushala dan bale pengobatan. Namun, kini ada belasan rumah warga yang berada di dekat Kawah. "Dahulu tempat ini ditemukan tahun 25 Safar, jadi di setiap tanggal itu akan dilakukan ritual untuk memperingati perjalanan para leluhur tadi," ucapannya.

Kawah Rengganis memang belum sepopuler Kawah Putih atau Kawah Kamojang, belum ada penanda yang mencolok untuk masuk ke Kawah Rengganis, hanya ada papan penunjuk yang terbuat dari kayu.


Sat, 20 Feb 2021 @12:44


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2021 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno