image

Ki Sukma

081296609372


Perumahan Maharani Village Blok D.10 Jalan. Cigugur Girang Kp. Sukamaju Rt/Rw 05/05 Desa Cigugur Girang Kecamatan Parongpong Kabupaten Bandung Barat. Jam praktek: Pk. 08.00 s.d 17.00 WIB
KEGIATAN & WORKSHOP
TESTIMONIAL & GALLERY FOTO

Facebook Instagram Youtube
Chat dengan Pangeran

081910095431
081296609372

081296609372

Jam praktek: Pk. 10.00 s.d 17.00 WIB

SOCIAL MEDIA PANGERAN SUKMA JATI

Menafsir Nilai Spiritual dan Kekinian Serat Gatholoco Membahas Ilmu Sangkan Paran

image

Menafsir Nilai Spiritual dan Kekinian Serat Gatholoco
Membahas Ilmu Sangkan Paran

Jikalau demikian dirimu (yang hanya sekedar mematuhi waktu shalat dan tidak memahami makna dari shalat itu sendiri), hanya berTuhankan yang membuat waktu, siang dan malam hanya berfokus mematuhi waktu-waktu shalat semata, tidak meniti ke dalam diri, untuk memahami asal kehidupan dan tujuannya.

Rasa badanmu itu (Sthula Sariira/ jasad), milik/ perwujudan Rasulullah  (maksudnya Ruh atau Atma), Cahaya hidup (Atma Sariira/ Ruh) mu itu, milik/ perwuudan Pangeran (Tuhan/ Brahman/ Allah), segala gerak-gerik batinmu (maksudnya Suksma Sariira/ Nafs), Muhammad yang menggenggam (Muhammad maksudnya juga Ruh atau Atma), milikmu hanya 'Perasaan memiliki/ Illusi' saja!

(Jika jasad ini milik/ perwujudan Rasulullah (Ruh), Ruh milik/ perwujudan Allah, Nafs milik/ perwujudan  Muhammad (maksudnya Ruh juga), sedangkan Allah, Muhammad dan Rasul itu tak lain adalah Allah juga. Lantas apa yang hendak kita anggap sebagai personaltas mahluk jikalau semua ini adalah perwujudan Allah? Hanya illusi saja yang menjadi milik para mahluk. Illusi merasa dirinya adalah entitas yang terpisah dengan semesta bahkan  dengan Tuhan itu sendiri!)

Sedangkan apa yang kamu akui itu (bahwa memiliki personalitas tersendiri dengan Tuhan) tetap juga tidak kamu kembalikan (maksudnya tetap ber-Kesadaran seperti itu), kepada Dia yang memiliki, jika kamu masih juga memegang (maksudnya tetap tidak mau membuka kesadaran) dan masih juga mengaku memiliki Triprakara (Tiga unsur-Ruh/ Atma, Nafs/Suksma dan jasad/Sthula) sendiri, akan abadikah dirimu kelak? Kyai Guru begitu mendengar (semua yang diuraikan Gatholoco).

(kyai Guru) seketika membanting kethu (kopiahnya) ke tanah! marah-marah dan berkata kasar, kemana aku mau mengembalikan!! Aku tidak merasa telah meminjam, titipan Tripakara tadi, Gatholoco tertawa geli (mendapati yang diajak dialog tidak memahami maksudnya namun malah marah-marah), Kamu memang hidup tanpa mata (maksudnya kesadarannya buta)!.

Seandainya cahaya matahari, yang berasal dari Surya, akan terserap musnah hilang ke dalam matahari kembali, seandainya cahaya rembulan, yang berasal dari rembulan, akan terserap musnah hilang ke dalam rembulan, kembali ke asalnya lagi!.

Kasan Besari (Hassan Basori) berkata, lantas sekarang mengapa rasa badanmu (Jasad/ Sthulla/ Sarira) beserta cahaya hidup (Ruh/ Atma Sariira) mu , berikut gerak batin (Nafs, suksma Sarira Mu), tidak kamu kembalikan (maksudnya masih terlihat nyata dan belum musnah) kepada yang mempunyai? Gatholoco keras membentak. Aku tidak berani memusnahkan ini semua karena belum saatnya, jika tanpa ada permintaan (dari yang mempunyai perwujudan).

Sun, 15 Aug 2021 @11:12


Tulis Komentar

Nama

E-mail (tidak dipublikasikan)

URL

Komentar

Artikel Terbaru
Produk Utama
Komentar Terbaru
Testimoni













Copyright © 2021 padepokanintisemesta.com · All Rights Reserved



Powered By sitekno