image

Ki Sukma

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

Prediksi Ekses Badai Dahsyat Hantam Daratan Amerika Wilayah Indonesia Bisa Terdampak Ekor Badai

image

Prediksi Ekses Badai Dahsyat Hantam Daratan Amerika Wilayah Indonesia Bisa Terdampak Ekor Badai

Badai besar seperti yang berturut-turut melanda beberapa wilayah di Amerika Serikat (AS) diprediksi tidak akan terjadi di Indonesia. Namun, Indonesia turut mengalami dampak dari kenaikan suhu muka laut dalam bentuk perubahan cuaca yang tidak menentu akibat dari terdampak embusan ekor badai. Seperti apa?

Seperti diketahui, sejaka akhir Agustus hingga awal September, terjangan badai di Amerika terus berlanjut. Badai Harvey meluluhlantakkan negara bagian Texas dengan kerugian yang diperkirakan mencapai Rp. 2.400 Trilliun.

Menyusul badai Harvey, badai Irma pun kemudian menghantam sejumlah daerah lain di Amerika Serikat yang terletak di negara bagian Florida. Badai ini menyebabkan terputusnya aliran listrik ke jutaan bangunan baik rumah maupun perkantoran. Badai ini juga mengakibatkan sedikitnya 10 orang tewas di Kuba.

Sementara itu di China, Badan Pusat Meteorologi Nasional (NMC) memberikan tanda biru terhadap topan Mawar yang diperkirakan mendarat di Provinsi Guangdong, Minggu (3/9).

Topan tersebut terlihat melintas di atas laut China Selatan atau pada posisi 590 Kilometer di sebelah tenggara  Kota Shenzen, Provinsi Guangdong, Jumat (1/9) pukul 17.00 waktu setempat (16.00 WIB) dengan kecepatan angin 18 meter perdetik sebagaimana pengamatan NMC yang dikutip Peoples Daily, Sabtu.

Lantas, bagaimana dengan Indonesia. Apakah Indonesia juga berpotensi terkena badai atau terdampak badai yang terjadi di wilayah yang berdekatan. Deputi bidang Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yunus Subagyo mengatakan fenomena badai pada dasarnya merupakan hal biasa. Namun, tahun ini menarik perhatian dunia karena waktu antar kejadiannya berdekatan dan sekaligus banyak.

Penyebab terjadinya badai, kata Yunus, diantaranya karena peningkatan suhu muka air laut. Semakin lama suhu tinggi itu berlangsung, badai akan semakin sering muncul. "Sementara kalau di Indonesia sendiri hanya sebagai tempat munculnya bibit badai tropis, hanya mempengaruhi cuaca  berupa hujan lebat dan berangin yang kerap terjadi di beberapa wilayah Indonesia" ujar Yunus.

Terkait cuaca di tanah air, Yunus mengatakan jika dibandingkan dengan tahun lalu, pada 2017 ini sebagian wilayah Indonesia lebih kering, tetapi lebih basah daripada 2015. Berdasarkan pantauan , beberapa tempat di Jawa hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengalami hari tanpa huja berturut-turut selama lebih dari 60 hari. Bahkan ada beberapa tempat di Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat  dan NTT yang mengalami hari tanpa hujan lebih dari 100 hari.

Sementara itu, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Mulyono R. Prabowo menyebutkan kendati kecil, potensi bertumbuhnya badai di Indonesia tetap ada. "Indonesia terletak di daerah lintang rendah, dekat garis katulistiwa atau 0 derajat lintang. Sedang badai, pada umumnya timbul dan tumbuh dari daerah perairan lintang tinggi," ungkapnya di Jakarta, Selasa (12/9/2017).

Daerah lintang tinggi terletak di atas 10 derajat lintang utara seperti  Lautan Pasifik Utara Papua, wilayah timur Filipina, Laut China Selatan atau lintang selatan seperti Teluk Carpentaria Australia dan Selatan Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, musim badai di daerah-daerah yang terletak di Utara Indonesia terjadi pada bulan Maret hingga Oktober, sementara musim badai di selatan terjadi pada Oktober hingga Februari. Kendati kemungkinan terjadinya badai di Indonesia cukup kecil, Indonesia tetap berpotensi terdampak badai yang terjadi di wilayah yang terletak baik di utara atau selatan Indonesia.

"Ekor badai dapat memberi dampak bagi Indonesia dalam bentuk embusan angin yang kuat ataupun munculnya hujan dengan intensitas ringan hingga sedangdi tempat-tempat yang dekat dengan lokasi munculnya badai," katanya.

Indonesia berpotensi terdampak jika terjadi badai di sejumlah wilayah seperti di bagian Timur Filipina. Adapun wilayah yang berpotensi terdampak dalam bentuk angin kuat dan hujan adalah Daerah Sulawesi Utara dan Kalimantan Utara.

Sementara itu, jika terjadi badai di Teluk Carpentaria atau di Selatan NTT, wilayah yang terdampak angin kuat dan hujan adalah Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Jawa Bagian Timur.

"Daya rusak (Akibat ekor badai) kurang, lebih banyak dalam bentuk embusan angin yang cukup kuat 30-40 km/ jam dan persisten. Hujan masih pada skala intensitas ringan-sedang,".

Sumber: Posmo

Punya masalah hidup yang tak kunjung selesai? Temukan solusinya bersama Spiritualis Kondang Pangeran Sukma Jati (Ki Sukma - Sobat Mistis Trans 7)

PRAKTEK DI 3 KOTA

Jakarta

Jl. Mampang Prapatan Raya, Jakarta Selatan
Gedung Graha Krama Yudha
Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.
Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB

Bandung (Pusat)

Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jl. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 09.00 s.d 17.00 WIB

Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.

Banten

Jl. Ki Mudakkir, Link. Cigading, Cilegon - Banten.

Untuk pendaftaran silahkan buat appointment (janji) via nomor Hp di bawah ini.

Tlp/ Hp. 081296609372 (WhatssApp dan Telegram) dan 081910095431 (WhatsApp)

Sun, 6 Jun 2021 @22:20


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2021 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno